Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Rabu, 24 Agustus 2011

Perang Mercon Sreng Dor



Gambar diambil dari sini.
Ingatanku muncul saat menjelang Lebaran dan bulan puasa seperti sekarang ini. Dulu, waktu di Ngunut, pernah ikut perang 'mercon Sreng Dor' bersama anak-anak. Waktu itu rumahku sudah pindah di Jl. Recobarong.

Mercon ini dibuat dengan 'buntut lidi' yang panjang. Biasanya dipasang di sebuah kawat jemuran. (Oh ya, kawat ini juga ada di belakang rumahku yang pertam di Jl. Raya dan yang ke dua, di Jl. Recobarong!) Ah... jadi ingat almarhum mamaku... yang suka menjemur pakaian kami semua....

Waktu dinyalakan sumbunya, maka 'mercon sreng dor' ini akan melesat ke angkasa bagaikan roket. Terbang, dan di udara dia meledak 'DOR'! (Ah, jadi ingat mercon bantingan - yang harus dibanting untuk meledakkannya).

Mercon Sreng Dor ini kami gunakan untuk 'perang-perangan' di malam hari, saling mengirimkan mercon menyala ini ke arah lawan.

0 komentar:

Poskan Komentar