Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Minggu, 19 Juni 2011

Naik ayunan tidak bisa berhenti

Luar biasa, memoryku masih mengingat peristiwa ini : waktu aku masih duduk di TK.

Saat istirahat, biasanya kami keluar kelas dan bermain. Permainan yang ada sangat umum : ayunan (bhs. Jawa = bandulan), jungkat-jungkit dan pasir. Eh, aku ingat, dulu ada juga kuda-kudaan dari kayu, kalau tidak salah. Tapi aku termasuk penakut, jadi tidak mau beresiko naik kuda-kudaan itu. Ada yang mengatakan itu berbahaya, bisa jatuh.

Dan, jangan lupa, tindakan kekerasan dari murid-murid lain juga tidak kusukai. Aku bahkan sering menganggap diriku anak kecil yang cengeng, mudah menangis jika diganggu oleh temanku.

Nah, suatu hari, waktu aku main ayunan, mungkin karena terlalu asyik, aku didorong teman-teman, sampai berayun sangat tinggi! Dan, saat bel masuk berbunyi, aku tidak mampu menghentikan ayunan itu. Eh... teman-temanku juga tidak membantu dan membiarkan aku terus terayun-ayun, sampai beberapa menit! Dengan ketakutan aku masuk kelas, dan sambil malu-malu minta ijin ke ibu guru...

Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan waktu di TK! (1973-an)

Mungkin anda teringat juga pengalaman masa kecil kita yang tak terlupakan? Silakan meninggalkan komentar atau share di sini, atau di facebook Anda!

0 komentar:

Poskan Komentar