Waktu SD (1974-1980) aku sering main di adik kelasku, dia anak pemilik toko bernama "SAHABAT", dekat pasar Ngunut, dekat bioskop Niagara.
Yang kuingat, anak laki-laki ini punya kakak perempuan. Dan, wahhh nama ke duanya tidak kuingat sama sekali... (sorry). Yang kuingat, dia punya mainan berbentuk baju SUPERMAN! Dan, itu sangat kusukai pada jaman seperti itu, bertepatan dengan diluncurkannya film SUPERMAN THE MOVIE!
Semua catatan dan kenanganku tentang tempat kelahiranku (1968), sebuah desa kecamatan bernama : Desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. (All my memories about my village, where I was born 43 years ago : Ngunut, Tulungagung, East Java, Indonesia)
Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Tampilkan postingan dengan label Masa kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa kecil. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 Agustus 2011
Selasa, 26 Juli 2011
Hotwheel

Gambar diambil dari sini.
Melihat gambar-gambar seperti ini, teringat dulu di desaku aku juga punya tetangga yang sering beli mainan mobil2an, tentang mereknya aku lupa. Dia sekolah di Tulungagung, orang tuanya bisnis 'kacang shanghai'. Mungkin merknya MAJORETTE atau apa lupa. Koleksinya banyak, berkotak-kotak. Kalau dia liburan dan pulang ke desa Ngunut, dia mengajakku main mainan mobil2an spt itu.
Isi komen di blog ini.
Minggu, 19 Juni 2011
Naik ayunan tidak bisa berhenti
Luar biasa, memoryku masih mengingat peristiwa ini : waktu aku masih duduk di TK.
Saat istirahat, biasanya kami keluar kelas dan bermain. Permainan yang ada sangat umum : ayunan (bhs. Jawa = bandulan), jungkat-jungkit dan pasir. Eh, aku ingat, dulu ada juga kuda-kudaan dari kayu, kalau tidak salah. Tapi aku termasuk penakut, jadi tidak mau beresiko naik kuda-kudaan itu. Ada yang mengatakan itu berbahaya, bisa jatuh.
Dan, jangan lupa, tindakan kekerasan dari murid-murid lain juga tidak kusukai. Aku bahkan sering menganggap diriku anak kecil yang cengeng, mudah menangis jika diganggu oleh temanku.
Nah, suatu hari, waktu aku main ayunan, mungkin karena terlalu asyik, aku didorong teman-teman, sampai berayun sangat tinggi! Dan, saat bel masuk berbunyi, aku tidak mampu menghentikan ayunan itu. Eh... teman-temanku juga tidak membantu dan membiarkan aku terus terayun-ayun, sampai beberapa menit! Dengan ketakutan aku masuk kelas, dan sambil malu-malu minta ijin ke ibu guru...
Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan waktu di TK! (1973-an)
Mungkin anda teringat juga pengalaman masa kecil kita yang tak terlupakan? Silakan meninggalkan komentar atau share di sini, atau di facebook Anda!
Saat istirahat, biasanya kami keluar kelas dan bermain. Permainan yang ada sangat umum : ayunan (bhs. Jawa = bandulan), jungkat-jungkit dan pasir. Eh, aku ingat, dulu ada juga kuda-kudaan dari kayu, kalau tidak salah. Tapi aku termasuk penakut, jadi tidak mau beresiko naik kuda-kudaan itu. Ada yang mengatakan itu berbahaya, bisa jatuh.
Dan, jangan lupa, tindakan kekerasan dari murid-murid lain juga tidak kusukai. Aku bahkan sering menganggap diriku anak kecil yang cengeng, mudah menangis jika diganggu oleh temanku.
Nah, suatu hari, waktu aku main ayunan, mungkin karena terlalu asyik, aku didorong teman-teman, sampai berayun sangat tinggi! Dan, saat bel masuk berbunyi, aku tidak mampu menghentikan ayunan itu. Eh... teman-temanku juga tidak membantu dan membiarkan aku terus terayun-ayun, sampai beberapa menit! Dengan ketakutan aku masuk kelas, dan sambil malu-malu minta ijin ke ibu guru...
Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan waktu di TK! (1973-an)
Mungkin anda teringat juga pengalaman masa kecil kita yang tak terlupakan? Silakan meninggalkan komentar atau share di sini, atau di facebook Anda!
Sabtu, 14 Mei 2011
Soto Kupat
Ini makanan yang sering dibeli papaku kalau malam hari dia bangun. Penjualnya orang Madura, dia biasa memikul jualannya, berkeliling di malam hari.
Kupat / ketupat yang dijual, melengkapi soto madura-nya. Dan, kalau aku juga bangun, papaku membelikanku juga.
Tak akan pernah kulupakan 'rasa' soto itu! Apalagi dagingnya yang lembut dan 'kulit' dan lain-lainnya. Trus, suara gemerincing bel-bel yang ditaruhnya di tempat dia jualan, selalu terdengar di malam hari...
Label:
Makanan Favorit Ngunut,
Masa kecil,
Masa SD
Kamis, 05 Mei 2011
Rabu, 27 April 2011
Rumah Nenekku di desa
Aku teringat, dulu nenekku (ibu dari mamaku) punya rumah kecil di dekat rel kereta api. Aku waktu pulang sekolah sering menemani nenek di sana. Oh ya, rumah ini sepertinya yang ada di foto pernikahan ke dua orang tuaku tahun 1966 silam?
Rumah itu sederhana, ada ruang tamu, bale, kursi tamu dan meja, dan beberapa kamar (aku lupa). Dindingnya dari anyaman bambu (bhs. jawa : Gedheg).
Yang kuingat, waktu pulang dari rumah itu, (nenek tidak tidur di sana, tapi tidur di rumah tanteku - bibiku / adik mamaku, Bu Lek Tie - A ik Ti di jalan Raya II Ngunut), nenek sebelum menutup pintu selalu menghentakkan kakinya ke tanah 3 kali.
Waktu ku tanya ke nenek, apa alasanya selalu berbuat hal itu, beliau menjawab "Supaya Selamat..."
(Oh gitu caranya supaya selamat... doa menjejakkan kaki ke tanah 3 kali - pikirku)
Rumah itu sederhana, ada ruang tamu, bale, kursi tamu dan meja, dan beberapa kamar (aku lupa). Dindingnya dari anyaman bambu (bhs. jawa : Gedheg).
Yang kuingat, waktu pulang dari rumah itu, (nenek tidak tidur di sana, tapi tidur di rumah tanteku - bibiku / adik mamaku, Bu Lek Tie - A ik Ti di jalan Raya II Ngunut), nenek sebelum menutup pintu selalu menghentakkan kakinya ke tanah 3 kali.
Waktu ku tanya ke nenek, apa alasanya selalu berbuat hal itu, beliau menjawab "Supaya Selamat..."
(Oh gitu caranya supaya selamat... doa menjejakkan kaki ke tanah 3 kali - pikirku)
Label:
Kenangan,
Masa kecil,
Masa SD,
Nenekku
Selasa, 19 April 2011
Terang Bulan
Di desa kami, walau tidak seperti desa-desa yang kubaca di buku-buku, kalau malam ada 'Bulan Purnama', sering kami juga bermain-main di halaman rumah. Kadang kami main petak umpet, dan sering main hantu-hantuan. Tetanggaku, cewek bernama Emmy Martini menguraikan rambutnya dan dia berperan jadi hantu... cukup menyenangkan waktu itu...
Rabu, 13 April 2011
Stiker Superman
Dulu, waktu masih duduk di SD, aku pernah punya stiker favorit, bergambar Superman yang dirantai. Dan ini stiker 3 dimensi, yang kalau kita gerak-gerakkan maka akan berganti gambarnya.
Senin, 11 April 2011
Acara televisi
Beberapa acara televisi yang dulu masih ditayangkan di televisi hitam putih :
1. Batman Robin
2. Zorro
3. Combat - hari Minggu - film perang
4. Rin Tin Tin

5. Scooby Doo
6. Rocket Robin Hood

7. Bonanza
8. Hawaii-Five-O
9. Jungle Jim - Mirip 'Indiana Jones'. Aku sangat kagum melihatnya berenang di sungai dan bertempur melawan buaya!
10. The man from Atlantis

11. Time Tunnel - perjalanan waktu melalui terowongan waktu.

12. Voyage to the Bottom of the Sea - kisah kapal selam.
13. Star Trek Classic - ini film tv favoritku sepanjang masa kecilku! Tentang sekelompok orang yang berkelana ke luar angkasa dengan pesawatnya!
14. Casper, hantu cilik yang susah mendapat teman.
15. The Six Million Dollar Man

16. The Bionic Woman
17.

Zaman tv berwarna mulai muncul : (1983)
1. Land of the Giant

2. Battle Star Gallactica
3. Starsky and Hutch
4. The A-Tem

5. The Avengers
6. Charlie's Angels
7. Chips
dan lain-lain (aku jarang nonton)
Dan banyak lagi, tentu susah mengingatnya satu persatu. Tetapi jika ingat, akan kutambahkan di post ini
Oh ya, selain film, televisi hitam putih dulu juga merupakan hiburan yang sangat mewah. Dan, jarang orang yang punya di desaku. Aku ingat, kalau pas ada pertandingan tinju juara dunia Muhammad Ali, maka seluruh desa menontonnya!
Juga, aku mengenal lagu-lagu jadul waktu itu = Widuri, Liku-liku kehidupan, Koes Plus dan sejenisnya.
1. Batman Robin
2. Zorro
3. Combat - hari Minggu - film perang
4. Rin Tin Tin

5. Scooby Doo
6. Rocket Robin Hood

7. Bonanza
8. Hawaii-Five-O
9. Jungle Jim - Mirip 'Indiana Jones'. Aku sangat kagum melihatnya berenang di sungai dan bertempur melawan buaya!
10. The man from Atlantis

11. Time Tunnel - perjalanan waktu melalui terowongan waktu.

12. Voyage to the Bottom of the Sea - kisah kapal selam.
13. Star Trek Classic - ini film tv favoritku sepanjang masa kecilku! Tentang sekelompok orang yang berkelana ke luar angkasa dengan pesawatnya!
14. Casper, hantu cilik yang susah mendapat teman.
15. The Six Million Dollar Man

16. The Bionic Woman
17.

Zaman tv berwarna mulai muncul : (1983)
1. Land of the Giant

2. Battle Star Gallactica
3. Starsky and Hutch
4. The A-Tem

5. The Avengers
6. Charlie's Angels
7. Chips
dan lain-lain (aku jarang nonton)
Dan banyak lagi, tentu susah mengingatnya satu persatu. Tetapi jika ingat, akan kutambahkan di post ini
Oh ya, selain film, televisi hitam putih dulu juga merupakan hiburan yang sangat mewah. Dan, jarang orang yang punya di desaku. Aku ingat, kalau pas ada pertandingan tinju juara dunia Muhammad Ali, maka seluruh desa menontonnya!
Juga, aku mengenal lagu-lagu jadul waktu itu = Widuri, Liku-liku kehidupan, Koes Plus dan sejenisnya.
Selasa, 05 April 2011
Naik kereta api
Ingatan terlamaku (yang selalu kucoba kugali) pada waktu kecil (kalau sesuai foto kuno yang kupunya, kira-kira tahun 1974), waktu duduk di SD. Aku pernah diajak naik kereta api ke Surabaya, ke rumah pamanku (adik mama) alm. Andy Wibowo.
1. Nonton televisi hitam putih sampai malam.
2. Tidur di atas kasur spon (untuk pertama kalinya)
3. Mengaku bisa naik sepeda (padahal tidak bisa).
Dan, samar2 aku ingat, pulang naik kereta api ke Ngunut, dan lampu yang di dalam gerbong kayu itu dinyalakan, bukan lampu listrik!
1. Nonton televisi hitam putih sampai malam.
2. Tidur di atas kasur spon (untuk pertama kalinya)
3. Mengaku bisa naik sepeda (padahal tidak bisa).
Dan, samar2 aku ingat, pulang naik kereta api ke Ngunut, dan lampu yang di dalam gerbong kayu itu dinyalakan, bukan lampu listrik!
Senin, 04 April 2011
Penjual es dawet
Ada seorang penjual es dawet yang sering berjualan di dekat sekolah SD ku. Dia seorang bapak tua, dan mendorong gerobak esnya.
Yang paling kusukai waktu beli es cendol ini, selalu ada gula manis (gula Jawa - gula aren), yang kubiarkan ada di dasar gelas, dan kuminum terakhir kali!

Beberapa tahun berselang, bapak ini meninggal dunia, dan usahanya dilanjutkan oleh putranya. Cara minumku - ya sama! Kuminum bagian atas, dan gula (bhs. Jawa = juruh)nya kuminum terakhir!
Yang paling kusukai waktu beli es cendol ini, selalu ada gula manis (gula Jawa - gula aren), yang kubiarkan ada di dasar gelas, dan kuminum terakhir kali!
Beberapa tahun berselang, bapak ini meninggal dunia, dan usahanya dilanjutkan oleh putranya. Cara minumku - ya sama! Kuminum bagian atas, dan gula (bhs. Jawa = juruh)nya kuminum terakhir!
Label:
Kenangan,
Makanan Favorit Ngunut,
Masa kecil
Loper Majalah
Sewaktu aku masih duduk di bangku SD, di depan rumahku yang pertama (Jl. Raya II Ngunut), setiap sore selalu ada seorang bapak loper koran yang beristirahat di depan toko hijau, di seberang jalan.
Dia melepas lelah sambil menghisap rokok-nya dengan santai. Dia memang harus beristirahat, sebab baru saja mengayuh sepedanya dari kota Tulungagung (sekitar 13 km dari desa Ngunut).
Yang menyenangkan aku dan membuatku selalu menghampiri bapak ini adalah : dia selalu membawa setumpukan majalah-majalah baru dan koran-koran hari itu. Dia memang penjual koran. Aku memang tidak selalu punya uang untuk membeli majalah2 itu, tetapi cukup melegakan jika bisa 'mengintip' apa isinya.
Memang, pada waktu itu majalah, tabloid tidak sebanyak sekarang. Tapi, membaca adalah hobiku ! Dan, kadang jika pas punya uang, papaku (Gunawan) membelikan aku majalah-majalah itu yang sangat kunikmati : BOBO, KAWANKU, dsb.
(Kalau majalah HAI, aku tidak mampu beli, sering pinjam tetanggaku - teman SD - namanya Wicuk / Wicaksono).
Banyak majalah-majalah yang sangat mendorong semangatku untuk 'maju' hingga hari ini :
- MAJALAH HAI - penuh dengan cerita2 dan komik2 yang tak pernah kulupakan : Pendekar Trigan, Arad Maya, dan lain-lain.
- MAJALAH SENANG - berisikan cerita-cerita yang mendebarkan hati, walau gambarnya hanya 1 atau 2 saja.
- MAJALAH EPPO - penuh dengan komik2 luar negeri : STORM, Roel Djikstra, dan banyak lagi. Aku kenal dengan bahasanya / bunyi2an yang aneh : BOOM, RATTATTATA TATTA ,dsb!
Dia melepas lelah sambil menghisap rokok-nya dengan santai. Dia memang harus beristirahat, sebab baru saja mengayuh sepedanya dari kota Tulungagung (sekitar 13 km dari desa Ngunut).
Yang menyenangkan aku dan membuatku selalu menghampiri bapak ini adalah : dia selalu membawa setumpukan majalah-majalah baru dan koran-koran hari itu. Dia memang penjual koran. Aku memang tidak selalu punya uang untuk membeli majalah2 itu, tetapi cukup melegakan jika bisa 'mengintip' apa isinya.
Memang, pada waktu itu majalah, tabloid tidak sebanyak sekarang. Tapi, membaca adalah hobiku ! Dan, kadang jika pas punya uang, papaku (Gunawan) membelikan aku majalah-majalah itu yang sangat kunikmati : BOBO, KAWANKU, dsb.
(Kalau majalah HAI, aku tidak mampu beli, sering pinjam tetanggaku - teman SD - namanya Wicuk / Wicaksono).
Banyak majalah-majalah yang sangat mendorong semangatku untuk 'maju' hingga hari ini :
- MAJALAH HAI - penuh dengan cerita2 dan komik2 yang tak pernah kulupakan : Pendekar Trigan, Arad Maya, dan lain-lain.
- MAJALAH SENANG - berisikan cerita-cerita yang mendebarkan hati, walau gambarnya hanya 1 atau 2 saja.
- MAJALAH EPPO - penuh dengan komik2 luar negeri : STORM, Roel Djikstra, dan banyak lagi. Aku kenal dengan bahasanya / bunyi2an yang aneh : BOOM, RATTATTATA TATTA ,dsb!
Kamis, 31 Maret 2011
Televisi Berwarna
Televisi berwarna bukan hal yang baru saat ini. Namun, pada masa kecilku dulu, barang ini merupakah suatu 'keajaiban' bagi penduduk desa kami, yang biasanya nonton televisi hitam putih!
Sekitar tahun 1981an, sebuah televisi berwarna muncul dan dipajang di toko penjual alat-alat elektronik di desa Ngunut. Dan, banyak orang-orang desa (termasuk aku he he he) yang bela-belain nonton di toko itu, hanya untuk melihat gambar televisi yang berwarna!
Dan, beberapa waktu kemudian, muncul lagi produk baru : VIDEO KASET. Wah... sangat-sangat menghebohkan (bagiku hi hi hi).
Sekitar tahun 1981an, sebuah televisi berwarna muncul dan dipajang di toko penjual alat-alat elektronik di desa Ngunut. Dan, banyak orang-orang desa (termasuk aku he he he) yang bela-belain nonton di toko itu, hanya untuk melihat gambar televisi yang berwarna!
Dan, beberapa waktu kemudian, muncul lagi produk baru : VIDEO KASET. Wah... sangat-sangat menghebohkan (bagiku hi hi hi).
Senin, 28 Maret 2011
Pabrik Kacang di Ngunut (1975-1980an)
Di Ngunut, ada beberapa home industri yang memproduksi 'pabrik kacang shanghai' (begitu kami menyebutnya). Banyak merk-merk terkenal. Dan, salah seorang tetanggaku (beberapa rumah dari rumahku, ke kanan) juga menggoreng kacang2 itu setiap hari.
Mereka mempunyai beberapa karyawan yang bekerja di sana. Sepulang sekolah (SD), sering aku main ke sana - sebab anak pemilik rumah itu adalah temanku bernama Agus Wahyudi (biasa kami panggil Nyo Bie)...
Dan, sambil menyaksikan para pekerja yang menggoreng kacang2 itu, kadang kami mendapat beberapa rejeki - yang kami harapkan ha ha ha - berupa kacang sanghai gratis, dan bukan kacang yang dalam kondisi baik, bisa dijual. Yang kami terima dan makan dengan bebas adalah kacang yang 'rusak-tergabung-jadi-satu'... jadi besarrrr sebab kacang2 itu berlekatan satu sama lainnya.
No problem... yang penting - - - kacang gratis!
Dan... salah satu pabrik itu ada di WIKIMAP!

Contoh : Kacang Shanghai - atau Kacang Atom

Gambar diambil dari : INDONESIAN FOOD MART DOT COM.
Mereka mempunyai beberapa karyawan yang bekerja di sana. Sepulang sekolah (SD), sering aku main ke sana - sebab anak pemilik rumah itu adalah temanku bernama Agus Wahyudi (biasa kami panggil Nyo Bie)...
Dan, sambil menyaksikan para pekerja yang menggoreng kacang2 itu, kadang kami mendapat beberapa rejeki - yang kami harapkan ha ha ha - berupa kacang sanghai gratis, dan bukan kacang yang dalam kondisi baik, bisa dijual. Yang kami terima dan makan dengan bebas adalah kacang yang 'rusak-tergabung-jadi-satu'... jadi besarrrr sebab kacang2 itu berlekatan satu sama lainnya.
No problem... yang penting - - - kacang gratis!
Dan... salah satu pabrik itu ada di WIKIMAP!
Contoh : Kacang Shanghai - atau Kacang Atom

Gambar diambil dari : INDONESIAN FOOD MART DOT COM.
Label:
Kenangan,
Makanan Favorit Ngunut,
Masa kecil
Sabtu, 26 Maret 2011
Ledang
Aku tidak tahu, ini bahasa Jawa atau bahasa lain, tapi teman2 waktu SD dulu memberikan kata-kata ini. Di desa Ngunut, ada 2 bioskop misbar (= gerimis bubar), salah satu yang terkenal adalah bioskop "NIAGARA".
(Setelah cari di internet, temukan di ARTI KATA DOT COM, arti kata 'LEDANG' ini adalah : memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang... ohhh gitu tohhh...)
Untuk mempromosikan film yang diputar, mereka menggunakan mobil pick-up, dan sekelilingnya diberi bambu / besi. Kemudian gambar (poster) film yang sedang diputar, dipasang di rangka itu. Nah, mobil ini berkeliling ke desa-desa, dengan mewartakan film yang akan diputar lewat loud-speaker yang dipasang.
"Mari saksikan nanti malam! Pertarungan pendekar-pendekar Shaolin dengan jurus-jurus maut mereka! Drama percintaan, Kungfu, dibintangi oleh bintang-bintang film terkenal saat ini : Fu Shen, David Chiang, Yastaki Kurata, Lo Lieh, Ti Lung, dan lain-lain!"
Lalu, sambil berbicara demikian, si penyiar membagikan kertas yang kami sebut 'Koran', biasanya bergambar film yang diputar, tanggal ditayangkan, dsb.
Pernah, satu kali saya ikut teman-teman untuk duduk di mobil itu, istilahnya "Ikut Ledang" (sorry kalau salah ingat istilah ini). Senang sekali, berkeliling desa (walau agak mabuk - aku suka mabuk waktu kecil kalau naik mobil).
Ini contoh satu lembar 'kertas koran bioskop' yang disebarkan itu (walau aku mendapatkannya di Surabaya, waktu hunting buku-buku dan majalah2 loakan). Ini gambar film SUPERMAN III, tahun 1981 di Surabaya.

Tampak depannya (sorry sudah sobek, tapi kulaminating)

Browsing di GOOGLE dengan kata "Bioskop Misbar", temukan artikel ini :
Apa film pertama yang Anda tonton di bioskop? Kalau saya, berhubung masa kecil saya dihabiskan di desa pantai utara yang jauh timana timendi, alias jauh dari kota, membuat saya tergolong manusia yang amat telat mengenal yang namanya bioskop. Bioskop yang bagus maksudnya. Kalau BSS alias Bioskop Sangat Sederhana sih ya tidak bisa dibilang telat. Rasanya sewaktu kecil pun saya jarang menonton TV malah. Gara-gara TV hitam putih kami tersambar petir, dan entah kenapa ibu saya ogah-ogahan sekali membeli yang baru. Saya sedih sekali waktu TV kami gosong itu, karena menganggap Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, dan Ira Maya Sopha bertempat tinggal di tabung-tabung kecil aneh dan lucu yang berada di belakang layar TV itu (saya suka berdiam di belakang lemari tempat TV diletakkan, dan mencari-cari darimana orang-orang di layar TV itu muncul). Untunglah ternyata para bintang cilik itu ternyata selamat sampai besar, tidak ikut gosong bersama TV kami.
Film produksi bule yang pertama saya tonton adalah Flash Gordon. Saya menonton di bioskop kecil di kota Karawang bersama orang tua saya. Sepertinya waktu itu umur saya 5 atau 6 tahun. Karawang adalah kota terdekat dari kampung saya. Kampung saya itu di pantai utara, ditengah-tengah perjalanan antara Karawang dan Cirebon. Saya sangat terimpresi dengan film itu. Terutama oleh Kaisar Ming yang saya pikir-pikir sekarang mirip Dedy Corbuzier, lagu Flash-nya yang dilengkingkan Freddie Mercury, dan bulu ketiak Flash Gordon yang lebat banget, terlihat jelas sewaktu tangannya diikat ke atas gara-gara ditawan oleh pasukan kerajaan Kaisar Ming. Hal-hal aneh memang biasa diingat oleh anak umur segitu mungkin ya?. Tidak banyak yang bisa saya ingat sih soal bioskop dimana film itu diputar, kecuali gelapnya. Tapi saya tenang menonton dalam gelap karena diapit oleh ibu bapak saya. Tapi sampai saya besar tidak pernah namanya nonton bareng ibu saya berlangsung aman nyaman dan tenang. Pasti kena sensor manual. Saya ingat pernah menonton film Basic Instinct bareng ibu saya pas saya sudah di bangku SMU, hampir setengah film muka saya ditutup oleh sweater oleh ibu saya.
Film Indonesia yang pertama saya tonton adalah: SANGKURIANG. Huehehehehehe. Bintang filmnya adalah Suzanna dan Clif Sangra. Saya menontonnya waktu saya SD. Bersama sepupu saya yang jauh lebih tua, di sebuah bioskop yang bangunannya dari bilik dan tiang bambu. Tanpa atap. Alias Misbar. Kalau gerimis ya ditanggung bubar. Kecuali yang menonton bawa payung mungkin. Misbar disini ya bioskop sederhana dimana kita bayar karcis masuk, bukan layar tancap yang dipasang di lapangan itu.
Lihat selanjutnya di blog ibu Mira Marsellia di sini.
(Setelah cari di internet, temukan di ARTI KATA DOT COM, arti kata 'LEDANG' ini adalah : memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang... ohhh gitu tohhh...)
Untuk mempromosikan film yang diputar, mereka menggunakan mobil pick-up, dan sekelilingnya diberi bambu / besi. Kemudian gambar (poster) film yang sedang diputar, dipasang di rangka itu. Nah, mobil ini berkeliling ke desa-desa, dengan mewartakan film yang akan diputar lewat loud-speaker yang dipasang.
"Mari saksikan nanti malam! Pertarungan pendekar-pendekar Shaolin dengan jurus-jurus maut mereka! Drama percintaan, Kungfu, dibintangi oleh bintang-bintang film terkenal saat ini : Fu Shen, David Chiang, Yastaki Kurata, Lo Lieh, Ti Lung, dan lain-lain!"
Lalu, sambil berbicara demikian, si penyiar membagikan kertas yang kami sebut 'Koran', biasanya bergambar film yang diputar, tanggal ditayangkan, dsb.
Pernah, satu kali saya ikut teman-teman untuk duduk di mobil itu, istilahnya "Ikut Ledang" (sorry kalau salah ingat istilah ini). Senang sekali, berkeliling desa (walau agak mabuk - aku suka mabuk waktu kecil kalau naik mobil).
Ini contoh satu lembar 'kertas koran bioskop' yang disebarkan itu (walau aku mendapatkannya di Surabaya, waktu hunting buku-buku dan majalah2 loakan). Ini gambar film SUPERMAN III, tahun 1981 di Surabaya.

Tampak depannya (sorry sudah sobek, tapi kulaminating)

Browsing di GOOGLE dengan kata "Bioskop Misbar", temukan artikel ini :
Apa film pertama yang Anda tonton di bioskop? Kalau saya, berhubung masa kecil saya dihabiskan di desa pantai utara yang jauh timana timendi, alias jauh dari kota, membuat saya tergolong manusia yang amat telat mengenal yang namanya bioskop. Bioskop yang bagus maksudnya. Kalau BSS alias Bioskop Sangat Sederhana sih ya tidak bisa dibilang telat. Rasanya sewaktu kecil pun saya jarang menonton TV malah. Gara-gara TV hitam putih kami tersambar petir, dan entah kenapa ibu saya ogah-ogahan sekali membeli yang baru. Saya sedih sekali waktu TV kami gosong itu, karena menganggap Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, dan Ira Maya Sopha bertempat tinggal di tabung-tabung kecil aneh dan lucu yang berada di belakang layar TV itu (saya suka berdiam di belakang lemari tempat TV diletakkan, dan mencari-cari darimana orang-orang di layar TV itu muncul). Untunglah ternyata para bintang cilik itu ternyata selamat sampai besar, tidak ikut gosong bersama TV kami.
Film produksi bule yang pertama saya tonton adalah Flash Gordon. Saya menonton di bioskop kecil di kota Karawang bersama orang tua saya. Sepertinya waktu itu umur saya 5 atau 6 tahun. Karawang adalah kota terdekat dari kampung saya. Kampung saya itu di pantai utara, ditengah-tengah perjalanan antara Karawang dan Cirebon. Saya sangat terimpresi dengan film itu. Terutama oleh Kaisar Ming yang saya pikir-pikir sekarang mirip Dedy Corbuzier, lagu Flash-nya yang dilengkingkan Freddie Mercury, dan bulu ketiak Flash Gordon yang lebat banget, terlihat jelas sewaktu tangannya diikat ke atas gara-gara ditawan oleh pasukan kerajaan Kaisar Ming. Hal-hal aneh memang biasa diingat oleh anak umur segitu mungkin ya?. Tidak banyak yang bisa saya ingat sih soal bioskop dimana film itu diputar, kecuali gelapnya. Tapi saya tenang menonton dalam gelap karena diapit oleh ibu bapak saya. Tapi sampai saya besar tidak pernah namanya nonton bareng ibu saya berlangsung aman nyaman dan tenang. Pasti kena sensor manual. Saya ingat pernah menonton film Basic Instinct bareng ibu saya pas saya sudah di bangku SMU, hampir setengah film muka saya ditutup oleh sweater oleh ibu saya.
Film Indonesia yang pertama saya tonton adalah: SANGKURIANG. Huehehehehehe. Bintang filmnya adalah Suzanna dan Clif Sangra. Saya menontonnya waktu saya SD. Bersama sepupu saya yang jauh lebih tua, di sebuah bioskop yang bangunannya dari bilik dan tiang bambu. Tanpa atap. Alias Misbar. Kalau gerimis ya ditanggung bubar. Kecuali yang menonton bawa payung mungkin. Misbar disini ya bioskop sederhana dimana kita bayar karcis masuk, bukan layar tancap yang dipasang di lapangan itu.
Lihat selanjutnya di blog ibu Mira Marsellia di sini.
Label:
Bioskop,
Blog Teman,
Kenangan,
Masa kecil
Jumat, 25 Maret 2011
Nonton Akrobat
Dulu, waktu kecil (SD - 1974-1980an), aku sering nonton pertunjukan 'Akrobat' di Lapangan Pema. Mereka biasanya menampilkan atraksi-atraksi yang seperti ditampilkan di acara televisi 'THE MASTER' :
- orang naik sepeda motor dengan mata tertutup
- orang tidur di tanah, dilindas sepeda motor,
dsb...
Cukup mendebarkan waktu itu....
- orang naik sepeda motor dengan mata tertutup
- orang tidur di tanah, dilindas sepeda motor,
dsb...
Cukup mendebarkan waktu itu....
Selasa, 22 Maret 2011
Main Layang-layang
Waktu aku kecil, aku tidak suka main layang-layang. Kakak laki-lakiku (Slamet Kurniadi), jagoan main layang-layang.
Biasanya, mereka main layang-layang di tempat yang luas, di lapangan Pema (untuk sepak bola), atau di lokasi Stasiun Kereta Api Ngunut.
Biasanya, mereka main layang-layang di tempat yang luas, di lapangan Pema (untuk sepak bola), atau di lokasi Stasiun Kereta Api Ngunut.
Jumat, 18 Maret 2011
Saminem
Apa arti nama 'Saminem' bagi kita?
Mungkin dia hanya seorang wanita desa biasa, yang hidup di sebuah tempat, di sebuah desa, dan melakukan hal-hal yang biasa (normal).
Namun, pagi ini, nama itu sangat berarti bagiku. Pagi ini, adikku perempuan yang tinggal di kota Blitar, Jawa Timur, meneleponku, mengabarkan bahwa 'Saminem' telah meninggal dunia.
Aku ikut berduka cita, sebab, bagiku nama itu adalah nama seorang yang pernah mengasuhku semasa aku masih balita, di desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, sekitar 41 tahun yang lalu.
Aku tidak mungkin melupakan ibu ini, walau sedikit sekali kenangan yang bisa kubongkar dari memoriku. Waktu itu, aku masih sangat kecil. Tapi, beberapa tahun yg lalu aku sempat ke rumahnya, di Talun, Blitar. Aku datang bersama istri dan anakku dan keluarga adikku di Blitar.
Terima kasih ibu Saminem, aku doakan semoga ibu menerima yang terbaik dari Sang Pencipta kita!

Mungkin dia hanya seorang wanita desa biasa, yang hidup di sebuah tempat, di sebuah desa, dan melakukan hal-hal yang biasa (normal).
Namun, pagi ini, nama itu sangat berarti bagiku. Pagi ini, adikku perempuan yang tinggal di kota Blitar, Jawa Timur, meneleponku, mengabarkan bahwa 'Saminem' telah meninggal dunia.
Aku ikut berduka cita, sebab, bagiku nama itu adalah nama seorang yang pernah mengasuhku semasa aku masih balita, di desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, sekitar 41 tahun yang lalu.
Aku tidak mungkin melupakan ibu ini, walau sedikit sekali kenangan yang bisa kubongkar dari memoriku. Waktu itu, aku masih sangat kecil. Tapi, beberapa tahun yg lalu aku sempat ke rumahnya, di Talun, Blitar. Aku datang bersama istri dan anakku dan keluarga adikku di Blitar.
Terima kasih ibu Saminem, aku doakan semoga ibu menerima yang terbaik dari Sang Pencipta kita!

Senin, 14 Maret 2011
Mencuri tebu
Dulu, waktu kecil, aku sering diajak teman-teman mencuri tebu di kebun. Tapi aku orangnya (waktu itu anak-anak) yang penakut. Jadi, sementara teman2 mencuri tebu, aku cuma menjadi 'penjaga' saja. Kalau mereka sudah mendapatkan tebu2 itu, aku diberi bagian...
Ya, semoga pemilik kebun tebu yang membaca ini (atau keturunannya) memaafkan kenakalan kami waktu itu...
Ya, semoga pemilik kebun tebu yang membaca ini (atau keturunannya) memaafkan kenakalan kami waktu itu...
Jumat, 25 Februari 2011
Karnaval 17 Agustusan
Melihat foto-foto cosplay jaman sekarang, aku pasti terkenang masa kecil di desa Ngunut, selalu menanti-natikan cara KARNAVAL 17 AGUSTUSAN! Ya, setiap tahun acara ini diadakan.
Karnaval diikuti oleh : seluruh TK, sekolah dasar, SMP, instansi2 pemerintah. Dan suasana pasti sangat ramai! Jalan raya dipenuhi banyak sekali warga dari desa sekitar berbaur dengan penduduk. Mereka sudah berkerumun beberapa jam sebelumnya untuk mencari tempat yang strategis. Tua-muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul di pinggir jalan raya.
Yang paling menarik adalah sekelompok orang yang merelakan mencat tubuhnya dengan warna hitam, untuk menarikan tarian 'Irian Jaya' (kata mereka).
Sangat menyenangkan!
Karnaval diikuti oleh : seluruh TK, sekolah dasar, SMP, instansi2 pemerintah. Dan suasana pasti sangat ramai! Jalan raya dipenuhi banyak sekali warga dari desa sekitar berbaur dengan penduduk. Mereka sudah berkerumun beberapa jam sebelumnya untuk mencari tempat yang strategis. Tua-muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul di pinggir jalan raya.
Yang paling menarik adalah sekelompok orang yang merelakan mencat tubuhnya dengan warna hitam, untuk menarikan tarian 'Irian Jaya' (kata mereka).
Sangat menyenangkan!
Langganan:
Postingan (Atom)
