Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Tampilkan postingan dengan label Makanan Favorit Ngunut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Favorit Ngunut. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juli 2013

Kue Mangkok

Gambar ini mengingatkan kepadaku desa NGUNUT! Tetanggaku dulu membuatnya dan menjualnya, sangat enak dan terkenal. Dan, tak terlupakan juga kue-kue lainnya! (Posting hari ini oleh teman FACEBOOK : ROMBONGKU SKETCH)

Sabtu, 28 April 2012

Grup Kuliner Ngunut di Facebook


Untung, sekarang dengan teknologi komputer dan internet, bisa nambah satu poin 'penghilang rasa kangen terhadap desa Ngunut-ku', yaitu adanya GRUP KULINER NGUNUT di FACEBOOK, klik di sini.

Minggu, 28 Agustus 2011

Ketan Pecel

TAdi, sepulang dari membeli makanan dan minuman di pasar Progo, daerah eepuh Permai, mendadak ingat makanan di desa Ngunut dulu : Pecel diberi ketan atau ketan pecel! wahhhhh

Minggu, 07 Agustus 2011

Roti Montor


"Roti Montor' adalah makanan yang kuingat bbrp hari yg lalu, sewaktu dalam perjalanan pulang dari gereja, siang hari, atau pulang dari kantor...

Sebenarnya itu roti goreng seperti yg biasa kita temukan di kota-kota kita. Entah, mungkin karena penjualnya selalu membawa roti-roti itu dengan sepeda motor, maka orang-orang menyebutnya dengan 'roti montor'?

Kuingat, penjual ini biasa membungkus roti goreng (beserta kompyang dan cakue) dengan kertas merang, di dalam keranjang yang dibawanya.

Biasanya kami memakan dengan menyisakan bagian yang terbalut gula disisakan / dimakan bagian akhir. Ya, itu kenangan masa kecil dulu!

Gambar diambil dari blog seorang ibu dari Malaysia.

Jumat, 29 Juli 2011

Kecap Ngunut

Di Ngunut, ada pabrik kecap yang terkenal, kalau tidak salah, orang-orang memberi nama MBING CANG.

Waktu aku bekerja di Surabaya (1986-1988), istri dari family ayahku yang tinggal di Kaliasin, sering titip aku untuk membelikan kecap ini, yang sangat enak. Jadi, aku pulang ke Ngunut malam hari, dan waktu kembali ke Surabaya, pasti membawa 3 atau 4 botol kecap ini.

Senin, 25 Juli 2011

Ronde

Ronde adalah makanan khas yang kujumpai di Ngunut (walau bukan makanan - minuman asli daerah itu). Waktu aku tinggal di rumah ke 2, di Jl. Recobarong (1980 - 1985), aku sering beli ronde di perempatan Jl. Recobarong dan Jl. Gang Roda.

Kemudian, biasanya kutambahkan susu kental - kalau pas kami punya -, dan sebelah warung penjual ronde itu, adalah penjual Gethuk yang terkenal! Ada sejenis makanan (aku lupa namanya), terbuat dari tepung beras dicampur beberapa butiran gula merah (gula aren)...

Penjual ronde bukan di situ saja, ada yang berjualan di tempat lain. Yang terkenal, ada diberi nama 'Pak Gales', tinggal di gang Roda. Dia buka depot 'ronde'nya sore hari. Dan, yang kusuka, ada tahu goreng yang di dalamnya diisi dengan bumbu kacang... enak sekali...

Sagon

Ya, mendadak ingat makanan khas ini, SAGON namanya. Kalau tidak salah, dibuat dari semacam parutan kelapa, dibungkus kertas. Dan, rasanya asin-dan khas. Di mana sekarang makanan seperti ini?

Senin, 13 Juni 2011

Laron Goreng

Dalam perjalanan pulang dari kantor sore ini, tiba-tiba ingatanku melayang ke makanan yang dulu pernah kumakan di desa Ngunut. Mohon maaf, jika tulisan ini sedikit membuat pembaca 'jijik'... sebab makanan yang kuingat adalah 'laron goreng'.

Ya, dikala hujan telah reda, biasanya pada awal-awal musim hujan itu, selalu keluar laron-laron dari dalam tanah, sebab mereka harus membentuk koloni 'rayap' yang baru. Orang-orang desa mengumpulkan laron2 itu dan . . . (maaf) mengorengnya. Rasanya gurih. Tapi memang tidak semua orang 'tahan' memakannya. Jika tidak tahan, bisa menimbulkan gatal-gatal di kulit, semacam alergi.

Sorry, ingatan akan 'makan laron goreng' muncul begitu saja.

Istrikupun (walau dia juga pernah dibesarkan di desa), sangat heran dengan kemampuanku untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang aneh-aneh : misalnya sate bekicot / siput, laron, larva tawon, dsb. Sorry...

Kamis, 19 Mei 2011

Es Campur - Es Puding

Es Puding merupakan makanan paling lezat dan enak bagiku, sewaktu masih anak SD dulu. Biasanya memang tidak ada yaEs Puding merupakan makanan paling lezat dan enak bagiku, sewaktu masih anak SD dulu. Biasanya memang tidak ada yang menjualnya. Makanan (atau minuman) ini ng menjualnya. Makanan (atau minuman) ini

Makanan ini hanya bisa kuperoleh beberapa kali saja. Biasanya kalau ada temanten (orang menikah), dan kalau papaku diundang dan aku diajak datang, maka menu 'es puding' ini yang paling kutunggu.

Sabtu, 14 Mei 2011

Soto Kupat

Ini makanan yang sering dibeli papaku kalau malam hari dia bangun. Penjualnya orang Madura, dia biasa memikul jualannya, berkeliling di malam hari.

Kupat / ketupat yang dijual, melengkapi soto madura-nya. Dan, kalau aku juga bangun, papaku membelikanku juga.

Tak akan pernah kulupakan 'rasa' soto itu! Apalagi dagingnya yang lembut dan 'kulit' dan lain-lainnya. Trus, suara gemerincing bel-bel yang ditaruhnya di tempat dia jualan, selalu terdengar di malam hari...

Senin, 09 Mei 2011

C I M P L U N G

Siang ini, seorang teman kantor membagikan 'ketela-pohon' rebus. Sewaktu makan dan kuberi saus tomat ABC... ingatan ini melayang langsung pada makanan khas yang dulu pernah kumakan desaku dulu - - - namanya CIMPLUNG!

Berapa tahun aku tidak memakannya?

Wah.... kangen. Dia adalah ketela pohon yang dimasukkan ke dalam perebusan Gula Aren. Sehingga waktu matang dan diangkat, jadilah sejenis makanan bernama CIMPLUNG itu, ketela pohon rebus yang matang, dan disalut oleh gula aren... sedaphhhhh




Karena penasaran, cari di Google dan temukan BLOG ini : BLOGS DOT UNPAD DOT AC DOT ID - DESASUKAJAYA.



Ini naskahnya :

Tidak banyak mungkin yang mengetahui apa itu Cimplung. Kami pun sebelumnya tidak tahu apa itu Cimplung. Nama makanankah? Nama sejenis binatangkah? Atau mungkin sejenis tumbuhan. Sampai pada akhirnya ibu tetangga sebelah rumah yang kami tinggali memberi Cimplung itu, dan akhirnya kami tahu kalau itu merupakan nama sejenis makanan ringan yang terbuat dari Singkong.

Bagaimanakah bentuk Cimplung itu? Mungkin itu yang dipertanyakan oleh anda-anda sekalian. Bentuknya tidak berubah, tetap dalam bentuk singkong, tapi tentu saja kulitnya dikupas terlebih dahulu. Dan warnanya kuning kecoklat – coklatan. Rasanya? Jangan ditanya, kami semua disini sangat menyukai makanan itu. Itu memang makanan kampung tapi rasanya tidak ada tandingannya. Setiap kali berkunjung kerumah warga, yang pertama dicari adalah Cimplung. Sayangnya karena proses pembuatannya lama, kami sering kali kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kami cari. Namun ada satu orang warga – Pak Ikin - yang berbaik hati mau membuatkan Cimplung sampai – sampai ia menyuruh anaknya untuk mengantarkan ke posko kami.Cara pembuatannya sendiri tidak sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang lama agar Cimplung tersebut benar – benar jadi sempurna. Jadi, pertama – tama Air lahang direbus, Lalu ketika air lahangnya sudah mendidih singkongnya dimasukkan, kemudian tunggu sampai seharian agar air lahangnya menyerap ke dalam singkong. Air lahang itu sendiri merupakan gula merah setengah jadi yang awalnya merupakan hasil dari sadapan dari pohon kelapa yang memang merupakan mata pencarian masyarakat Sukajaya. Setelah seharian, Cimplung dapat dinikmati.

Selain singkong, ternyata masih ada beberapa buah-buahan yang dapat dijadikan Cimplung. Yaitu Kelapa dan Pisang. Kalau Cimplung Kelapa kami pernah mencicipi, namun kami belum pernah mencicipi Cimplung Pisang. Rasa Cimplung Kelapa tidak kalah enak namun menurut kami Cimplung Singkong tetap yang terenak. @Na_tomasu

Anda pasti punya makanan favorit di desa Anda. Apa ya? Aku pasti ingin tahu, dan jika ada kesempatan, pasti ingin mencicipinya - mencobanya! Ayo, bagikan pengalaman Anda tentang hal itu!

Senin, 04 April 2011

Penjual es dawet

Ada seorang penjual es dawet yang sering berjualan di dekat sekolah SD ku. Dia seorang bapak tua, dan mendorong gerobak esnya.

Yang paling kusukai waktu beli es cendol ini, selalu ada gula manis (gula Jawa - gula aren), yang kubiarkan ada di dasar gelas, dan kuminum terakhir kali!



Beberapa tahun berselang, bapak ini meninggal dunia, dan usahanya dilanjutkan oleh putranya. Cara minumku - ya sama! Kuminum bagian atas, dan gula (bhs. Jawa = juruh)nya kuminum terakhir!

Senin, 28 Maret 2011

Pabrik Kacang di Ngunut (1975-1980an)

Di Ngunut, ada beberapa home industri yang memproduksi 'pabrik kacang shanghai' (begitu kami menyebutnya). Banyak merk-merk terkenal. Dan, salah seorang tetanggaku (beberapa rumah dari rumahku, ke kanan) juga menggoreng kacang2 itu setiap hari.

Mereka mempunyai beberapa karyawan yang bekerja di sana. Sepulang sekolah (SD), sering aku main ke sana - sebab anak pemilik rumah itu adalah temanku bernama Agus Wahyudi (biasa kami panggil Nyo Bie)...

Dan, sambil menyaksikan para pekerja yang menggoreng kacang2 itu, kadang kami mendapat beberapa rejeki - yang kami harapkan ha ha ha - berupa kacang sanghai gratis, dan bukan kacang yang dalam kondisi baik, bisa dijual. Yang kami terima dan makan dengan bebas adalah kacang yang 'rusak-tergabung-jadi-satu'... jadi besarrrr sebab kacang2 itu berlekatan satu sama lainnya.

No problem... yang penting - - - kacang gratis!

Dan... salah satu pabrik itu ada di WIKIMAP!



Contoh : Kacang Shanghai - atau Kacang Atom



Gambar diambil dari : INDONESIAN FOOD MART DOT COM.

Sabtu, 26 Maret 2011

Sego Bantingan Perdana -

Temukan artikel ini di TULUNGAGUNG DOT GO DOT ID

Kalau di Jogja ada Sego Kucing, di Tulungagung, tepatnya di Ngunut, juga ada makanan yang hampir serupa, Sego Bantingan (Smackdown Rice :D) namanya. Saya sendiri tidak tahu, kenapa dinamakan demikian, mungkin porsinya yang kecil, dan biasa dilempar-lempar ke keranjang jualan.



Tapi yang pasti, rasanya sangat cocok di lidah. Padahal, isinya hanya sekepal nasi dan beberapa sendok sambal goreng.

Silakan dicoba sendiri, datang saja ke Pacitan Lingkungan III, Desa Ngunut. Tepatnya, pertigaan traffic pasar Ngunut ke selatan, sebelum SPPBE Gangsar belok kiri ke jalan menuju bekas Bioskop Perdana. Di sana masih ada beberapa warung kopi yang juga jualan Sego Bantingan.

Malam hari, nongkrong di warung sambil mendengarkan obrolan ringan para bapak-bapak, disertai Sego Bantingan dan secangkir kopi, sejenak seperti lupa akan masalah yang ada di pikiran, orang bilang "[I]nyamleng banget[/I]".

Harganya murah, cuma dua ribu per bungkus. Buat saya, satu bungkus itu kurang, dua bungkus cukup, tiga bungkus mau tapi malu :D.

Lokasi:

Kamis, 13 Januari 2011

Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)

Nah, rawon ini sangat terkenal di desa Ngunut, letakkan dekat sekolahku SD Ngunut III, dan dekat stasiun kereta api.

Biasanya jam istirahat, aku dan anak-anak lain sering beli nasi rawon di sini. Kadang lauknya daging empal... sedaph...

Senin, 10 Januari 2011

Soto Daging-Masraf

Hmmmm . . . baunya sedaph....

Sate Kambing-Surip

Sate kambing ini sangat terkenal di kota Ngunut.

Sego Bungkus-Beguk

Nah, ini aku yg agak lupa-lupa-ingat...

Pecele-Mbah Usrek

Pecel.... hmmm semua orang tahu deh...

Jenang-Dawet Sor Ringin

Jenang ini terbuat dari tepung beras yang diproses. Trus dilengkapi dengan dawet, dan jenang dari ketan hitam. Selain diberi santan, juga diberi gula cair (= juruh - bhs. Jawa) dan dimakan di dalam satu mangkok.

Biasanya, pulang sekolah (SD) aku beli jenang ini...