Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Jumat, 05 Agustus 2011

Biskuit campur

http://www.blogger.com/img/blank.gif
Tadi malam, sewaktu beli snack 'pillow-keju' buat Sammy, dan 2 macam snack lainnya, sementara istriku membayar, aku teringat hal ini :

Tetanggaku di rumah pertama dulu, di kanan rumah kami, adalah penjual kue basah dan kue kering. Kami memanggil nenek itu dengan sebutan 'Wak'. Mereka berjualan kue mangkok, kue thok, pukis, dst, yang sangat terkenal, sebab seringkali pembeli-pembeli dari luar kota berbelanja di situ.

Nah, kalau lebaran seperti sekarang ini, omzet kue kering - dan biskuit - meningkat. Biasanya, setelah bulan puasa selesai, keluarga mereka memberi kami 'biskuit campur', yaitu biskuit2 yang tidak terjual, di dalam plastik besar, dengan aneka rasa ! Kenangan yang tak terlupakan!

(Gambar diambil dari sini)



Pada peta sederhana ini, rumah 'Wak De' ada di sebelah kanan rumahku (kuning), yaitu rumah yang warna hijau. Di antara rumah kami adalah rumah temanku, Yeremia, "Toko Subur".

0 komentar:

Poskan Komentar