Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Senin, 13 Juni 2011

Laron Goreng

Dalam perjalanan pulang dari kantor sore ini, tiba-tiba ingatanku melayang ke makanan yang dulu pernah kumakan di desa Ngunut. Mohon maaf, jika tulisan ini sedikit membuat pembaca 'jijik'... sebab makanan yang kuingat adalah 'laron goreng'.

Ya, dikala hujan telah reda, biasanya pada awal-awal musim hujan itu, selalu keluar laron-laron dari dalam tanah, sebab mereka harus membentuk koloni 'rayap' yang baru. Orang-orang desa mengumpulkan laron2 itu dan . . . (maaf) mengorengnya. Rasanya gurih. Tapi memang tidak semua orang 'tahan' memakannya. Jika tidak tahan, bisa menimbulkan gatal-gatal di kulit, semacam alergi.

Sorry, ingatan akan 'makan laron goreng' muncul begitu saja.

Istrikupun (walau dia juga pernah dibesarkan di desa), sangat heran dengan kemampuanku untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang aneh-aneh : misalnya sate bekicot / siput, laron, larva tawon, dsb. Sorry...

0 komentar:

Poskan Komentar