Sekali lagi, Facebook dan internet mempertmukan aku dengan warga Ngunut, desaku tercinta. Lewat Facebook, dia mengajakku menjadi teman, dan ternyata dia adik dari Joko, warga Ngunut!
Semua catatan dan kenanganku tentang tempat kelahiranku (1968), sebuah desa kecamatan bernama : Desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. (All my memories about my village, where I was born 43 years ago : Ngunut, Tulungagung, East Java, Indonesia)
Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Jumat, 20 Januari 2012
Kristin warga Ngunut
Sekali lagi, Facebook dan internet mempertmukan aku dengan warga Ngunut, desaku tercinta. Lewat Facebook, dia mengajakku menjadi teman, dan ternyata dia adik dari Joko, warga Ngunut!
Rabu, 04 Januari 2012
Chatting dan telepon dengan Mr. Ahsan
Hari ini, kontak lewat HP dengan mantan teman SMAku, Ahsan Sri Hasta, yang sekarang tinggal di kota Madiun.
Semalam, lewat FACEBOOK dia mengkontakku dan meminta utk install program VIDEO di laptopku. Tapi belum kulaksanakan karena ngantuk.
Kami sama-sama 'kangen' dan rindu untuk bertemu...
Semalam, lewat FACEBOOK dia mengkontakku dan meminta utk install program VIDEO di laptopku. Tapi belum kulaksanakan karena ngantuk.
Kami sama-sama 'kangen' dan rindu untuk bertemu...
Minggu, 01 Januari 2012
Pasar Ngunut




Dalam perjalanan kami sekeluarga ke Blitar, 26 Desember s.d. 29 Desember 2011, kami menyempatkan diri mampir ke pasar Ngunut, untuk makan nasi pecel dan lodeh 'khas' pak Kamari. Catatan lengkap, bisa dilihat di blog ini.
Anda mungkin punya pengalaman soal Ngunut Tulungagung, monggo kalau ada waktu silakan kontak2 saya dan bagi2 foto dan pengalaman Anda... untuk anak cucu kita kelak...
Kamis, 10 November 2011
Foto alm. Pdt. S. Sadrach

Dari account Facebook Pdt. Jontu Dongalemba, aku menemukan foto kuno almarhum Pdt. S. Sadrach, gembalaku (pendetaku) di desa Ngunut dulu. Beliau duduk di sebelah paling kanan.
Mereka adalah orang-orang yang menyerahkan 'diri' dan 'hidup' mereka untuk melayani TUHAN, bekerja demi pelebaran Kerajaan Allah!
Kamis, 27 Oktober 2011
Permen karet masa kecil
Dari sebuah blog, temukan PERMEN KARET waktu kecilku dulu... sangat menyenangkan!
Waktu itu, kami masih duduk di bangku SD. Mainan sangat sederhana, demikian juga dengan makanan dan minuman. Ini adalah permen karet yang sering kami beli, dan dilengkapi dengan tatto sementara - temporary tatto - di bungkus permen itu.
Untuk 'menempelkan' gambar / tatto itu, cukup dengan mengoleskan sedikit air di kulit kita, kemudian tatto itu kita tempelkan, dengan posisi gambar menempel kulit kita. Gosok-gosok perlahan, dan setelah kita melepaskan kertas - bungkus - itu, maka 'gambar sudah menempel di badan kita! Cool abis - setidaknya untuk waktu-waktu itu!
Waktu itu, kami masih duduk di bangku SD. Mainan sangat sederhana, demikian juga dengan makanan dan minuman. Ini adalah permen karet yang sering kami beli, dan dilengkapi dengan tatto sementara - temporary tatto - di bungkus permen itu.
Untuk 'menempelkan' gambar / tatto itu, cukup dengan mengoleskan sedikit air di kulit kita, kemudian tatto itu kita tempelkan, dengan posisi gambar menempel kulit kita. Gosok-gosok perlahan, dan setelah kita melepaskan kertas - bungkus - itu, maka 'gambar sudah menempel di badan kita! Cool abis - setidaknya untuk waktu-waktu itu!
Jumat, 21 Oktober 2011
Rabu, 19 Oktober 2011
Menggapaimu
Barusan, ada pengamen yang nyanyikan lagu ini, yang dulu juga sering kunyanyikan dan aku mainkan gitarnya.... entah apa judulnya. Setelah bbrp menit cari-cari di 'mbah Google', temukan teks ini di sebuah blog...
nyanyi kecil burung kenari
indah bagai simfoni
ehm.. damai di hati
indah bagai simfoni
ehm.. damai di hati
butir-butir embun menetes basahi dedaunan..
bunga-bunga mekar bersemi..
selamat pagi kau mentari
sinarmu berseri
kau membuka hari ceria..
sinarmu berseri
kau membuka hari ceria..
hangatilah hati ini,
dari kebekuan..
dari kegelapan yang hitam..
yang kelam..
dari kebekuan..
dari kegelapan yang hitam..
yang kelam..
kusambut ceria bersama sinarmu
kututupkan buku harian penuh dengan derita
selamat tinggal masa yang suram
kututupkan buku harian penuh dengan derita
selamat tinggal masa yang suram
Diambil dari blog temanku, di sini.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Film Mask of Zorro
Nonton film tv, Transtv "The Mask Of Zorro" malam ini, pasti mengingatkanku pada film TV-hitam putih, tahun 1978an yang kutonton di desa Ngunut, waktu aku masih SD dulu.
Kamis, 22 September 2011
Teman dari Ngunut
Minggu siang, 18 September 2011, sepulang dari gereja, kulihat seorang pemuda dari Ngunut makan bakso di tengah ramainya lalu lintas dan anggota jemaat gereja kami pulang dari kebaktian hari itu.
Aku memang mengenal anak ini, sebab beberapa kali membantu beberapa kegiatan di gereja ku.
Ternyata, dia juga dalam masa 'mencari pekerjaan' di kota Surabaya ini. Akupun, teringat pada tahun 1986 waktu aku menginjakkan kaki ke kota besar Surabaya, dengan tekad dan tujuan yang sama...
Yah... semoga berhasil teman!
Senin, 12 September 2011
Makanan Desa
Makanan desaku pasti tidak akan kulupakan. Bahkan, di kota besar ini, aku tidak bisa menemukan makanan seenak di desaku!
Sabtu, 10 September 2011
Belajar Organ / Keyboard
Waktu aku SMA, di salah satu ruangan, ada piano tua yang rusak. Aku sering curi-curi menggunakan piano itu, sekedar menghafalkan chord-chord yang kukenal.
Di desa Ngunut, dulu pernah 'musim' beli organ / keyboard. Kusebut 'musim', sebab bahasa sekarang adalah 'tren'. Jika musim Badminton (bulu tangkis), maka orang-orang beramai-ramai main bulu tangkis.
Nah, 'musim keyboard' ini membuatku memiliki banyak kesempatan melatih skill pianoku, sebab beberapa orang yang kukenal memberiku kesempatan memainkan keyboard mereka, sebab mereka 'beli' tapi 'tidak bisa pakai'...
Sewatku di Surabaya, aku juga sering main di Tunjungan Plaza, pada stand-stand / counter penjual piano - keyboard, tentu dengan seijin petugas (sales) yang menjaga di situ.
Di desa Ngunut, dulu pernah 'musim' beli organ / keyboard. Kusebut 'musim', sebab bahasa sekarang adalah 'tren'. Jika musim Badminton (bulu tangkis), maka orang-orang beramai-ramai main bulu tangkis.
Nah, 'musim keyboard' ini membuatku memiliki banyak kesempatan melatih skill pianoku, sebab beberapa orang yang kukenal memberiku kesempatan memainkan keyboard mereka, sebab mereka 'beli' tapi 'tidak bisa pakai'...
Sewatku di Surabaya, aku juga sering main di Tunjungan Plaza, pada stand-stand / counter penjual piano - keyboard, tentu dengan seijin petugas (sales) yang menjaga di situ.
Upacara Bendera
Melihat bendera Merah Putih, selalu teringat waktu sekolah dulu, tiap hari Senin kita pasti mengikuti upacara. Baik di SD, SMP, SMA...
Senin, 05 September 2011
Pernah makan nasi kecap?
Jawab pertanyaan rekan di Yahoo Answer Indonesia :
Pernah, (rasanya banyak yg ngalami juga).
Waktu itu sekiar tahun 1980-1985 pas aku masih SMA, di desa Ngunut, Tulungagung.
Papaku meninggal tahun 1982, dan mamaku harus banting tulang membiayai 4 orang anaknya. Aku anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Makan ya untung kakak laki2ku belajar bekerja - sampe ga lanjutin sekolah.
Aku sekolah dibantu oleh pamanku dari Surabaya, tiap bulan dikirimi wesel 10 ribu, 3,5 ribu utk SPP, sisanya buat transport.
Aku kerja di perpustakaan milik tetanggaku. Gaji 15 ribu. Dan, kalau pas ga punya uang, memang makan nasi + kecap manis dan kadang sambel goreng kering
Pas aku nekad mencari pekerjaan di Surabaya, tahun 1986 lulus SMA, ga bisa kuliah, aku pernah makan cuma KOLAK KETAN saja sore hari (siang makan di tempat kerja). Dan kalau pergi-pergi cuma jalan kaki, ga bisa naik becak atau mikrolet.
.
Tapi mari kita bersyukur, kalau sekarang kita hidup secara sehat!
Sukses buat Anda!
Tolong jawab,..buat pelajaran,di dlm kehidupanKu.....apa adanya ya?
Pernah gak,kamu mengalami kesulitan hidup,
sampe makan aza,cuma pake
krupuk ama kecap doang.???
Tanks banget yg udah mau
berbagi,
yg gak jwb,jg gapapa kok.
Sorry klo pertanyaan ini
gak lazim.
sampe makan aza,cuma pake
krupuk ama kecap doang.???
Tanks banget yg udah mau
berbagi,
yg gak jwb,jg gapapa kok.
Sorry klo pertanyaan ini
gak lazim.
Pernah, (rasanya banyak yg ngalami juga).
Waktu itu sekiar tahun 1980-1985 pas aku masih SMA, di desa Ngunut, Tulungagung.
Papaku meninggal tahun 1982, dan mamaku harus banting tulang membiayai 4 orang anaknya. Aku anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Makan ya untung kakak laki2ku belajar bekerja - sampe ga lanjutin sekolah.
Aku sekolah dibantu oleh pamanku dari Surabaya, tiap bulan dikirimi wesel 10 ribu, 3,5 ribu utk SPP, sisanya buat transport.
Aku kerja di perpustakaan milik tetanggaku. Gaji 15 ribu. Dan, kalau pas ga punya uang, memang makan nasi + kecap manis dan kadang sambel goreng kering
Pas aku nekad mencari pekerjaan di Surabaya, tahun 1986 lulus SMA, ga bisa kuliah, aku pernah makan cuma KOLAK KETAN saja sore hari (siang makan di tempat kerja). Dan kalau pergi-pergi cuma jalan kaki, ga bisa naik becak atau mikrolet.
.
Tapi mari kita bersyukur, kalau sekarang kita hidup secara sehat!
Sukses buat Anda!
Senin, 29 Agustus 2011
Foto Paduan Suara Kaum Muda Gerejaku
Minggu, 28 Agustus 2011
Ketan Pecel
TAdi, sepulang dari membeli makanan dan minuman di pasar Progo, daerah eepuh Permai, mendadak ingat makanan di desa Ngunut dulu : Pecel diberi ketan atau ketan pecel! wahhhhh
Rabu, 24 Agustus 2011
Penyewaan Game Watch
Jaman dulu ada game yang namanya "GAME WATCH', sejenis NINTENDO Gameboy, tapi lebih sederhana. Dan harus diisi dayanya dengan baterai 2 keping.
Ada juga orang yang menyewakan game-game ini dekat sekolahan SD ku dulu. Membayar dan memainkan game ini sepulang sekolah merupakan kegiatan teman-temanku.
Ada juga orang yang menyewakan game-game ini dekat sekolahan SD ku dulu. Membayar dan memainkan game ini sepulang sekolah merupakan kegiatan teman-temanku.
Perang Mercon Sreng Dor
Gambar diambil dari sini.
Ingatanku muncul saat menjelang Lebaran dan bulan puasa seperti sekarang ini. Dulu, waktu di Ngunut, pernah ikut perang 'mercon Sreng Dor' bersama anak-anak. Waktu itu rumahku sudah pindah di Jl. Recobarong.
Mercon ini dibuat dengan 'buntut lidi' yang panjang. Biasanya dipasang di sebuah kawat jemuran. (Oh ya, kawat ini juga ada di belakang rumahku yang pertam di Jl. Raya dan yang ke dua, di Jl. Recobarong!) Ah... jadi ingat almarhum mamaku... yang suka menjemur pakaian kami semua....
Waktu dinyalakan sumbunya, maka 'mercon sreng dor' ini akan melesat ke angkasa bagaikan roket. Terbang, dan di udara dia meledak 'DOR'! (Ah, jadi ingat mercon bantingan - yang harus dibanting untuk meledakkannya).
Mercon Sreng Dor ini kami gunakan untuk 'perang-perangan' di malam hari, saling mengirimkan mercon menyala ini ke arah lawan.
Budi Santoso, teman SMAku
Wong Ngunut - lagi
Ketemu lagi dengan 'bocah Ngunut'. Namanya Christian. Dia datang ke Surabaya, mencari pekerjaan. Dan selama waktu 'menunggu' mulai bekerja, dia membantu di gereja saya, GPT "Kristus Ajaib" Jl. Johor 47 Surabaya.
Sabtu, 20 Agustus 2011
Hadi Siswanto, teman SMAku dari Ngunut!
Kamis, 18 Agustus 2011
Cover majalah STAR TREK
Waktu masih SD, tinggal di rumah pertamaku (Jl. Raya Ngunut), aku pernah dibelikan papaku majalah / komik Startrek ini (sebelah kanan).
Gambar ini kuambil dari situs COVER BROWSER yang menyediakan banyak scan cover komik2 dan majalah2. Kenangan akan film Star Trek di tv, sangat kuat dalam hidupku. Aku bahkan sering membayangkan bekerja di STAR FLEET, dan menjadi salah satu crew pesawat Enterprise, menjelejah ke bintang-bintang di luar angkasa!
Hingga kini, belasan tahun berlalu, aku masih tetap jadi penggemar Star Trek.
Rabu, 17 Agustus 2011
Chatting dengan teman lama masa SMA
Malam ini eh pagi ini, senang sekali setelah ikuti acara 'begadang' warga Kepuh Permai untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 66 - besok hari - dan ngantuk berat, temukan kesempatan untuk chatting dengan teman SMAku dulu, Ahsan Sri Hasta lewat Facebook! Luar biasa teknologi ini!
Dan setelah dia tanya HPku, kuungkapkan 'kerinduanku' untuk bertemu teman2 lamaku semasa SMA... dikiriminya aku sms nomor2 telepon mereka! Luar biasa!
Rabu, 10 Agustus 2011
K o p r a
Apa yang terlintas di pikiranku sewaktu mengingat atau mendengar kata 'kopra' ?
Selain pelajaran di SMP dulu, di desaku ada beberapa tempat yang menampung kopra ini, yaitu kelapa-kelapa yang sudah diambil kulitnya, berbentuk daging kelapa. Dekat rumahku yang ke 2, di Recobarong juga ada penamung ini. Atau dekat toko SAHARA Ngunut.
Mereka menerima kelapa-kelapa itu, dagingnya saja, kemudian ditimbang. Dan diproses atau disetorkan ke tempat lain.
Yang menyenangkan, aku - dan beberapa anak-anak SD - sering main ke pemilik jasa itu, kemudian memilih (meminta) kelapa-kelapa yang masih muda, mencuci bersih daging kelapa itu ( bhs. Jawa = degan), dan . . . memakannya!
Juga senang sekali melihat kopra-kopra itu waktu di jemur... sangat banyak, berkilo-kilo!
Selain pelajaran di SMP dulu, di desaku ada beberapa tempat yang menampung kopra ini, yaitu kelapa-kelapa yang sudah diambil kulitnya, berbentuk daging kelapa. Dekat rumahku yang ke 2, di Recobarong juga ada penamung ini. Atau dekat toko SAHARA Ngunut.
Mereka menerima kelapa-kelapa itu, dagingnya saja, kemudian ditimbang. Dan diproses atau disetorkan ke tempat lain.
Yang menyenangkan, aku - dan beberapa anak-anak SD - sering main ke pemilik jasa itu, kemudian memilih (meminta) kelapa-kelapa yang masih muda, mencuci bersih daging kelapa itu ( bhs. Jawa = degan), dan . . . memakannya!
Juga senang sekali melihat kopra-kopra itu waktu di jemur... sangat banyak, berkilo-kilo!
Main Gambar Umbul
Jaman SD-ku dulu, salah satu permainan yang menarik bagiku adalah gambar Umbul, gambar kecil2 yang digunting, kemudian di'adu'.
Kini gambar itu menjadi barang koleksi yang langka, dan dijadikan hal yang berharga oleh beberapa orang di negara kita.
Kini gambar itu menjadi barang koleksi yang langka, dan dijadikan hal yang berharga oleh beberapa orang di negara kita.
Langganan:
Postingan (Atom)



