Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Sabtu, 02 April 2011

Ke Blitar tiap tahun

Walau kami (saya, Susan dan Samuel) adalah keluarga Kristen, namun istilah 'BERLEBARAN TIAP TAHUN' juga kami jalani. Sejak tahun 1994 (kami menikah) dan tahun 1995 dikaruniai seorang putra, kami 'wajib' pulang ke desa Gambar, lereng Gunung Kelud, kota Blitar. Jika Hari Lebaran dan Natal berdekatan, maka harus ditentukan, kami pulang pas 'Lebaran' atau 'Natal', dan sering juga ditahan di sana sampai 'Tahun Baru'!



Foto gunung Kelud, dilihat dari rumah keluarga besar istri saya, lereng Gunung Kelud (2007)! Pagi, bangun tidur jalan-jalan ke sana.



Suasana desa Gambar Baru, lereng Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur.



Kami sempatkan jalan-jalan ke kota Blitar tiap tahun! Ini photo tahun 2008 - beberapa kusimpan di PHOTOBUCKET ALBUM ku.



Harus berziarah ke makam orang tua istriku (alm. Ibu Suparmi) dan kakek neneknya. Kami harus bersepeda motor ke lokasi makam ini, tempatnya sangat membuat 'jantung berdetak kencang' naik turun naik turun...



Pemandangan dari makam (ada jalan menurun ke bawah - ladang, jalan sempit berkelok2 hiiii seremm...)



Lebaran dan Natal (dan Tahun Baru) di desa Gambar, tidak lengkap tanpa adanya kue-kue kering dan basah yang dihidangkan. Keluarga besar istriku sering membuat sendiri : wajik, jenang dodol, dan lain-lain! Dan, aku selain kadang membantu, juga selalu menjadi pe-makan (tester) ha ha ha !



Dan ,tamu-tamu kecil ini sangat menikmati kue2 (dan minuman sirup) yang disajikan!



Jika ke kota Blitar, maka sering menyempatkan jalan-jalan ke alun-alun bersama adik perempuanku dan suaminya dan putrinya.



Enaknya di desa - makan di mana saja tidak ada larangan (ini anakku, Samuel, makan di jalan penghubung antara rumah Oom dan Tante istriku ha ha ha)

Banyak foto-foto yg kami buat, sebagian saya taruh di PHOTOBUCKET.

Dan, banyak kisah-kisah kehidupan yang terekam di sana. Aku, tak akan bisa lepas dari desa Ngunut, Tulungagung. Dan, desa kelahiran istriku, di wilayah kota Blitar!

0 komentar:

Poskan Komentar