Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .

Sabtu, 14 Mei 2011

Soto Kupat

Ini makanan yang sering dibeli papaku kalau malam hari dia bangun. Penjualnya orang Madura, dia biasa memikul jualannya, berkeliling di malam hari.

Kupat / ketupat yang dijual, melengkapi soto madura-nya. Dan, kalau aku juga bangun, papaku membelikanku juga.

Tak akan pernah kulupakan 'rasa' soto itu! Apalagi dagingnya yang lembut dan 'kulit' dan lain-lainnya. Trus, suara gemerincing bel-bel yang ditaruhnya di tempat dia jualan, selalu terdengar di malam hari...

Tempat Penitipan Sepeda

Di desa Ngunut ada beberapa tempat penitipan sepeda. Yang pasti ada di tengah Pasar Ngunut.

Yang lain, disediakan di sekitar area Gedung Bioskop. Setiap malam, penonton bioskop (beberapa dari desa-desa terdekat) menitipkan sepeda mereka di sana, dengan membayar ongkos titip.

Jika bioskop buyar, maka malam itu dipenuhi dengan sepeda-sepeda yang lalu-lalang, kembali ke rumah mereka masing-masing.

Biasanya, waktu nonton, aku cuma jalan kaki, sebab gedung Bioskop sangat dekat dengan rumahku.

Kamis, 12 Mei 2011

Peta Ngunut di Mister Map dot Com



Temukan peta NGUNUT (lagi), di MISTER STRIP MAP DOT COM.

Klik tombol '+' atau '-' untuk memperbesar atau mengecilkan peta.



Tidak semua desa pernah kudatangi waktu aku masih tinggal di Ngunut. Beberapa nama hanya sempat kudengar saja.

- Rejotangan - tempat ini ada makam warga Tionghoa (Cina), keluargaku (nenek, papa-mamaku) juga dimakamkan di 'Bong Pay' di sana.

- Panjererjo - aku punya teman SMP, yang dulu sering diledek teman2 sekelas karena dia gagap, kalau tak salah ingat, namanya 'Waluyo'. Aku tidak ikut2an meledek dia, takut 'hukum karma'! Di mana ya pak Waluyo berada?

- Sumber Gempol - tempat ini selalu kulewati kala aku berangkat dan pulang sekolah SMA dulu, bersepeda dari rumah.

dan lain-lain.

Rabu, 11 Mei 2011

Angkasa Nirwana Photo - Jl. Recobarong Ngunut



Browsing soal gambar-gambar Ngunut, temukan situs ini, blog tentang usaha photo di Jl. Recobarong Ngunut.

Alamat : Jl. Recobarong No. 24 Ngunut
e-mail : angkasamultimedia@yahoo.com
contact person : 0355-397 085 / 081 216 010 362

Lagu Sebelum Kau Pergi

Pagi ini, di radio (dalam perjalanan berangkat ke kantor), di bis kota,
kudengar lagi :

Sebelum Kau Pergi

Ucapkan sayang sebelum kau pergi
ucapkan sayang, oh sekali lagi
biar hatiku tabah menjalani
selama kau jauh dari aku ini

Selamat jalan sayang
rindukanlah diriku
bisikanlah namaku
sebelum dirimu tidur

Selamat jalan sayang
percayalah padaku
ku kan sabar menunggu
sampai kau kembali

Cium keningku penuh perasaan
tatap mataku saat perpisahan
biar hatiku tabah menjalani
selama kau jauh dari aku ini

Selamat jalan sayang
rindukanlah diriku
bisikanlah namaku
sebelum dirimu tidur

Selamat jalan sayang
percayalah padaku
ku kan sabar menunggu
sampai kau kembali


Teks diambil dari blog ini.

Selasa, 10 Mei 2011

SENTRA GENTENG TULUNGAGUNG


Selasa, 26 April 2011 | 11:18 oleh Diade Riva Nugrahani

SENTRA GENTENG TULUNGAGUNG

Sentra genteng Tulungagung: Mencetak tanah menjadi duit (1)

Tak banyak yang tahu bahwa Desa Sumberingin Kulon, Tulungagung, Jawa Timur, merupakan salah satu daerah penghasil utama genteng di Jawa Timur. Salah satu desa di Kecamatan Ngunut, Tulungagung ini, menghasilkan jutaan genteng sebulan, dan memasok kebutuhan genteng di Surabaya, Malang, dan Bali.

Banyak orang mengenal Tulungagung hanya sebagai penghasil marmer dan batu oniks. Marmer asal kabupaten yang terletak di 154 kilometer barat daya kota Surabaya ini berhasil menembus pasar ekspor hingga Jepang dan Italia. Tulungagung, terutama di Kecamatan Ngunut, pun terkenal sebagai sentra industri kecil.

Kecamatan yang ada di wilayah paling timur Tulungagung ini memiliki luas 37,7 km² dan terdiri dari 18 desa kecil yang kebanyakan merupakan sentra-sentra industri kecil nan produktif.

Purnomo, Kepala Seksi Pembangunan dan Perekonomian Kecamatan Ngunut menjelaskan, Ngunut memiliki minimal empat sentra industri kecil yang sebagian hasil produksinya sudah diekspor ke beberapa negara. "Pasar lokalnya mencakup Surabaya, Semarang, Kalimantan, dan Bali," kata Purnomo.

Sumber Gempol, misalnya, merupakan penghasil produk peralatan rumah tangga seperti gantungan baju, keset, dan parut tradisional. Desa Kaliwungu merupakan penghasil kerajinan logam dan knalpot. Sedangkan Desa Ngunut adalah pusat peralatan dapur seperti penggorengan dan penjepit kue.

Selain desa-desa itu, masih ada Sumberingin Kulon, desa yang terkenal karena gentengnya. Sumberingin Kulon merupakan desa dengan lahan tersempit di Kecamatan Ngunut. Luasnya hanya 1,16 km² dibandingkan dengan desa lain yang memiliki luas wilayah 6 km² sampai 10 km².

Sebanyak 2.419 penduduk menghuni Sumberingin Kulon. Kebanyakan penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai petani dan pelaku industri rumahan.

Mengakses Sumberingin Kulon sangat mudah. Dari Stasiun Tulungagung atau terminal bus di Tulungagung, Anda bisa menaiki bus kecil yang melintasi Tulungagung-Blitar.

Jalanan menuju desa-desa di kecamatan Ngunut hanya bisa dilalui kendaraan pribadi baik itu motor atau pun mobil. Maklum, tidak ada angkutan umum yang melintas antardesa.

Sejak dulu Sumberingin Kulon yang berjarak empat kilometer ke pusat kota ini sudah terkenal sebagai penghasil genteng. Sekitar 150 kepala keluarga melakoni usaha rumahan ini.

Sukamto, salah seorang perajin genteng, mengatakan, profesi pembuat genteng memang sudah turun temurun di desa Sumberingin. "Kebanyakan mewarisi pekerjaan orang tuanya sebagai pembuat genteng," kata Sukamto.

Para penduduk Sumberingin Kulon memanfaatkan lahan tanah milik keluarga untuk mengembangkan usaha pembuatan genteng ini. Maklum, tak hanya membutuhkan lahan yang luas, pembuatan genteng juga memerlukan bangunan-bangunan lain sebagai pendukung proses produksi, seperti tungku pembakaran dan bangunan untuk menjemur genteng sebelum genteng dibakar.

Meski pembuatan genteng di Sumberingin Kulon masih sederhana, jumlah produksi genteng dari desa ini tak kalah dengan bikinan pabrik. Bayangkan, satu rumah bisa memproduksi sekitar 50.000 genteng setiap bulan. Dengan hitungan kasar, dehttp://www.blogger.com/img/blank.gifsa ini mampu memproduksi hingga 7,5 juta genteng saban bulan.

(Bersambung)

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut. Ketentuan lebih lengkap silakan simak Terms of Use "

Kontan Representative
IKLAN 021-5367-9599 ext. 6137 |
TELP. REDAKSI 021-535-7636, 532-8134|
moderator@kontan.co.id|

Diambil dari KONTAN ONLINE

Senin, 09 Mei 2011

C I M P L U N G

Siang ini, seorang teman kantor membagikan 'ketela-pohon' rebus. Sewaktu makan dan kuberi saus tomat ABC... ingatan ini melayang langsung pada makanan khas yang dulu pernah kumakan desaku dulu - - - namanya CIMPLUNG!

Berapa tahun aku tidak memakannya?

Wah.... kangen. Dia adalah ketela pohon yang dimasukkan ke dalam perebusan Gula Aren. Sehingga waktu matang dan diangkat, jadilah sejenis makanan bernama CIMPLUNG itu, ketela pohon rebus yang matang, dan disalut oleh gula aren... sedaphhhhh




Karena penasaran, cari di Google dan temukan BLOG ini : BLOGS DOT UNPAD DOT AC DOT ID - DESASUKAJAYA.



Ini naskahnya :

Tidak banyak mungkin yang mengetahui apa itu Cimplung. Kami pun sebelumnya tidak tahu apa itu Cimplung. Nama makanankah? Nama sejenis binatangkah? Atau mungkin sejenis tumbuhan. Sampai pada akhirnya ibu tetangga sebelah rumah yang kami tinggali memberi Cimplung itu, dan akhirnya kami tahu kalau itu merupakan nama sejenis makanan ringan yang terbuat dari Singkong.

Bagaimanakah bentuk Cimplung itu? Mungkin itu yang dipertanyakan oleh anda-anda sekalian. Bentuknya tidak berubah, tetap dalam bentuk singkong, tapi tentu saja kulitnya dikupas terlebih dahulu. Dan warnanya kuning kecoklat – coklatan. Rasanya? Jangan ditanya, kami semua disini sangat menyukai makanan itu. Itu memang makanan kampung tapi rasanya tidak ada tandingannya. Setiap kali berkunjung kerumah warga, yang pertama dicari adalah Cimplung. Sayangnya karena proses pembuatannya lama, kami sering kali kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kami cari. Namun ada satu orang warga – Pak Ikin - yang berbaik hati mau membuatkan Cimplung sampai – sampai ia menyuruh anaknya untuk mengantarkan ke posko kami.Cara pembuatannya sendiri tidak sulit, hanya saja membutuhkan waktu yang lama agar Cimplung tersebut benar – benar jadi sempurna. Jadi, pertama – tama Air lahang direbus, Lalu ketika air lahangnya sudah mendidih singkongnya dimasukkan, kemudian tunggu sampai seharian agar air lahangnya menyerap ke dalam singkong. Air lahang itu sendiri merupakan gula merah setengah jadi yang awalnya merupakan hasil dari sadapan dari pohon kelapa yang memang merupakan mata pencarian masyarakat Sukajaya. Setelah seharian, Cimplung dapat dinikmati.

Selain singkong, ternyata masih ada beberapa buah-buahan yang dapat dijadikan Cimplung. Yaitu Kelapa dan Pisang. Kalau Cimplung Kelapa kami pernah mencicipi, namun kami belum pernah mencicipi Cimplung Pisang. Rasa Cimplung Kelapa tidak kalah enak namun menurut kami Cimplung Singkong tetap yang terenak. @Na_tomasu

Anda pasti punya makanan favorit di desa Anda. Apa ya? Aku pasti ingin tahu, dan jika ada kesempatan, pasti ingin mencicipinya - mencobanya! Ayo, bagikan pengalaman Anda tentang hal itu!

Minggu, 08 Mei 2011

Belajar Basa Jawa


Temukan tempat di Facebook (fesbuk) tentang Boso Jowo eh salah - - - Basa Jawa ... obat kangen kepada Desa Ngunut....

Kamis, 05 Mei 2011

Foto alumni SD Ngunut 3 - Oleh Akok



Foto ini kuambil dari facebook, temanku bernama Akok.

Sepertinya ini 'adik-adik' kelasku dulu.

Mainan

Hari ini browsing / goolging di internet untuk cari mainan2 tradisional yang dulu pernah kumainkan di desa Ngunut - - - temukan ini :

SUGENG RAWUH.....^^

Permainan Tradisional Indonesia May 12, '08 4:12 AM for everyone

PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA

1. Benteng,

adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing - masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing - masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai 'benteng'.

Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih 'benteng' lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi 'penawan' dan yang 'tertawan' ditentukan dari waktu terakhir saat si 'penawan' atau 'tertawan' menyentuh 'benteng' mereka masing - masing.

2. Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak

3. Dor Tap merupakan permainan yang mirip dengan Petak Umpet namun dimainkan oleh 2 kelompok. Kelompok yang lebih dulu berhasil menyebut nama lawan yang bersembunyi dapat diartikan bahwa lawan tersebut terkena tembakan. Permainan berakhir jika salah satu kelompok sudah habis tertembak.

4. Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

5. Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan

6. Kasti atau Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu rubuh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antaranggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga softball atau baseball.

7. Permainan layang-layang, juga dikenali dengan nama wau merupakan satu aktivititas menerbangkan layang-layang tersebut di udara. Pada musim kemarau di Indonesia anak-anak selalu bermain layang-layang karena anginnya besar.

8. Petak Umpet

Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika ia menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari ia biasanya harus meninggalkan tempatnya (base?). Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batallah semua teman-teman yang ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, di mana-teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Petak_Umpet"

9. Yo-yo adalah suatu permainan yang tersusun dari dua cakram berukuran sama (biasanya terbuat dari plastik, kayu, atau logam) yang dihubungkan dengan suatu sumbu, di mana tergulung tali yang digunakan. Satu ujung tali terikat pada sumbu, sedangkan satu ujung lainnya bebas dan biasanya diberi kaitan. Permainan yo-yo adalah salah satu permainan yang populer di banyak bagian dunia. Walaupun secara umum dianggap permainan anak-anak, tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yo-yo.

Yo-yo dimainkan dengan dengan mengaitkan ujung bebas tali pada jari tengah, memegang yo-yo, dan melemparkannya ke bawah dengan gerakan yang mulus. Sewaktu tali terulur pada sumbu, efek giroskopik akan terjadi, yang memberikan waktu untuk melakukan beberapa gerakan. Dengan menggerakkan pergelangan tangan, yo-yo dapat dikembalikan ke tangan pemain, di mana tali akan kembali tergulung dalam celah sumbu

10. Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk.

Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.

Taken from here.

© 2011 Multiply

Sabtu, 30 April 2011

Penghancur Batu Bata

Di belakang rumahku yang pertama (Jl. Raya), ada tembusan yang menuju ke wilayah yang disebut dengan istilah 'Kauman', dan ada masjid besar di sana.

Tepat di belakang rumahku ada kuburan juga. Dan ada beberapa rumah di sana. Salah satu rumah kulihat ada seseorang yang pekerjaannya adalah menghancurkan batu bata merah. Tujuannya, dia jual bubukan / serbuk batu bata merah itu kepada mereka yang membutuhkannya.

Pak tua itu (kalau tidak salah ingat, namanya Pak Karap), bekerja dengan cara menghancurkan batu bata dengan sebuah pemukul dari besi. Dia duduk di depan batu bata-batu bata itu, dan terus mengayunkan tongkat itu di atas kepalanya. Lama kelamaan, batu bata2 itu hancur.

Kemudian dia menyaringnya (= bhs. Jawa - - mengayaknya), supaya menjadi butiran-butiran yang halus. Yang masih kasar, dihancurkannya lagi. Demikian hingga tugasnya selesai, paka serbuk batu bata merah itu dijualnnya.

Harga tiket 2008 daera Tulungagung sekitarnya

Berikut adalah tarif maksimal dan minimal kendaraan umum antar kota. Semoga bermanfaat.

1. Malang-Lawang-Purwosari-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-) 85 km Tarip Batas Atas Rp 10.900 Tarip Batas Bawah Rp 6.700
2. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-) 104 km Tarip Batas Atas Rp 14.100 Tarip Batas Bawah Rp 8.700
3. Dampit-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-)125 km Tarip Batas Atas Rp 16.000 Tarip Batas Bawah Rp 9.900
4. Blitar-Kesamben-Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya Jarak (+/-)181 km Tarip Batas Atas Rp 23.100 Tarip Batas Bawah Rp 14.200
5. Malang-Pandaan-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Pemekasan-Sumenep Jarak (+/-) 271 km Tarip Batas Atas Rp 35.300 Tarip Batas Bawah Rp 21.700
6. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya-Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Pasean Jarak (+/-) 304 km Tarip Batas Atas Rp 38.700 Tarip Batas Bawah Rp 23.700
7. Kepanjen-Malang-Pandaan-Surabaya-Bangakalan-Sampang-Pamekasan-Pasean Jarak (+/-) 330 km Tarip Batas Atas Rp 42.000 Tarip Batas Bawah Rp 27.800
8. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun Jarak (+/-) 246 km Tarip Batas Atas Rp 31.400 Tarip Batas Bawah Rp 19.300
9. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Magetan Jarak (+/-) 273 km Tarip Batas Atas Rp 34.800 Tarip Batas Bawah Rp 21.400
10. Malang-Pandaan-Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kertosono-Nganjuk-Madiun-Ponorogo Jarak (+/-) 276 km Tarip Batas Atas Rp 35.200 Tarip Batas Bawah Rp 21.600
11. Malang-Pandaan-Surabaya-Gresik-Lamongan-Babat-Tuban Jarak (+/-) 192 km Tarip Batas Atas Rp 24.500 Tarip Batas Bawah Rp 15.100
12. Malang-Pandaan-Surabaya-Gresik-Lamongan-Babat-Bojonegoro Jarak (+/-) 199 km Tarip Batas Atas Rp 25.400 Tarip Batas Bawah Rp 15.600
13. Banyuwangi-Genteng-Jember-Wonorejo-Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Selerejo-Blitar-Tulungagung-Trenggalek Jarak (+/-) 480 km Tarip Batas Atas Rp 61.100 Tarip Batas Bawah Rp 37.500
14. Banyuwangi-Genteng-Jember-Wonorejo-Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Selerejo-Blitar Jarak (+/-) 407 km Tarip Batas Atas Rp 51.800 Tarip Batas Bawah Rp 31.900
15. Probolinggo-Pasuruan-Malang-Kepanjen-Wlingi-Blitar-Ngunut-Tulungagung-Trenggalek Jarak (+/-) 265 km Tarip Batas Atas Rp 33.800 Tarip Batas Bawah Rp 20.800
16. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Besuki-Sitobondo-Asembagus-Banyuwangi Jarak (+/-) 99 km Tarip Batas Atas Rp 12.700 Tarip Batas Bawah Rp 7.800
17. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Besuki-Situbondo-Bondowoso Jarak (+/-) 297 km Tarip Batas Atas Rp 37.800 Tarip Batas Bawah Rp 23.300
18. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Genteng-banyuwangi Jarak (+/-) 231 km Tarip Batas Atas Rp 29.400 Tarip Batas Bawah Rp 18.100
19. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Arjasa-Bondowoso Jarak (+/-) 310 km Tarip Batas Atas Rp 39.500 Tarip Batas Bawah Rp 24.300
20. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 239 km Tarip Batas Atas Rp 30.500 Tarip Batas Bawah Rp 18.800
21. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Jember-Sitobondo Jarak (+/-) 195 km Tarip Batas Atas Rp 24.900 Tarip Batas Bawah Rp 15.300
22. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo Wonorejo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 214 km Tarip Batas Atas Rp 27.300 Tarip Batas Bawah Rp 16.800
23. Kepanjen-Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo-Wonorejo-Tanggul-Lumajang-Kencong-Balung-Jember Jarak (+/-) 215 km Tarip Batas Atas Rp 27400 Tarip Batas Bawah Rp 16.900
24. Malang-Pasuruan-Grati-Problolinggo Wonorejo-Lumajang-Kencong-Balung-Jmbr Jarak (+/-) 218 km Tarip Batas Atas Rp 27.800 Tarip Batas Bawah Rp 17.100
25. Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Wonorejo-Lumajang-Kencong Jarak (+/-) 239 km Tarip Batas Atas Rp 30.500 Tarip Batas Bawah Rp 18.800
26. Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Besuki-Situbondo-Asembagus-Banyuwangi Jarak (+/-) 428 km Tarip Batas Atas Rp 54.500 Tarip Batas Bawah Rp 33.500
27. Tulungagung-Ngunut-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Tanggul-Jember Jarak (+/-) 327 km Tarip Batas Atas Rp 41.600 Tarip Batas Bawah Rp 25.600
28. Malang-Pasuruan-Probolinggo-Klakah-Wonorejo-Kencong-Balung-Ambulu Jarak (+/-) 214 km Tarip Batas Atas Rp 27.300 Tarips Batas Bawah Rp 16.800
29. Trenggalek-Tulungagung-Blitar-Kepanjen-Malang-Pasuruan-Probolinggo-Wonorejo-Kencong-Balung-Ambulu Jarak (+/-) 319 km Tarip Batas Atas Rp 48.200 Tarip Batas Bawah Rp 29.700

Patas AC seat 2.2 = Malang - Surabaya Rp 15.000

Diambil dari ASTERIX WEB GROUP

C i k a r


Cikar adalah alat transportasi yang biasa digunakan di desa kami, untuk mengangkut barang-barang, bisa berupa batu-bata, bambu, dsb.

Cikar ditarik oleh 2 ekor sapi. Aku ingat, dulu kalau ada cikar lewat dan kosong, maka anak-anak bisa melompat di bagian belakang dan ikut naik cikar itu.

Aku, jarang bisa melompat seperti mereka. Dan, bagiku cikar itu sangat tinggi...

Karnaval - Tarian


Acara yang menarik setiap 17 Agustusan, adalah adanya karnaval yang harus diikuti oleh seluruh sekolahan, dan kantor-kantor yang ada di desa Ngunut.

Yang sangat ditunggu-tunggu oleh orang-orang desa (dari luar Ngunut juga) adalah pada bagian terakhir, ada rombongan penari Irian Jaya / Papua.

Mereka selalu berpakaian ala Irian Jaya, dengan tali rafia, janur, bulu2, dan yang menarik, badan mereka diberi warna hitam legam!

Mereka menari dengan gaya tarian orang Irian Jaya, dan merupakan penutup yang sangat menarik dari acara karnaval itu.

Menurut orang-orang, tarian ini merupakan ide dari seseorang tentara yang dulu pernah bertugas di Irian Jaya.

Lucunya, kata orang, sehabis pertunjukan itu, mereka harus menghabiskan banyak sekali sabun (dan mandi di kali Brantas) untuk membersihkan tubuh mereka dari warna hitam itu!!!! Tapi itu sangat menghibur seluruh penonton acara 17 Agustusan! Dan tahun depan, mereka akan tampil lagi!

Video desa Panjer Ngunut

Temukan video desa 'PANJER' Ngunut di sini.

Chat dengan Rudi

Kemarin siang, chat dengan Rudi, temanku di Ngunut, lewat aplikasi FACEBOOK. Akhrinya kuberi nomor hape, dan kudengar suaranya langsung. Sudah puluhan tahun tidak bertemu dengan dia... oh ya, dia bilang kakak perempuannya juga tinggal di Surabaya.

Kucoba mengumpulkan kepingan2 memori tentang Rudi ini :

1. Dulu, waktu aku SMA, dia masih SD, dan aku memang sering main ke rumahnya, untuk nonton televisi. Rumahnya ada di seberang jalan, di sebelah kanan rumahku di Jl. Raya Ngunut.

2. Kalau tidak salah, papa-mamanya dulu berjualan / bisnis tembakau.

3. Mereka masih ada hubungan family dengan tetanggaku Agus Iswahyudi (Nyoo Bie), yang sering aku main mobil-mobilan (sebangsa Hotwheels) di rumahnya.

4. Rudi ini sekarang sudah menikah, dan punya anak yang lucu-lucu.

Dia mengundangku untuk main ke rumahnya di Ngunut, kalau aku berkesempatan berkunjung ke sana kelak... bukankah luar biasa teknologi komputer dan internet saat ini?

Lagu Jawa


Di Facebook hari ini seorang rekan menulis tentang pernikahan putra mahkota Kerajaan Inggris :

E, mantene teko . . .
E, beberno kloso . . .
(kulanjutkan)
E, klosone bedah . . .
E, tembelen jadah . . .
E, jadahe mambu . . .
E, pakakno asu, . . .
E, Asune mlayu . . .


Nah lupa terusannya ????

Ingat juga sebuah lagu waktu aku masih di TK (sekitar th 1973-74)

Waktu itu kami bermain di halaman sekolah dan berputar membentuk lingkaran :

Gundul gundul pacul . . . gemblelengan . . .
nyunggi-nyunggi wakul-kul . . . gemblelengan . . .
wakul nglempang . . . segone dadi sak latar . . .
wakul nglempang . . . segone dadi sak latar . . .

(tentang seorang anak gundul / botak, dia membawa sebakul nasi di atas kepalanya. Tapi karena langkah kakinya tidak hati-hati, bakul itu tumpah dan nasinya berceceran di tanah)

Oh ya, ada satu lagi :

Aku nduwe adik,
tak lingguhne dingklik,
tibo jungkel walik,
udele ditutul pitik !

(Aku punya adik, kududukkan di kursi. Waktu dia jatuh, pusarnya dipatok ayam..)

Kamis, 28 April 2011

Titip Rindu buat Ayah - Ebiet G. Ade

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa

Benturan dan hempasan terpahat di keningmu

Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras

namun kau tetap tabah hm…

Meski nafasmu kadang tersengal

memikul beban yang makin sarat

kau tetap bertahan


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini

Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan

Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari

kini kurus dan terbungkuk hm…

Namun semangat tak pernah pudar

meski langkahmu kadang gemetar

kau tetap setia


Ayah, dalam hening sepi kurindu

untuk menuai padi milik kita

Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan

Anakmu sekarang banyak menanggung beban


Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini

Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan

Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari

kini kurus dan terbungkuk hm…

Namun semangat tak pernah pudar

meski langkahmu kadang gemetar

kau tetap setia



Koleksi Ebiet G Ade yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Ebiet G Ade – Titip Rindu Buat Ayah
Gambar Artis Indonesia


Download video di sini :




Download Youtube Video Clip Ebiet G Ade – Titip Rindu Buat Ayah
Foto Artis Indonesia


Juga kumuat di blog untuk papa dan mamaku.

Pulang tiap bulan ke rumah - 1986-1988

Aku berangkat ke Surabaya, tahun 1986 mencari pekerjaan. Selama 2 tahun, aku masih diijinkan berjumpa dengan mamaku. Tahun 1988 dia dipanggil Tuhan, kembali ke Kerajaan-Nya yang abadi.

Selama beliau hidup, aku pulang sebulan sekali. Dari Surabaya, naik bis malam, sampai di desa Ngunut sekitar jam 2 pagi. Aku turun bis, berjalan kaki lewat SD GILANG 1, dan menuju rumah. Dan, aku hanya mampu memberi mamaku uang Rp. 10.000,- dari gajiku Rp. 50.000 tiap bulan.

Jelas, uang itu tidak akan cukup untuk kebutuhan mamaku dan adik-adik perempuanku. Tapi kuterus berjuang, untuk bersemangat bekerja di Surabaya!

Sampai detik ini aku tidak pernah berpikir akan mampu membalas cinta kasih mama dan papaku yang kuterima selama ini (papa meninggal waktu aku berumur 13 tahun, mama meninggal waktu aku berumur 20 tahun). Tidak mungkin.

Gereja Tua

Masihkah kau ingat waktu di desa

Bercanda bersama disamping gereja

Kala itu kita masih remaja

Yang polos hatinya bercerita


Waktu kini tlah lama berlalu

Sudah sepuluh tahun tak bertemu

Entah dimana kini kau berada

Tak tahu dimana rimbanya


Reff :

Hanya satu yang tak terlupakan

Kala senja di gereja tua

Waktu itu hujan rintik-rintik

Kita berteduh di bawah atapnya

Kita berdiri begitu rapat

Hingga suasana begitu hangat

Tanganmu kupegang erat-erat

Kenangan itu slalu kuingat


Biarpun saat ini kau telah berdua

Itu bukanlah kesalahanmu

Ku hanya ingin dapat bertemu

Bila bertemu puaslah hatiku

Bila bertemu puaslah hatiku



Koleksi Panbers yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Panbers – Gereja Tua


Kenangan akan lagu ini, ada sebuah 'Gereja' di timur desa Ngunut, kalau tidak salah GPDI Ngunut. Dan, disitulah lokasi bekas Pabrik Gula tua... kami sering bermain di sana, pemandangannya sangat rimbun, penuh pohon-pohon besar dan ilalang yang tinggi.

Lagu-lagu lain yang juga membawa kenangan bagiku - pada jaman-jaman itu juga banyak :

"Madu dan Racun" - Arie Wibowo
"Sarjana Muda" - Iwan Fals
"Salam Terakhir" - Ikang Fawzy
"Walau Sekejab" - Arie Wibowo
"Boulevard" - Dan Bird
"Merpati tak pernah Ingkar Janji" - Paramitha Rusady


dan banyak lagi...

Rabu, 27 April 2011

Break Dance


Aku ingat, dulu waktu SMP terjadi 'demam Break Dance' atau 'tari kejang'. Banyak anak-anak yang berlomba-lomba menarikan tarian ini.

Jika malam tiba, maka di emper-emper (depan - teras) toko-toko yang luas, sekelompok pemuda dan pemudi dengan pakaian yang trend saat itu, menyetel musik break-dance dengan nyaring, dan mereka menari-nari di sana.

Mungkin ada teman-teman Anda yang menyukai tarian ini? Kirimkan link mereka, dan saya ingin mendengar juga 'kenangan' mereka tentang tarian ini!

Gunung meletus

Ingatan ini muncul waktu aku dalam perjalanan pulang dari kantor, naik angkot. Waktu kecil dulu (SD) aku dan temanku pernah duduk di depan rumah tetanggaku (di seberang jalan - depan rumahku) untuk menyaksikan 'kembang api', yaitu percikan-percikan api di angkasa.

Kata orang, itu gunung meletus...

Timbangan besar


Aku teringat ada timbangan besar yang terletak di Stasiun Kereta Api Ngunut. Warnanya hijau, dan biasa dipergunakan oleh petugas untuk menimbang barang-barang yang akan dimuat ke gerbong kereta api.

Waktu kecil, aku sering naik ke atasnya dan bermain-main dengan jarum / penunjuk timbangannya... (tentu, kalau ada petugasnya aku kabur..)

Rumah Nenekku di desa

Aku teringat, dulu nenekku (ibu dari mamaku) punya rumah kecil di dekat rel kereta api. Aku waktu pulang sekolah sering menemani nenek di sana. Oh ya, rumah ini sepertinya yang ada di foto pernikahan ke dua orang tuaku tahun 1966 silam?

Rumah itu sederhana, ada ruang tamu, bale, kursi tamu dan meja, dan beberapa kamar (aku lupa). Dindingnya dari anyaman bambu (bhs. jawa : Gedheg).

Yang kuingat, waktu pulang dari rumah itu, (nenek tidak tidur di sana, tapi tidur di rumah tanteku - bibiku / adik mamaku, Bu Lek Tie - A ik Ti di jalan Raya II Ngunut), nenek sebelum menutup pintu selalu menghentakkan kakinya ke tanah 3 kali.

Waktu ku tanya ke nenek, apa alasanya selalu berbuat hal itu, beliau menjawab "Supaya Selamat..."

(Oh gitu caranya supaya selamat... doa menjejakkan kaki ke tanah 3 kali - pikirku)

Selasa, 26 April 2011

Dedy Noy - teman dari Ngunut



Hari ini chatting di FACEBOOK dengan teman dari Ngunut, adik kelasku di SD NGUNUT III. Dia teman dari Yongky.

siang agus

Selamat siang

masih ingat sama aku, aku adik klas sd ngunut 3

Nah, ini pertanyaan sing bikin pusing .. . ha ha ha wis piro taun ga ketemu - - - tapi harus bersyukur, ada FESBUK ini... hayo pertanyaannya : Siapa guru kelas 6 waktu itu (sebutkan 2 atau 3 orang) test test

bu darni no
kalau aku waktu itu yg ngajar bu darni

Betul - - - nah gini baru cah Ngunut ha ha ha
Aku ingat Pak Domo (kepala sekolah sing rambute putih). Aku pernah nyapu di halaman, trus di omeli, diberi contoh ha ha ha

tul itu, aku satu angkatan sama yongky

Oalah... koncone Yongki..

ya, satu angkatan sejak sd sampai sma

Nah, aku kontak2 Yongky juga ga sengaja, di FB ini. Aku seneng nulis kenangan2 waktu SD, SMP, SMA, coba klik di blogku iki : http://ngunuttulungagungjawatimur.blogspot.com/
Namamu nanti juga kutulis di situ lhooo - judulnya ,teman Facebook - ku

sudah kok, sdh lama sekali aku buka nya
masih sering plg ke ngunut

Ha ha ha - nah, kapan2 kalau ada foto2 KUNO, jaman SMP, SD boleh tak pajang di situ. Kalo foto sekarang ga usah ha ha ha (wis tuwek)
Ke Ngunut 1 tahun sekali . . .pas lebaran saja

mampir ya
aku di rumah mertua, gang roda


Wah sip - - - tapi harus janjian, supaya ketemu

dr tadi yg ngetes kamu, ganti aku sekarang , trus aku ini sapa ?

Ha ha ha iki sing bingung - soale aku terakhir ninggalno Ngunut tahun 1986 - lulus SMA.
Trus aku kudu bongkar2 album mu di FB ini.

ok gak masalah, nama ku dedy setiono (biasa dipanggil jiji) dulu aku tinggal di etan pasar, utara nya toko mas jun

Ha ha ha - aku yo harus membongkar2 memoriku (di otak ini). Tapi asyik yo punya intenet seperti ini. Aku seneng buangett

dulu kamu pernah main ke rumah ku kok, aku sd satu angkatan sama akok, welly yongky (hayong)

Nah, si Akok iku aku apal...soale dulu sak gerejo ndik Suroboyo. Pancen bikin penasaran... alamat, lebaran iki harus mampir! Ben legooo

ok aku usaha warnet di gang roda
aku off dl nih