Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Tampilkan postingan dengan label Pdt. S. Sadrach. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pdt. S. Sadrach. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Alm. Om Sadrach

Hari ini, kembali ingatanku disegarkan oleh foto yang dipajang di FACEBOOK ... seorang 'Bapak Rohani'ku selama tinggal di desa Ngunut (1982-1986) sebelum pergi ke Surabaya. Alm. Pdt. Sadi Sadrach ! Tak kan kulupakan semua kesetiaan dan pelayanan beliau selama berjuang di ladang TUHAN !

Kamis, 05 Juli 2012

Bertemu Tante Sadrach dari Ngunut



Waktu menghadiri upacara pelepasan peti / pemakaman seorang penatua gereja kami di Surabaya (alm. Pdm. Jacob Djoko Basuki), kami bertemu dengan beberapa teman lama, termasuk 'orang tua rohani' saya dari desa Ngunut, tante Sadrach, bersama salah seorang putranya : Pdt. Adna Putra Ferdianto.

Hamba-hamba Tuhan merupakan pribadi-pribadi yang menerima 'panggilan' dari Tuhan, untuk melayani di dalam pekerjaan rohani. Mereka mengasuh kami seperti seorang gembala, mengasuh domba-domba. Bertahun-tahun saya digembalakan di gereja GPT "Kristus Bintang Fajar", Jl. Waluyo 7, Ngunut.

Bersyukur beliau masih sehat... semoga Tuhan Yesus memberkahi beliau dengan kesehatan dan umur panjang! Amin... !!!

Kamis, 10 November 2011

Foto alm. Pdt. S. Sadrach



Dari account Facebook Pdt. Jontu Dongalemba, aku menemukan foto kuno almarhum Pdt. S. Sadrach, gembalaku (pendetaku) di desa Ngunut dulu. Beliau duduk di sebelah paling kanan.

Mereka adalah orang-orang yang menyerahkan 'diri' dan 'hidup' mereka untuk melayani TUHAN, bekerja demi pelebaran Kerajaan Allah!

Selasa, 11 Januari 2011

Foto Pdt. S. Sadrach dan istri


Foto ini kudapat dari FACEBOOK, saat keluarga alm. Pdt. S. Sadrach menampilkan di salah satu accountnya. Saya sudah minta ijin, dan menampilkan di sini, sebagai penghormatan dan penghargaan saya kepada pelayanan beliau sekeluarga, selama saya tinggal di desa Ngunut, Tulungagung. Sejak kelas 2 SD (+/- 1975) saya sudah ke gereja mereka, ikut sekolah minggu. Dan, sampai SMP dan SMA tetap beribadah di sana, melayani paduan suara dan musik.

Saya bersyukur kepada Tuhan, yang telah memakai beliau sekeluarga untuk mendidik dan mengawasi pertumbuhan kerohanian saya.

Semua kepujian dan kemuliaan hanya saya persembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus! Amin!