Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Selasa, 28 Juni 2011

Gusti Pramanatahir



Ini foto wong Ngunut, yang chat denganku. Setelah lama, dia mengaku kakaknya temanku 'IE LUK'. Jadi kira2 (he he he) namanya IE FUK???

Senin, 27 Juni 2011

Mimpi turun dari angkot

Mimpi, turun dari angkot. Dengan membawa tas, aku turun. Suasana Ngunut, malam sekitar jam 12 malam, seperti biasa yang kurekam saat bioskop Niagara selesai memutar filmnya. Bemo / angkot pertama kutolak, dan dia memang kemudian mendesak bemo warna lainnya yang kupilih.

Jadinya 2 bemo tadi sama-sama meninggalkan aku sendirian di malam desa Ngunut!

Minggu, 26 Juni 2011

Sahur . . . Sahur . . .

Di kala terbangun di dini hari,
saat kesepian masih berkuasa...
aku selalu teringat akan desaku,

di mana aku dulu juga menggunakan waktu masa mudaku,
di antara keheningan malam menjelang dini hari...

aku teringat, kala bermain gitar dan berjalan
berkeliling desaku, bersama teman-teman...
di dini hari...

kala itu, adalah bulan 'puasa', saat umat Islam
melaksanakan tugas mereka untuk berpuasa satu bulan
lamanya.

Beberapa orang secara berkelompok berkeliling desa, untuk membangunkan
mereka yang terlelap, dengan membawa alat-alat musik seadanya, kayu, bambu, dan lain-lain... sembari dipukul, mereka berteriak : "Sahur...sahur...sahur..."

Grup-grup kecil ini bertemu di jalan-jalan dan terus melakukan kegiatan mereka, hingga batas waktu yang disediakan untuk sahur berakhir.

Dan, aku ingat, akupun pernah pagi-pagi keluar bersama mereka, berkeliling kampung, membawa gitar, bernyanyi lagu-lagu sederhana...

di pagi hari...

(biasanya kuakhiri dengan minum kopi dan makan beberapa potong pisang goreng di sebuah warung - jika aku membawa uang)

Kenangan indah, tak kan kulupakan...

Bagaimana kenangan Anda di kala bulan puasa? Sudahkah Anda memiliki blog tentang desa di mana Anda dilahirkan?

Minggu, 19 Juni 2011

Space Ghost



Ya, teringat akan superhero kartun ini, yang dulu sering kutonton di televisi hitam-putih di desa Ngunut!

Temukan blog yang memuat gambar dia di sini.

Naik ayunan tidak bisa berhenti

Luar biasa, memoryku masih mengingat peristiwa ini : waktu aku masih duduk di TK.

Saat istirahat, biasanya kami keluar kelas dan bermain. Permainan yang ada sangat umum : ayunan (bhs. Jawa = bandulan), jungkat-jungkit dan pasir. Eh, aku ingat, dulu ada juga kuda-kudaan dari kayu, kalau tidak salah. Tapi aku termasuk penakut, jadi tidak mau beresiko naik kuda-kudaan itu. Ada yang mengatakan itu berbahaya, bisa jatuh.

Dan, jangan lupa, tindakan kekerasan dari murid-murid lain juga tidak kusukai. Aku bahkan sering menganggap diriku anak kecil yang cengeng, mudah menangis jika diganggu oleh temanku.

Nah, suatu hari, waktu aku main ayunan, mungkin karena terlalu asyik, aku didorong teman-teman, sampai berayun sangat tinggi! Dan, saat bel masuk berbunyi, aku tidak mampu menghentikan ayunan itu. Eh... teman-temanku juga tidak membantu dan membiarkan aku terus terayun-ayun, sampai beberapa menit! Dengan ketakutan aku masuk kelas, dan sambil malu-malu minta ijin ke ibu guru...

Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan waktu di TK! (1973-an)

Mungkin anda teringat juga pengalaman masa kecil kita yang tak terlupakan? Silakan meninggalkan komentar atau share di sini, atau di facebook Anda!

Selasa, 14 Juni 2011

Budaya Wayang blog


Hari ini menemukan blog tentang 'Wayang', sangat menyenangkan waktu membaca bahasa Jawa yang tertulis di sana.

Tempatnya di WAYANG PRABU DOT COM.

Kacang Kapri

Aku teringat teman SDku, yang bernama 'Supriadi'. Sering kalau pulang sekolah, aku dan dia saling mengolok nama masing-masing.

Dia memanggilku 'BEGUS BEGUS BEGUS' (namaku Agus)

Dan aku mmbalasnya "KAPRI KAPRI KACANG KAPRI' (karena namanya Supriadi)

Di mana dia? Teman SDku yang pernah kutemui di Surabaya : Surono dan adiknya, Suroso. Yang lain, tidak pernah. Kadang aku pengin mencari mereka...

Senin, 13 Juni 2011

Laron Goreng

Dalam perjalanan pulang dari kantor sore ini, tiba-tiba ingatanku melayang ke makanan yang dulu pernah kumakan di desa Ngunut. Mohon maaf, jika tulisan ini sedikit membuat pembaca 'jijik'... sebab makanan yang kuingat adalah 'laron goreng'.

Ya, dikala hujan telah reda, biasanya pada awal-awal musim hujan itu, selalu keluar laron-laron dari dalam tanah, sebab mereka harus membentuk koloni 'rayap' yang baru. Orang-orang desa mengumpulkan laron2 itu dan . . . (maaf) mengorengnya. Rasanya gurih. Tapi memang tidak semua orang 'tahan' memakannya. Jika tidak tahan, bisa menimbulkan gatal-gatal di kulit, semacam alergi.

Sorry, ingatan akan 'makan laron goreng' muncul begitu saja.

Istrikupun (walau dia juga pernah dibesarkan di desa), sangat heran dengan kemampuanku untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang aneh-aneh : misalnya sate bekicot / siput, laron, larva tawon, dsb. Sorry...

Sabtu, 04 Juni 2011

Perbaikan Jalan


Melihat perbaikkan jalan di daerah Waru pagi hari ini, dalam perjalanan ke kantor, naik angkot - aku langsung teringat : dulu waktu di desa juga sering terjadi hal ini, jalan raya yang diperbaikki.

Dan, waktu kecil kami suka sekali main-main di alat penumbuk jalan itu. Tentunya setelah mereka beristirahat / tidak bekerja. Dan, pada 'jaman itu' alat-alatnya masih sederhana. Aku suka melihat mereka bekerja, memanaskan aspal, menuangkannya di batu-batu yang dihancurkan, kemudian 'melindas'nya dst.

Minggu, 29 Mei 2011

Foto-foto kuno

Dari rumah adik perempuanku di Blitar, kuperoleh banyak foto-foto kuno, yang akan kuscan di kantor besok. Bisa jadi, kutemukan foto almarhum kakek dari papaku! Dan, yang mengharukan, ada KTP almarum mamaku!

Blitar, 27 - 29 Mei 2011

Jumat pagi, 27 Mei 2011, kami bertiga berangkat dari rumah (Kepuh Permai - Sidoarjo) jam 06.00 pagi. Berjalan kaki ke 'Gapuro Merah' untuk naik mikrolet - angkot - ke Bungurasih. Rencananya mau naik bis ke Blitar, lewat Pare, Kediri.

Mendadak, istriku memutuskan naik taxi, dan menyetop sebuah taxi. Sekitar pukul 06:30 kami sampai di Bungurasih. Bis antar kota yang kami ingin naikki sudah berangkat bbrp menit yg lalu. Kami menunggu bis berikutnya.

Pukul 07.00 kami berangkat dari Bungurasih, setelah menemukan bis berikutnya, dan istriku duduk di depan... selama perjalanan, aku tak henti2nya memfoto dan mengambil gambar (video) lewat hp anakku, tentang hal-hal yang kusenangi : tembok-tembok yang bertuliskan iklan-iklan, kendaraan2 yang lalu-lalang dengan tulisan di 'body'nya, dsb.



3 jam kemudian, kami sampai di Pathok, kami dijemput oleh misan istriku dan suaminya, dan paman istriku dengan sepeda motor, lalu kami berangkat ke desa Gambar, Lereng Gunung Kelud. Dalam perjalanan, aku membonceng istriku, dan kami sempat kehilangan jejak, sebab anakku dan paman istriku ngebut. Untung, misan istriku dan suaminya ada di belakang kami bbrp menit kemudian.

Kami ke Blitar dalam rangka untuk menghadiri acara keluarga : sunatan dari keponakan istriku, bernama Leksi. Orang tuanya (misan istriku) bekerja di Kalimantan.

Sore itu, beberapa teman dari Leksi datang, dan mereka kami jamu dengan makanan : kue-kue, dan nasi soto ayam (yang juga jadi kegemaran anakku - sebab diberi santan).



Sabtu, 28 Mei 2011

Pagi hari, kami berangkat untuk mengantarkan Leksi ke tempat dia disunat, dengan mengendarai mobil sewaan. Sesampai di sana, kami bertemu pak Mantri yang akan menyunat Leksi. Si Leksi cukup tenang (entah di dalam hatinya).



Setelah menunggu bbrp menit, dia dipersilakan masuk. Dan bbrp menit kemudian, proses sunat selesai, dan kami kembali ke rumah.

Pukul 14.00 saya dan istri dan Sammy diantar keluarga Gambar ke rumah adik perempuanku, di Blitar, naik mobil sewaan lagi.

Sore, aku dan istriku berjalan-jalan, mau makan mie ayam bakwan di depot GEMINI (dekat Ramayana). Sayang, jam itu mie nya sudah habis, jadi kami hanya makan bakwan. Lalu, kami ke toko roti 'Orion', untuk membeli kue puding kesukaanku (dan hanya kumakan 1 tahun sekali, kalau pas ke Blitar). Kue ini adalah hasil 'daur-ulang' kue-kue produk mereka, jadi rasanya sangat asyik, campuran berbagai rasa kue-kue!



Sorenya, Hwie, adik iparku juga membelikan roti Orion lain, yang juga dulu sering ku makan waktu masih kecil.



Lalu beli martabak HOLLAND "Cabang Surabaya' (hi hi hi aku geli, jauh-jauh ke Blitar, beli Terang Bulan Surabaya???).

Sesampai di rumah, adik iparku membelikan kami nasi goreng dan mie goreng. Waktu ditawari makanan khas Blitar : LONTONG TAHU, terpaksa kami tolak, karena perut penuh!

Besok pagi, kami kembali ke Surabaya.

Aku akan melengkapi tulisan ini sesampainya di Surabaya nanti. Foto-foto kusimpan di account facebookku, juga di album PHOTOBUCKET ini.

Selasa, 24 Mei 2011

Ketemu 'cah' Ngunut

Pagi tadi, aku dan istriku menghadiri acara penghiburan seorang rekan pemain musik di gereja, mamanya meninggal dunia.

Saat selesai acara penyampaian Firman Tuhan, puji2an dari bbrp pihak, sambutan anggota keluarga, seorang wanita menghampiriku.

Dengan ragu-ragu, dia bertanya apakah aku 'pernah tinggal di Ngunut' ?

Kemudian kami berbincang, dan dia memberi nomor telepon (hp)nya, dia mengaku tinggal di depan 'masjid' Ngunut. Dia ragu-ragu untuk menyapaku, dan sambil menyaksikan aku bermain gitar di saat puji-pujian (lagu rohani), dia mengingat-ingat nama kakak dan adik2ku. Lalu, dia memberanikan diri menanyakan hal itu.

Wuh, luar biasa! Dia kenal dengan YONGKY katanya, dan dulu sering main bersama adik perempuanku yg tinggal di Blitar : Rini Hermaniwati

Namanya : Tin Yosefa. Kalau tidak salah, punya 3 orang anak! Akan kucoba cari info lewat teman2 Ngunut lainnya.

Sabtu, 21 Mei 2011

Kereta dorong dari kayu

Waktu SD, ada kreativitas teman2 untuk membuat kereta dorong dari kayu. Bentuknya sebilah papan, diberi 'kendali / setir' di bagian bawah - depan - dekat tempat duduk yang naik kereta itu.

Ada 3 roda (kalau tidak salah dari LAKER-gotri, lupa istilahnya). Dan, teman yang naik duduk di situ. Lalu, teman yang lain mendorongnya, dan meluncurlah kereta itu. Sangat mengasikkan.

Temanku, namanya Wicaksono (Wi Cuk) punya mainan seperti ini, dan aku sering main ke rumahnya.

(Cari di Google, ga ketemu gambarnya - kereta kayu, kereta dorong kayu dsb). Kurang lebih bentuknya spt skate board gitu, tapi buatan sendiri. Dan penumpangnya duduk di papan itu.

Kamis, 19 Mei 2011

Es Campur - Es Puding

Es Puding merupakan makanan paling lezat dan enak bagiku, sewaktu masih anak SD dulu. Biasanya memang tidak ada yaEs Puding merupakan makanan paling lezat dan enak bagiku, sewaktu masih anak SD dulu. Biasanya memang tidak ada yang menjualnya. Makanan (atau minuman) ini ng menjualnya. Makanan (atau minuman) ini

Makanan ini hanya bisa kuperoleh beberapa kali saja. Biasanya kalau ada temanten (orang menikah), dan kalau papaku diundang dan aku diajak datang, maka menu 'es puding' ini yang paling kutunggu.

Senin, 16 Mei 2011

Tempat pejual komik lama



Di internet, menemukan data yang kita cari seakan sangat mudah! Mengenang komik2 kuno yang dulu selalu kubaca, temukan toko buku online yg masih mau menjual komik2 dan majalah2 lama di sini. Salut buat semangat mereka, dan kenangan jadi terisi kembali walau hanya dengan memandangi gambar2 di layar kaca, mengambilnya dan menyimpannya di komputer kita.



Untuk kisah anak atau manusia ikan ini, aku sangat senang, dan waktu SD-SMP pasti membayangkan betapa asyiknya punya kemampuan seperti dia. (Walau jengkel karena dia selalu kehilangan kesempatan menemukan orang tuanya!)

Minggu, 15 Mei 2011

Lagu Farid Harja

Menyimak album Spesial milik Farid Hardja releasan Jackson Record, kita dibawa menerawang dalam arah musik Rock & Roll yang jadi modal Farid Hardja bersama his gang, Bani Adam Band yang menebar pesona di masa 70-80an. Vokal Farid Hardja masih terasa natural, tak banyak dipermainkan dengan improvisasi berolah vocal menjijikan dengan pengucapan “bre” atau ber-rap ria yang diusung pasca album berpola Rock & Roll.

Urusan musik, dengan formasi full band "Bani Adam Band" berlatarkan bass, drums, keyboard, gitar dan vocal menawarkan “kesegaran” untuk mengoyak lagu-lagu berpola melankolik yang bertumpukan pada lagu-lagu cinta di masa 70-80an. Dengan karakter itu, album ini menjadi album special di kuping saya, jika ditambah dengan urusan lirik puitik berdaya imaginasi tinggi album ini bertambah nilainya (lagi-lagi di kuping saya) menjadi super special. Tak usah memutar seluruh track, di lagu pembuka sudah menunjukkan hal itu melalui Ikan Lautpun Menari Di Bawah Lenganmu.

Cepat-cepat kau buka sepatumu
Lekas-lekas dibuka bajumu
Cepat-cepat larilah padaku
Mari-mari berenang denganku

Lihat-lihat perahu layar laju
Burung-burung putih terbang jauh
Buih laut seindah bunga melati
Bagai tempat mandi bidadari
Gelombang beriiring angin laut membelai seakan merayu
Gemercik dan hening ikanlautpun menari di bawah lenganmu

Hari-hari seindah lukisan
Bagai pohon bertunas impian
Jangan-janganlah kita lepaskan
Hidup kenangan dalam tulisan
Cepat-cepat larilah padaku
Mari-marilah kita bercumbu
Telah lama kurindukan slalu
Bermesraan dalam laut biru

Janganlah kau ragu menyelamlah lalu berpelukan denganku
Biarlah yang tahu ikan lautpun pasti lari karena malu

Satu cacat album ini adalah kenapa melodi Lyin Eyes milik Eagles dibawa-bawa dalam lagu dahsyat Ikan Lautpun Menari Di Bawah Lenganmu ?
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Salam//Torro

Diambil dari MULTIPLY.

Kau Yang Sangat Kusayang


Rano Karno - Yang Sangat Ku Sayang .mp3


Found at bee mp3 search engine


Kau yang sanagat ku sayang
Karna kau tak pernah manja
Agung peribadimu
Tenang diwajahmu
Tiada yang menandingimu

Kau yang sangat ku sayang
Karna kau gadis pendiam
Wajah keibuan
Tersungging senyuman
Hati ini mengagumimu

Ku mengkhayal bila saat nanti
Hidup bersamamu
Hanya engkau teman dalam duka
Penghibur derita

Kepadamu akulah yang manja
Dengarkanlah sayang
Kupandang potretmu
Di dalam kamar
Tersenyum padaku

Lyric diambil dari sini.

Dont Sleep Away - Daniel Sahuleka

Aku lupa kapan pertama mendengar lagu ini. Tapi aku tertarik dengan vocal dan syairnya. Lalu kupelajari, dan aku bisa memainkan lagu ini dengan gitarku...


Tomorrow’s near, never I felt this way

Tomorrow, how empty it’ll be that day

It tastes a bitter, obvious to tears to dried

To know that you’re my only light

I love you, oh I need you

Oh, yes I do


Don’t sleep away this night my baby

Please stay with me at least ’till dawn

It hurts to know another hour has gone by

And every minute is worthwhile

Oh, I love you


How many lonely days are there waiting for me

How many seasons will flow over me

’till the motions make my tears run dry

at the moments I should cry

for I love you, oh I need you

Oh, yes I do


Don’t sleep away this night my baby

Please stay with me at least ’till dawn

It hurts to know another hour has gone by

And every minute is worthwhile

It makes me so afraid


Don’t sleep away this night my baby

Please stay with me at least ’till dawn

It hurts to know another hour has gone by

The reason is still I love you



Koleksi Daniel Sahuleka yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Daniel Sahuleka – Dont Sleep Away The Night
Gambar Artis Indonesia

Peta Rejotangan


Temukan peta desa REJOTANGAN di MAPLANDIA DOT COM

Sabtu, 14 Mei 2011

Soto Kupat

Ini makanan yang sering dibeli papaku kalau malam hari dia bangun. Penjualnya orang Madura, dia biasa memikul jualannya, berkeliling di malam hari.

Kupat / ketupat yang dijual, melengkapi soto madura-nya. Dan, kalau aku juga bangun, papaku membelikanku juga.

Tak akan pernah kulupakan 'rasa' soto itu! Apalagi dagingnya yang lembut dan 'kulit' dan lain-lainnya. Trus, suara gemerincing bel-bel yang ditaruhnya di tempat dia jualan, selalu terdengar di malam hari...

Tempat Penitipan Sepeda

Di desa Ngunut ada beberapa tempat penitipan sepeda. Yang pasti ada di tengah Pasar Ngunut.

Yang lain, disediakan di sekitar area Gedung Bioskop. Setiap malam, penonton bioskop (beberapa dari desa-desa terdekat) menitipkan sepeda mereka di sana, dengan membayar ongkos titip.

Jika bioskop buyar, maka malam itu dipenuhi dengan sepeda-sepeda yang lalu-lalang, kembali ke rumah mereka masing-masing.

Biasanya, waktu nonton, aku cuma jalan kaki, sebab gedung Bioskop sangat dekat dengan rumahku.

Kamis, 12 Mei 2011

Peta Ngunut di Mister Map dot Com



Temukan peta NGUNUT (lagi), di MISTER STRIP MAP DOT COM.

Klik tombol '+' atau '-' untuk memperbesar atau mengecilkan peta.



Tidak semua desa pernah kudatangi waktu aku masih tinggal di Ngunut. Beberapa nama hanya sempat kudengar saja.

- Rejotangan - tempat ini ada makam warga Tionghoa (Cina), keluargaku (nenek, papa-mamaku) juga dimakamkan di 'Bong Pay' di sana.

- Panjererjo - aku punya teman SMP, yang dulu sering diledek teman2 sekelas karena dia gagap, kalau tak salah ingat, namanya 'Waluyo'. Aku tidak ikut2an meledek dia, takut 'hukum karma'! Di mana ya pak Waluyo berada?

- Sumber Gempol - tempat ini selalu kulewati kala aku berangkat dan pulang sekolah SMA dulu, bersepeda dari rumah.

dan lain-lain.

Rabu, 11 Mei 2011

Angkasa Nirwana Photo - Jl. Recobarong Ngunut



Browsing soal gambar-gambar Ngunut, temukan situs ini, blog tentang usaha photo di Jl. Recobarong Ngunut.

Alamat : Jl. Recobarong No. 24 Ngunut
e-mail : angkasamultimedia@yahoo.com
contact person : 0355-397 085 / 081 216 010 362

Lagu Sebelum Kau Pergi

Pagi ini, di radio (dalam perjalanan berangkat ke kantor), di bis kota,
kudengar lagi :

Sebelum Kau Pergi

Ucapkan sayang sebelum kau pergi
ucapkan sayang, oh sekali lagi
biar hatiku tabah menjalani
selama kau jauh dari aku ini

Selamat jalan sayang
rindukanlah diriku
bisikanlah namaku
sebelum dirimu tidur

Selamat jalan sayang
percayalah padaku
ku kan sabar menunggu
sampai kau kembali

Cium keningku penuh perasaan
tatap mataku saat perpisahan
biar hatiku tabah menjalani
selama kau jauh dari aku ini

Selamat jalan sayang
rindukanlah diriku
bisikanlah namaku
sebelum dirimu tidur

Selamat jalan sayang
percayalah padaku
ku kan sabar menunggu
sampai kau kembali


Teks diambil dari blog ini.

Selasa, 10 Mei 2011

SENTRA GENTENG TULUNGAGUNG


Selasa, 26 April 2011 | 11:18 oleh Diade Riva Nugrahani

SENTRA GENTENG TULUNGAGUNG

Sentra genteng Tulungagung: Mencetak tanah menjadi duit (1)

Tak banyak yang tahu bahwa Desa Sumberingin Kulon, Tulungagung, Jawa Timur, merupakan salah satu daerah penghasil utama genteng di Jawa Timur. Salah satu desa di Kecamatan Ngunut, Tulungagung ini, menghasilkan jutaan genteng sebulan, dan memasok kebutuhan genteng di Surabaya, Malang, dan Bali.

Banyak orang mengenal Tulungagung hanya sebagai penghasil marmer dan batu oniks. Marmer asal kabupaten yang terletak di 154 kilometer barat daya kota Surabaya ini berhasil menembus pasar ekspor hingga Jepang dan Italia. Tulungagung, terutama di Kecamatan Ngunut, pun terkenal sebagai sentra industri kecil.

Kecamatan yang ada di wilayah paling timur Tulungagung ini memiliki luas 37,7 km² dan terdiri dari 18 desa kecil yang kebanyakan merupakan sentra-sentra industri kecil nan produktif.

Purnomo, Kepala Seksi Pembangunan dan Perekonomian Kecamatan Ngunut menjelaskan, Ngunut memiliki minimal empat sentra industri kecil yang sebagian hasil produksinya sudah diekspor ke beberapa negara. "Pasar lokalnya mencakup Surabaya, Semarang, Kalimantan, dan Bali," kata Purnomo.

Sumber Gempol, misalnya, merupakan penghasil produk peralatan rumah tangga seperti gantungan baju, keset, dan parut tradisional. Desa Kaliwungu merupakan penghasil kerajinan logam dan knalpot. Sedangkan Desa Ngunut adalah pusat peralatan dapur seperti penggorengan dan penjepit kue.

Selain desa-desa itu, masih ada Sumberingin Kulon, desa yang terkenal karena gentengnya. Sumberingin Kulon merupakan desa dengan lahan tersempit di Kecamatan Ngunut. Luasnya hanya 1,16 km² dibandingkan dengan desa lain yang memiliki luas wilayah 6 km² sampai 10 km².

Sebanyak 2.419 penduduk menghuni Sumberingin Kulon. Kebanyakan penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai petani dan pelaku industri rumahan.

Mengakses Sumberingin Kulon sangat mudah. Dari Stasiun Tulungagung atau terminal bus di Tulungagung, Anda bisa menaiki bus kecil yang melintasi Tulungagung-Blitar.

Jalanan menuju desa-desa di kecamatan Ngunut hanya bisa dilalui kendaraan pribadi baik itu motor atau pun mobil. Maklum, tidak ada angkutan umum yang melintas antardesa.

Sejak dulu Sumberingin Kulon yang berjarak empat kilometer ke pusat kota ini sudah terkenal sebagai penghasil genteng. Sekitar 150 kepala keluarga melakoni usaha rumahan ini.

Sukamto, salah seorang perajin genteng, mengatakan, profesi pembuat genteng memang sudah turun temurun di desa Sumberingin. "Kebanyakan mewarisi pekerjaan orang tuanya sebagai pembuat genteng," kata Sukamto.

Para penduduk Sumberingin Kulon memanfaatkan lahan tanah milik keluarga untuk mengembangkan usaha pembuatan genteng ini. Maklum, tak hanya membutuhkan lahan yang luas, pembuatan genteng juga memerlukan bangunan-bangunan lain sebagai pendukung proses produksi, seperti tungku pembakaran dan bangunan untuk menjemur genteng sebelum genteng dibakar.

Meski pembuatan genteng di Sumberingin Kulon masih sederhana, jumlah produksi genteng dari desa ini tak kalah dengan bikinan pabrik. Bayangkan, satu rumah bisa memproduksi sekitar 50.000 genteng setiap bulan. Dengan hitungan kasar, dehttp://www.blogger.com/img/blank.gifsa ini mampu memproduksi hingga 7,5 juta genteng saban bulan.

(Bersambung)

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut. Ketentuan lebih lengkap silakan simak Terms of Use "

Kontan Representative
IKLAN 021-5367-9599 ext. 6137 |
TELP. REDAKSI 021-535-7636, 532-8134|
moderator@kontan.co.id|

Diambil dari KONTAN ONLINE