Semua catatan dan kenanganku tentang tempat kelahiranku (1968), sebuah desa kecamatan bernama : Desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. (All my memories about my village, where I was born 43 years ago : Ngunut, Tulungagung, East Java, Indonesia)
Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Minggu, 17 April 2011
Yongky, teman adikku ?
Kata adikku di Blitar, waktu kusebut nama teman dari Ngunut yang bernama Yongky yang pernah kutulis di sini, kemungkinan itu temannya dulu.
Penjual Nomor
Aku punya tetangga, di belakang rumahku di Jl. Raya Ngunut. Suaminya berprofesi sebagai (istilah waktu itu) "Penjual Nomor". Orangnya berkumis lebat. Biasanya dia membawa sebuah koper yang berisikan alat-alat tulis.
Nomor apa yang dijualnya ?
Pada jaman itu dilaksanakan secara legal 'undian berhadiah'. Orang-orang membeli beberapa nomor yang dipercaya akan merupakan nomor yang tepat dengan 'nomor yang diterbitkan' oleh 'pusat'.
Misal, si A membeli nomor 51,33,55,44 masing-masing Rp. 500. Jika ternyata yang 'keluar / terbit' adalah nomor 55, maka dia mendapatkan uang Rp. 500 x sekian.
Nah, bapak ini dengan keahliannya berjualan suatu prediksi nomor yang akan keluar tadi.
Dia biasanya beroperasi dekat pasar Ngunut. Di sana, dia mencari tempat yang strategis. Kemudian dia membuka selembar kertas kosong yang cukup lebar. Dia mulai memperagakan hitungan-hitungannya berdasarkan nomor-nomor yang pernah keluar beberapa waktu silam.
Entah, dengan formula apa, yang pasti semua kata-kata yang keluar dari mulutnya bisa membuat beberapa orang yang tertarik berkerumun. Dan, sekian menit kemudian, dia mulai menjual / berjualan sebuah kertas yang dibungkus rapi. Di dalam kertas itulah dia menaruh 'nomor-khusus' hasil prediksinya.
Beberapa orang yang yakin dengan 'teori'nya, mulai mengeluarkan uang dan membeli bungkusan itu, dan akan dibuka nanti, untuk digunakan membeli 'nomor'.
Apakah mereka benar-benar menjadi 'pemenang'? Entahlah. Tapi, itulah salah satu profesi yang kuingat waktu aku kecil di desa Ngunut...
= = = tambahan Senin malam, 18 April 2011 = = =
Istriku mengingatkan, dia dulu waktu di desa (Blitar) juga pernah menjumpai orang-orang seperti ini, dan ada lembaran-lembaran kertas yang dibuat dengan sistim stensil, bergambar khusus dan disertai kode-kode / angka-angka khusus juga. Ini seperti terbitan selebaran bagi para pemburu hadiah - nomor ini!
Nomor apa yang dijualnya ?
Pada jaman itu dilaksanakan secara legal 'undian berhadiah'. Orang-orang membeli beberapa nomor yang dipercaya akan merupakan nomor yang tepat dengan 'nomor yang diterbitkan' oleh 'pusat'.
Misal, si A membeli nomor 51,33,55,44 masing-masing Rp. 500. Jika ternyata yang 'keluar / terbit' adalah nomor 55, maka dia mendapatkan uang Rp. 500 x sekian.
Nah, bapak ini dengan keahliannya berjualan suatu prediksi nomor yang akan keluar tadi.
Dia biasanya beroperasi dekat pasar Ngunut. Di sana, dia mencari tempat yang strategis. Kemudian dia membuka selembar kertas kosong yang cukup lebar. Dia mulai memperagakan hitungan-hitungannya berdasarkan nomor-nomor yang pernah keluar beberapa waktu silam.
Entah, dengan formula apa, yang pasti semua kata-kata yang keluar dari mulutnya bisa membuat beberapa orang yang tertarik berkerumun. Dan, sekian menit kemudian, dia mulai menjual / berjualan sebuah kertas yang dibungkus rapi. Di dalam kertas itulah dia menaruh 'nomor-khusus' hasil prediksinya.
Beberapa orang yang yakin dengan 'teori'nya, mulai mengeluarkan uang dan membeli bungkusan itu, dan akan dibuka nanti, untuk digunakan membeli 'nomor'.
Apakah mereka benar-benar menjadi 'pemenang'? Entahlah. Tapi, itulah salah satu profesi yang kuingat waktu aku kecil di desa Ngunut...
= = = tambahan Senin malam, 18 April 2011 = = =
Istriku mengingatkan, dia dulu waktu di desa (Blitar) juga pernah menjumpai orang-orang seperti ini, dan ada lembaran-lembaran kertas yang dibuat dengan sistim stensil, bergambar khusus dan disertai kode-kode / angka-angka khusus juga. Ini seperti terbitan selebaran bagi para pemburu hadiah - nomor ini!
Label:
Kenangan,
Masa SD,
Profesi di Ngunut
Sabtu, 16 April 2011
Tempat Kursus Mengetik
Sewatku masih duduk di SMP (1980-1983) aku sering tertarik dengan sebuah tempat yang dikenal sebagai 'Kursus Mengetik'. Ada beberapa tempat mungkin, tapi yang kuingat yang ada di jalan Raya, sebab aku sering melewati tempat itu, kalau aku pulang dari bermain dan kembali ke rumahku yang sudah pindah di Jl. Recobarong, Ngunut.
Tempat itu tertutup, tapi aku sering mengintip di dalamnya - beberapa detik saja - sambil lewat. Ada sederet bangku-bangku dan meja-meja. Di atas meja-meja itulah diletakkan mesin ketik-mesin ketik. Ada sebuah papan tulis di depan, dan sebuah meja dan kursi bagi sang guru.
Aku pernah dengar pas beberapa siswa berlatih mengetik, suaranya sangat nyaring dan membuatku geli / tersenyum - - - tak tok tak tok tak tok....
Jaman sekarang, aku ragu, masihkah tempat itu ada? Pasti diganti dengan berbagai lembaga pelatihan komputer. ..
Tempat itu tertutup, tapi aku sering mengintip di dalamnya - beberapa detik saja - sambil lewat. Ada sederet bangku-bangku dan meja-meja. Di atas meja-meja itulah diletakkan mesin ketik-mesin ketik. Ada sebuah papan tulis di depan, dan sebuah meja dan kursi bagi sang guru.
Aku pernah dengar pas beberapa siswa berlatih mengetik, suaranya sangat nyaring dan membuatku geli / tersenyum - - - tak tok tak tok tak tok....
Jaman sekarang, aku ragu, masihkah tempat itu ada? Pasti diganti dengan berbagai lembaga pelatihan komputer. ..
Rabu, 13 April 2011
Stiker Superman
Dulu, waktu masih duduk di SD, aku pernah punya stiker favorit, bergambar Superman yang dirantai. Dan ini stiker 3 dimensi, yang kalau kita gerak-gerakkan maka akan berganti gambarnya.
Puzzle mini
Waktu kecil (SD) ada mainan yang cukup populer waktu itu, dan sangat berkesan : sebuah puzzle mini dari plastik. Biasanya dijual di toko-toko buku.
Bentuknya sebuah kotak, yang di dalamnya ada sekitar 26 kotak kecil atau kurang, berisikan huruf A-B-C dst atau suatu gambar.
Tugas kita mengembalikan kotak2 itu sesuai urutannya dengan menggeser kotak2 kecil itu. Cukup mengasikkan.
[Memory ini bangkit waktu lihat salah satu widget di Windows 7]
Bentuknya sebuah kotak, yang di dalamnya ada sekitar 26 kotak kecil atau kurang, berisikan huruf A-B-C dst atau suatu gambar.
Tugas kita mengembalikan kotak2 itu sesuai urutannya dengan menggeser kotak2 kecil itu. Cukup mengasikkan.
[Memory ini bangkit waktu lihat salah satu widget di Windows 7]
Selasa, 12 April 2011
ENDANG S.TAURINA APA YANG KU CARI LYRICS
Dingin air yang beku
tidak sedingin hatiku ini
Sepi malam di gurun
tidak sesunyi yang ku alami
Dalam lautan biru
bukan sedalam cinta padamu
Tingginya Mahameru
bukan setinggi cita-citaku
Ku pendam cintaku padamu
Aku tertunduk malu
Apabila ku tatap wajahmu
Chorus:
Kini semua telah hilang
(Melayang, melayang)
Bagai burung lepaskan terbang
(Melayang, melayang)
Pada siapa ku merindu?
(Tak tahu, tak tahu)
Dengan siapa ku bercanda?
(Tak tahu, tak tahu)
Cari-cari, apa ku cari…
Akhirnya
Menangis sepi
Lagu ini sering kunyanyikan dan kudengar temanku suka menyanyi lagu ini.
Lyric kuambil dari JUST TO ME LYRIC DOT COM
Hari ini ku download dari MP3 SKULL DOT COM.
tidak sedingin hatiku ini
Sepi malam di gurun
tidak sesunyi yang ku alami
Dalam lautan biru
bukan sedalam cinta padamu
Tingginya Mahameru
bukan setinggi cita-citaku
Ku pendam cintaku padamu
Aku tertunduk malu
Apabila ku tatap wajahmu
Chorus:
Kini semua telah hilang
(Melayang, melayang)
Bagai burung lepaskan terbang
(Melayang, melayang)
Pada siapa ku merindu?
(Tak tahu, tak tahu)
Dengan siapa ku bercanda?
(Tak tahu, tak tahu)
Cari-cari, apa ku cari…
Akhirnya
Menangis sepi
Lagu ini sering kunyanyikan dan kudengar temanku suka menyanyi lagu ini.
Lyric kuambil dari JUST TO ME LYRIC DOT COM
Hari ini ku download dari MP3 SKULL DOT COM.
Bekerja di perpustakaan
Sambil menempuh pendidikan di SMA Tulungagung, aku juga mendapat kesempatan untuk bekerja, membantu di keluarga tetanggaku. Koh Esung namanya, punya usaha perpustakaan (menyewakan komik, novel, dsb) dan penyewaan video kaset (jaman itu ada video VHS / Beta).
TOMMY J. PISA BIARKAN AKU MENANGIS LYRICS
Kelmarin kau masih bersamaku
Bercumbu dan merayu
Adakah hari esok untuk kita bercinta
Seperti yang telah kita lewati
Mengapa terlalu cepat kau pergi
Tinggalkan batu nisan
Kenyataan ini begitu memilukan
Ingin kurasa turut serta
( korus )
Tiada guna aku hidup begini
Tanpa belaian kekasih yang sangat kusayangi
Kepedihan yang kini kurasakan
Darimu yang mencintai aku
Biarlah kurelakan kau pergi
Tinggalkan derita bersamaku
Kudoakan kau bahagia di sisiNya
Sementara biarkan aku menangis
Bercumbu dan merayu
Adakah hari esok untuk kita bercinta
Seperti yang telah kita lewati
Mengapa terlalu cepat kau pergi
Tinggalkan batu nisan
Kenyataan ini begitu memilukan
Ingin kurasa turut serta
( korus )
Tiada guna aku hidup begini
Tanpa belaian kekasih yang sangat kusayangi
Kepedihan yang kini kurasakan
Darimu yang mencintai aku
Biarlah kurelakan kau pergi
Tinggalkan derita bersamaku
Kudoakan kau bahagia di sisiNya
Sementara biarkan aku menangis
TOMMY J PISA 02 DIBATAS KOTA INI LYRICS
Dibatas kota ini
Kumenatap wajahmu
Perpisahan ini mambuat luka dihati
Ingin kuberlari namun tak kuasa diriku
engkau menangis dalam pelukanku
Sendiri kau terpaku
Menatap kepergianku
Air matamu berlinang membasahi pipi
Seakan sesali perpisahan ini
Janganlah kau sesali
Janganlah kau tangisi
Aku pergi untuk kembali lagi
Hapuslah air matamu
Hapus luka hatimu
Nantikan aku dibatas kota ini
Pelabuhan jadi saksi
Dermaga tua menanti
Disaat engkau berjanji tuk kembali lagi
Dipelabuhan Belawan
Kulepas dirimu kasih
Kuharap engkau kembali untuk lagi
Diambil dari JUST TO ME LYRICS DOT COM.
Kumenatap wajahmu
Perpisahan ini mambuat luka dihati
Ingin kuberlari namun tak kuasa diriku
engkau menangis dalam pelukanku
Sendiri kau terpaku
Menatap kepergianku
Air matamu berlinang membasahi pipi
Seakan sesali perpisahan ini
Janganlah kau sesali
Janganlah kau tangisi
Aku pergi untuk kembali lagi
Hapuslah air matamu
Hapus luka hatimu
Nantikan aku dibatas kota ini
Pelabuhan jadi saksi
Dermaga tua menanti
Disaat engkau berjanji tuk kembali lagi
Dipelabuhan Belawan
Kulepas dirimu kasih
Kuharap engkau kembali untuk lagi
Diambil dari JUST TO ME LYRICS DOT COM.
Senin, 11 April 2011
Acara televisi
Beberapa acara televisi yang dulu masih ditayangkan di televisi hitam putih :
1. Batman Robin
2. Zorro
3. Combat - hari Minggu - film perang
4. Rin Tin Tin

5. Scooby Doo
6. Rocket Robin Hood

7. Bonanza
8. Hawaii-Five-O
9. Jungle Jim - Mirip 'Indiana Jones'. Aku sangat kagum melihatnya berenang di sungai dan bertempur melawan buaya!
10. The man from Atlantis

11. Time Tunnel - perjalanan waktu melalui terowongan waktu.

12. Voyage to the Bottom of the Sea - kisah kapal selam.
13. Star Trek Classic - ini film tv favoritku sepanjang masa kecilku! Tentang sekelompok orang yang berkelana ke luar angkasa dengan pesawatnya!
14. Casper, hantu cilik yang susah mendapat teman.
15. The Six Million Dollar Man

16. The Bionic Woman
17.

Zaman tv berwarna mulai muncul : (1983)
1. Land of the Giant

2. Battle Star Gallactica
3. Starsky and Hutch
4. The A-Tem

5. The Avengers
6. Charlie's Angels
7. Chips
dan lain-lain (aku jarang nonton)
Dan banyak lagi, tentu susah mengingatnya satu persatu. Tetapi jika ingat, akan kutambahkan di post ini
Oh ya, selain film, televisi hitam putih dulu juga merupakan hiburan yang sangat mewah. Dan, jarang orang yang punya di desaku. Aku ingat, kalau pas ada pertandingan tinju juara dunia Muhammad Ali, maka seluruh desa menontonnya!
Juga, aku mengenal lagu-lagu jadul waktu itu = Widuri, Liku-liku kehidupan, Koes Plus dan sejenisnya.
1. Batman Robin
2. Zorro
3. Combat - hari Minggu - film perang
4. Rin Tin Tin

5. Scooby Doo
6. Rocket Robin Hood

7. Bonanza
8. Hawaii-Five-O
9. Jungle Jim - Mirip 'Indiana Jones'. Aku sangat kagum melihatnya berenang di sungai dan bertempur melawan buaya!
10. The man from Atlantis

11. Time Tunnel - perjalanan waktu melalui terowongan waktu.

12. Voyage to the Bottom of the Sea - kisah kapal selam.
13. Star Trek Classic - ini film tv favoritku sepanjang masa kecilku! Tentang sekelompok orang yang berkelana ke luar angkasa dengan pesawatnya!
14. Casper, hantu cilik yang susah mendapat teman.
15. The Six Million Dollar Man

16. The Bionic Woman
17.

Zaman tv berwarna mulai muncul : (1983)
1. Land of the Giant

2. Battle Star Gallactica
3. Starsky and Hutch
4. The A-Tem

5. The Avengers
6. Charlie's Angels
7. Chips
dan lain-lain (aku jarang nonton)
Dan banyak lagi, tentu susah mengingatnya satu persatu. Tetapi jika ingat, akan kutambahkan di post ini
Oh ya, selain film, televisi hitam putih dulu juga merupakan hiburan yang sangat mewah. Dan, jarang orang yang punya di desaku. Aku ingat, kalau pas ada pertandingan tinju juara dunia Muhammad Ali, maka seluruh desa menontonnya!
Juga, aku mengenal lagu-lagu jadul waktu itu = Widuri, Liku-liku kehidupan, Koes Plus dan sejenisnya.
Download lagu-lagu kenangan
Ini adalah tempat yang kutemukan untuk mendownload lagu-lagu nostalgia yang dulu sering kunyanyikan, jamannya TOMMY J PISA, Julius Sitanggang, Ebiet G Ade, Iwan Fals, Ikang Fawzy.
MAIN MUSIK DOT COM.
Cari syair di KAPAN LAGI DOT COM.
= = = = Salam Terakhir - Ikang Fawzy = = =
Di malam ini
kuberanikan diri
menemuimu
'tuk kesekian kalinya
Janganlah kau takut
tiada guna pula kau bicara
Kuingin menatapmu, dewiku
Dan kini kusadari
betapa s'lama ini
kau mencurahkan
kasih sayang padaku
Semata hanyalah
'tuk membangkitkan s'mangat juangku
tanpa setitik rasa cinta
Reff.
Kau buka mataku
Kau tuntun diriku
memulai hidup baru
Menjauhkan diri dari godaan
barang yang nista
Kulakukan semua untukmu
Perlahan aku
mencoba bangkit lagi
menatap tegap
masa depan berseri
Setulus hatiku
kuhaturkan t'rima kasih sayang
maafkan aku salah duga
T'rimalah salamku
yang terakhir kali
Ku akan pergi jauh
Kucoba untuk mengerti dirimu
dan kuberjanji
melangkah di jalan Nya
sayangku...
Ketemu teman dari Tulungagung
Kemarin siang (Minggu, 10 April 2011) setelah turun dari angkot lyn V, aku mau naik ke angkot ke dua, Lyn X. Mendadak seseorang memanggil nama kecilku "AGUS... AGUS...". Aku berlalu, tetapi orang itu menarik perhatianku.
Kudatangi dia, dan ternyata, dia mengaku temanku waktu SMA dulu di Tulungagung. Kuberi nomor hapeku, dan dia (dan anak laki2nya) mengaku mau ke Tulungagung.
Di angkot, dia meneleponku dan mengatakan bernama MONGID. Aku langsung ingat, kalau tidak salah dia bernama ABDUL MONGID.
Alangkah senangnya!
Kudatangi dia, dan ternyata, dia mengaku temanku waktu SMA dulu di Tulungagung. Kuberi nomor hapeku, dan dia (dan anak laki2nya) mengaku mau ke Tulungagung.
Di angkot, dia meneleponku dan mengatakan bernama MONGID. Aku langsung ingat, kalau tidak salah dia bernama ABDUL MONGID.
Alangkah senangnya!
Selasa, 05 April 2011
Naik kereta api
Ingatan terlamaku (yang selalu kucoba kugali) pada waktu kecil (kalau sesuai foto kuno yang kupunya, kira-kira tahun 1974), waktu duduk di SD. Aku pernah diajak naik kereta api ke Surabaya, ke rumah pamanku (adik mama) alm. Andy Wibowo.
1. Nonton televisi hitam putih sampai malam.
2. Tidur di atas kasur spon (untuk pertama kalinya)
3. Mengaku bisa naik sepeda (padahal tidak bisa).
Dan, samar2 aku ingat, pulang naik kereta api ke Ngunut, dan lampu yang di dalam gerbong kayu itu dinyalakan, bukan lampu listrik!
1. Nonton televisi hitam putih sampai malam.
2. Tidur di atas kasur spon (untuk pertama kalinya)
3. Mengaku bisa naik sepeda (padahal tidak bisa).
Dan, samar2 aku ingat, pulang naik kereta api ke Ngunut, dan lampu yang di dalam gerbong kayu itu dinyalakan, bukan lampu listrik!
Senin, 04 April 2011
Penjual es dawet
Ada seorang penjual es dawet yang sering berjualan di dekat sekolah SD ku. Dia seorang bapak tua, dan mendorong gerobak esnya.
Yang paling kusukai waktu beli es cendol ini, selalu ada gula manis (gula Jawa - gula aren), yang kubiarkan ada di dasar gelas, dan kuminum terakhir kali!

Beberapa tahun berselang, bapak ini meninggal dunia, dan usahanya dilanjutkan oleh putranya. Cara minumku - ya sama! Kuminum bagian atas, dan gula (bhs. Jawa = juruh)nya kuminum terakhir!
Yang paling kusukai waktu beli es cendol ini, selalu ada gula manis (gula Jawa - gula aren), yang kubiarkan ada di dasar gelas, dan kuminum terakhir kali!
Beberapa tahun berselang, bapak ini meninggal dunia, dan usahanya dilanjutkan oleh putranya. Cara minumku - ya sama! Kuminum bagian atas, dan gula (bhs. Jawa = juruh)nya kuminum terakhir!
Label:
Kenangan,
Makanan Favorit Ngunut,
Masa kecil
How To Build A Family History Tree
How To Build A Family History Tree
by: Hype Williams
Being able to create a family history tree can do wonders for anyone that has questions about their history. The best tool anyone can have when it comes to digging up information, is the Internet. Now, there must be a starting point with this kind of task, and that solely depends on where an individual wants to start. Beyond that, there is help available that can help anyone that wants to complete this project.
A family history tree is something that not very many households have. Of course, it can be nice to have so that one can see where everything started regarding an individuals name. Every bloodline has a different story to tell and with proper research implemented, there is no telling what an individual can discover about themselves. Today, there are services that specialize in helping people figure everything out about their family's history. They provide tools and strategic methods on how to correctly complete this task. Whether one wants a family album or just a general outline of all their family members, there are people out there that will be happy to supply all the information and items that their clients will need.
Everything about a family history tree starts with the roots. Once those roots are established, once will be surprised at how easily the tree will start to grow. These services that are on the Internet will enable ones family to tell their own personal tales about their heritage and other interesting facts about their origin. Whether one is a scrap booker, a genealogist or a history buff, this is the perfect project. If anyone hits a slump about how to do this properly, there are always people that will be around to help out. These services strive to help their clients anyway they can to help them discover their family's true identity. There is much to sort out and having support will always be encouraging.
Tackling this project is a wonderful way to pass the time while doing something memorable. Future generations will learn about all the legendary stories that are ingrained with their genetic structure. There is no telling who a person may be related to. There are all kinds of surprises waiting to be found through this hobby and they will do nothing more but shed new light on a persons name. Taking a look into the family history tree of ones family will mark the beginning of a new outlook of ones future generations.
About The Author
To learn more about Family History Tree, please visit our website at http://www.archivalife.com
The author invites you to visit:
http://www.archivalife.com
Article Source: ARTICLE CITY DOT COM
Disclaimer: The information presented and opinions expressed herein are those of the authors and do not necessarily represent the views of ArticleCity.com and/or its partners.
by: Hype Williams
Being able to create a family history tree can do wonders for anyone that has questions about their history. The best tool anyone can have when it comes to digging up information, is the Internet. Now, there must be a starting point with this kind of task, and that solely depends on where an individual wants to start. Beyond that, there is help available that can help anyone that wants to complete this project.
A family history tree is something that not very many households have. Of course, it can be nice to have so that one can see where everything started regarding an individuals name. Every bloodline has a different story to tell and with proper research implemented, there is no telling what an individual can discover about themselves. Today, there are services that specialize in helping people figure everything out about their family's history. They provide tools and strategic methods on how to correctly complete this task. Whether one wants a family album or just a general outline of all their family members, there are people out there that will be happy to supply all the information and items that their clients will need.
Everything about a family history tree starts with the roots. Once those roots are established, once will be surprised at how easily the tree will start to grow. These services that are on the Internet will enable ones family to tell their own personal tales about their heritage and other interesting facts about their origin. Whether one is a scrap booker, a genealogist or a history buff, this is the perfect project. If anyone hits a slump about how to do this properly, there are always people that will be around to help out. These services strive to help their clients anyway they can to help them discover their family's true identity. There is much to sort out and having support will always be encouraging.
Tackling this project is a wonderful way to pass the time while doing something memorable. Future generations will learn about all the legendary stories that are ingrained with their genetic structure. There is no telling who a person may be related to. There are all kinds of surprises waiting to be found through this hobby and they will do nothing more but shed new light on a persons name. Taking a look into the family history tree of ones family will mark the beginning of a new outlook of ones future generations.
About The Author
To learn more about Family History Tree, please visit our website at http://www.archivalife.com
The author invites you to visit:
http://www.archivalife.com
Article Source: ARTICLE CITY DOT COM
Disclaimer: The information presented and opinions expressed herein are those of the authors and do not necessarily represent the views of ArticleCity.com and/or its partners.
Label:
Family Tree,
Free Article,
Silsilah Keluarga
Loper Majalah
Sewaktu aku masih duduk di bangku SD, di depan rumahku yang pertama (Jl. Raya II Ngunut), setiap sore selalu ada seorang bapak loper koran yang beristirahat di depan toko hijau, di seberang jalan.
Dia melepas lelah sambil menghisap rokok-nya dengan santai. Dia memang harus beristirahat, sebab baru saja mengayuh sepedanya dari kota Tulungagung (sekitar 13 km dari desa Ngunut).
Yang menyenangkan aku dan membuatku selalu menghampiri bapak ini adalah : dia selalu membawa setumpukan majalah-majalah baru dan koran-koran hari itu. Dia memang penjual koran. Aku memang tidak selalu punya uang untuk membeli majalah2 itu, tetapi cukup melegakan jika bisa 'mengintip' apa isinya.
Memang, pada waktu itu majalah, tabloid tidak sebanyak sekarang. Tapi, membaca adalah hobiku ! Dan, kadang jika pas punya uang, papaku (Gunawan) membelikan aku majalah-majalah itu yang sangat kunikmati : BOBO, KAWANKU, dsb.
(Kalau majalah HAI, aku tidak mampu beli, sering pinjam tetanggaku - teman SD - namanya Wicuk / Wicaksono).
Banyak majalah-majalah yang sangat mendorong semangatku untuk 'maju' hingga hari ini :
- MAJALAH HAI - penuh dengan cerita2 dan komik2 yang tak pernah kulupakan : Pendekar Trigan, Arad Maya, dan lain-lain.
- MAJALAH SENANG - berisikan cerita-cerita yang mendebarkan hati, walau gambarnya hanya 1 atau 2 saja.
- MAJALAH EPPO - penuh dengan komik2 luar negeri : STORM, Roel Djikstra, dan banyak lagi. Aku kenal dengan bahasanya / bunyi2an yang aneh : BOOM, RATTATTATA TATTA ,dsb!
Dia melepas lelah sambil menghisap rokok-nya dengan santai. Dia memang harus beristirahat, sebab baru saja mengayuh sepedanya dari kota Tulungagung (sekitar 13 km dari desa Ngunut).
Yang menyenangkan aku dan membuatku selalu menghampiri bapak ini adalah : dia selalu membawa setumpukan majalah-majalah baru dan koran-koran hari itu. Dia memang penjual koran. Aku memang tidak selalu punya uang untuk membeli majalah2 itu, tetapi cukup melegakan jika bisa 'mengintip' apa isinya.
Memang, pada waktu itu majalah, tabloid tidak sebanyak sekarang. Tapi, membaca adalah hobiku ! Dan, kadang jika pas punya uang, papaku (Gunawan) membelikan aku majalah-majalah itu yang sangat kunikmati : BOBO, KAWANKU, dsb.
(Kalau majalah HAI, aku tidak mampu beli, sering pinjam tetanggaku - teman SD - namanya Wicuk / Wicaksono).
Banyak majalah-majalah yang sangat mendorong semangatku untuk 'maju' hingga hari ini :
- MAJALAH HAI - penuh dengan cerita2 dan komik2 yang tak pernah kulupakan : Pendekar Trigan, Arad Maya, dan lain-lain.
- MAJALAH SENANG - berisikan cerita-cerita yang mendebarkan hati, walau gambarnya hanya 1 atau 2 saja.
- MAJALAH EPPO - penuh dengan komik2 luar negeri : STORM, Roel Djikstra, dan banyak lagi. Aku kenal dengan bahasanya / bunyi2an yang aneh : BOOM, RATTATTATA TATTA ,dsb!
Sabtu, 02 April 2011
Ke Blitar tiap tahun
Walau kami (saya, Susan dan Samuel) adalah keluarga Kristen, namun istilah 'BERLEBARAN TIAP TAHUN' juga kami jalani. Sejak tahun 1994 (kami menikah) dan tahun 1995 dikaruniai seorang putra, kami 'wajib' pulang ke desa Gambar, lereng Gunung Kelud, kota Blitar. Jika Hari Lebaran dan Natal berdekatan, maka harus ditentukan, kami pulang pas 'Lebaran' atau 'Natal', dan sering juga ditahan di sana sampai 'Tahun Baru'!

Foto gunung Kelud, dilihat dari rumah keluarga besar istri saya, lereng Gunung Kelud (2007)! Pagi, bangun tidur jalan-jalan ke sana.

Suasana desa Gambar Baru, lereng Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur.

Kami sempatkan jalan-jalan ke kota Blitar tiap tahun! Ini photo tahun 2008 - beberapa kusimpan di PHOTOBUCKET ALBUM ku.

Harus berziarah ke makam orang tua istriku (alm. Ibu Suparmi) dan kakek neneknya. Kami harus bersepeda motor ke lokasi makam ini, tempatnya sangat membuat 'jantung berdetak kencang' naik turun naik turun...

Pemandangan dari makam (ada jalan menurun ke bawah - ladang, jalan sempit berkelok2 hiiii seremm...)

Lebaran dan Natal (dan Tahun Baru) di desa Gambar, tidak lengkap tanpa adanya kue-kue kering dan basah yang dihidangkan. Keluarga besar istriku sering membuat sendiri : wajik, jenang dodol, dan lain-lain! Dan, aku selain kadang membantu, juga selalu menjadi pe-makan (tester) ha ha ha !

Dan ,tamu-tamu kecil ini sangat menikmati kue2 (dan minuman sirup) yang disajikan!

Jika ke kota Blitar, maka sering menyempatkan jalan-jalan ke alun-alun bersama adik perempuanku dan suaminya dan putrinya.

Enaknya di desa - makan di mana saja tidak ada larangan (ini anakku, Samuel, makan di jalan penghubung antara rumah Oom dan Tante istriku ha ha ha)
Banyak foto-foto yg kami buat, sebagian saya taruh di PHOTOBUCKET.
Dan, banyak kisah-kisah kehidupan yang terekam di sana. Aku, tak akan bisa lepas dari desa Ngunut, Tulungagung. Dan, desa kelahiran istriku, di wilayah kota Blitar!
Foto gunung Kelud, dilihat dari rumah keluarga besar istri saya, lereng Gunung Kelud (2007)! Pagi, bangun tidur jalan-jalan ke sana.
Suasana desa Gambar Baru, lereng Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur.
Kami sempatkan jalan-jalan ke kota Blitar tiap tahun! Ini photo tahun 2008 - beberapa kusimpan di PHOTOBUCKET ALBUM ku.
Harus berziarah ke makam orang tua istriku (alm. Ibu Suparmi) dan kakek neneknya. Kami harus bersepeda motor ke lokasi makam ini, tempatnya sangat membuat 'jantung berdetak kencang' naik turun naik turun...
Pemandangan dari makam (ada jalan menurun ke bawah - ladang, jalan sempit berkelok2 hiiii seremm...)
Lebaran dan Natal (dan Tahun Baru) di desa Gambar, tidak lengkap tanpa adanya kue-kue kering dan basah yang dihidangkan. Keluarga besar istriku sering membuat sendiri : wajik, jenang dodol, dan lain-lain! Dan, aku selain kadang membantu, juga selalu menjadi pe-makan (tester) ha ha ha !
Dan ,tamu-tamu kecil ini sangat menikmati kue2 (dan minuman sirup) yang disajikan!
Jika ke kota Blitar, maka sering menyempatkan jalan-jalan ke alun-alun bersama adik perempuanku dan suaminya dan putrinya.
Enaknya di desa - makan di mana saja tidak ada larangan (ini anakku, Samuel, makan di jalan penghubung antara rumah Oom dan Tante istriku ha ha ha)
Banyak foto-foto yg kami buat, sebagian saya taruh di PHOTOBUCKET.
Dan, banyak kisah-kisah kehidupan yang terekam di sana. Aku, tak akan bisa lepas dari desa Ngunut, Tulungagung. Dan, desa kelahiran istriku, di wilayah kota Blitar!
Kamis, 31 Maret 2011
Televisi Berwarna
Televisi berwarna bukan hal yang baru saat ini. Namun, pada masa kecilku dulu, barang ini merupakah suatu 'keajaiban' bagi penduduk desa kami, yang biasanya nonton televisi hitam putih!
Sekitar tahun 1981an, sebuah televisi berwarna muncul dan dipajang di toko penjual alat-alat elektronik di desa Ngunut. Dan, banyak orang-orang desa (termasuk aku he he he) yang bela-belain nonton di toko itu, hanya untuk melihat gambar televisi yang berwarna!
Dan, beberapa waktu kemudian, muncul lagi produk baru : VIDEO KASET. Wah... sangat-sangat menghebohkan (bagiku hi hi hi).
Sekitar tahun 1981an, sebuah televisi berwarna muncul dan dipajang di toko penjual alat-alat elektronik di desa Ngunut. Dan, banyak orang-orang desa (termasuk aku he he he) yang bela-belain nonton di toko itu, hanya untuk melihat gambar televisi yang berwarna!
Dan, beberapa waktu kemudian, muncul lagi produk baru : VIDEO KASET. Wah... sangat-sangat menghebohkan (bagiku hi hi hi).
Senin, 28 Maret 2011
Pabrik Kacang di Ngunut (1975-1980an)
Di Ngunut, ada beberapa home industri yang memproduksi 'pabrik kacang shanghai' (begitu kami menyebutnya). Banyak merk-merk terkenal. Dan, salah seorang tetanggaku (beberapa rumah dari rumahku, ke kanan) juga menggoreng kacang2 itu setiap hari.
Mereka mempunyai beberapa karyawan yang bekerja di sana. Sepulang sekolah (SD), sering aku main ke sana - sebab anak pemilik rumah itu adalah temanku bernama Agus Wahyudi (biasa kami panggil Nyo Bie)...
Dan, sambil menyaksikan para pekerja yang menggoreng kacang2 itu, kadang kami mendapat beberapa rejeki - yang kami harapkan ha ha ha - berupa kacang sanghai gratis, dan bukan kacang yang dalam kondisi baik, bisa dijual. Yang kami terima dan makan dengan bebas adalah kacang yang 'rusak-tergabung-jadi-satu'... jadi besarrrr sebab kacang2 itu berlekatan satu sama lainnya.
No problem... yang penting - - - kacang gratis!
Dan... salah satu pabrik itu ada di WIKIMAP!

Contoh : Kacang Shanghai - atau Kacang Atom

Gambar diambil dari : INDONESIAN FOOD MART DOT COM.
Mereka mempunyai beberapa karyawan yang bekerja di sana. Sepulang sekolah (SD), sering aku main ke sana - sebab anak pemilik rumah itu adalah temanku bernama Agus Wahyudi (biasa kami panggil Nyo Bie)...
Dan, sambil menyaksikan para pekerja yang menggoreng kacang2 itu, kadang kami mendapat beberapa rejeki - yang kami harapkan ha ha ha - berupa kacang sanghai gratis, dan bukan kacang yang dalam kondisi baik, bisa dijual. Yang kami terima dan makan dengan bebas adalah kacang yang 'rusak-tergabung-jadi-satu'... jadi besarrrr sebab kacang2 itu berlekatan satu sama lainnya.
No problem... yang penting - - - kacang gratis!
Dan... salah satu pabrik itu ada di WIKIMAP!
Contoh : Kacang Shanghai - atau Kacang Atom

Gambar diambil dari : INDONESIAN FOOD MART DOT COM.
Label:
Kenangan,
Makanan Favorit Ngunut,
Masa kecil
Sabtu, 26 Maret 2011
Sego Bantingan Perdana -
Temukan artikel ini di TULUNGAGUNG DOT GO DOT ID
Kalau di Jogja ada Sego Kucing, di Tulungagung, tepatnya di Ngunut, juga ada makanan yang hampir serupa, Sego Bantingan (Smackdown Rice :D) namanya. Saya sendiri tidak tahu, kenapa dinamakan demikian, mungkin porsinya yang kecil, dan biasa dilempar-lempar ke keranjang jualan.

Tapi yang pasti, rasanya sangat cocok di lidah. Padahal, isinya hanya sekepal nasi dan beberapa sendok sambal goreng.
Silakan dicoba sendiri, datang saja ke Pacitan Lingkungan III, Desa Ngunut. Tepatnya, pertigaan traffic pasar Ngunut ke selatan, sebelum SPPBE Gangsar belok kiri ke jalan menuju bekas Bioskop Perdana. Di sana masih ada beberapa warung kopi yang juga jualan Sego Bantingan.
Malam hari, nongkrong di warung sambil mendengarkan obrolan ringan para bapak-bapak, disertai Sego Bantingan dan secangkir kopi, sejenak seperti lupa akan masalah yang ada di pikiran, orang bilang "[I]nyamleng banget[/I]".
Harganya murah, cuma dua ribu per bungkus. Buat saya, satu bungkus itu kurang, dua bungkus cukup, tiga bungkus mau tapi malu :D.
Lokasi:
Kalau di Jogja ada Sego Kucing, di Tulungagung, tepatnya di Ngunut, juga ada makanan yang hampir serupa, Sego Bantingan (Smackdown Rice :D) namanya. Saya sendiri tidak tahu, kenapa dinamakan demikian, mungkin porsinya yang kecil, dan biasa dilempar-lempar ke keranjang jualan.
Tapi yang pasti, rasanya sangat cocok di lidah. Padahal, isinya hanya sekepal nasi dan beberapa sendok sambal goreng.
Silakan dicoba sendiri, datang saja ke Pacitan Lingkungan III, Desa Ngunut. Tepatnya, pertigaan traffic pasar Ngunut ke selatan, sebelum SPPBE Gangsar belok kiri ke jalan menuju bekas Bioskop Perdana. Di sana masih ada beberapa warung kopi yang juga jualan Sego Bantingan.
Malam hari, nongkrong di warung sambil mendengarkan obrolan ringan para bapak-bapak, disertai Sego Bantingan dan secangkir kopi, sejenak seperti lupa akan masalah yang ada di pikiran, orang bilang "[I]nyamleng banget[/I]".
Harganya murah, cuma dua ribu per bungkus. Buat saya, satu bungkus itu kurang, dua bungkus cukup, tiga bungkus mau tapi malu :D.
Lokasi:
Label:
Blog Teman,
Makanan Favorit Ngunut,
Ngunut
Ledang
Aku tidak tahu, ini bahasa Jawa atau bahasa lain, tapi teman2 waktu SD dulu memberikan kata-kata ini. Di desa Ngunut, ada 2 bioskop misbar (= gerimis bubar), salah satu yang terkenal adalah bioskop "NIAGARA".
(Setelah cari di internet, temukan di ARTI KATA DOT COM, arti kata 'LEDANG' ini adalah : memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang... ohhh gitu tohhh...)
Untuk mempromosikan film yang diputar, mereka menggunakan mobil pick-up, dan sekelilingnya diberi bambu / besi. Kemudian gambar (poster) film yang sedang diputar, dipasang di rangka itu. Nah, mobil ini berkeliling ke desa-desa, dengan mewartakan film yang akan diputar lewat loud-speaker yang dipasang.
"Mari saksikan nanti malam! Pertarungan pendekar-pendekar Shaolin dengan jurus-jurus maut mereka! Drama percintaan, Kungfu, dibintangi oleh bintang-bintang film terkenal saat ini : Fu Shen, David Chiang, Yastaki Kurata, Lo Lieh, Ti Lung, dan lain-lain!"
Lalu, sambil berbicara demikian, si penyiar membagikan kertas yang kami sebut 'Koran', biasanya bergambar film yang diputar, tanggal ditayangkan, dsb.
Pernah, satu kali saya ikut teman-teman untuk duduk di mobil itu, istilahnya "Ikut Ledang" (sorry kalau salah ingat istilah ini). Senang sekali, berkeliling desa (walau agak mabuk - aku suka mabuk waktu kecil kalau naik mobil).
Ini contoh satu lembar 'kertas koran bioskop' yang disebarkan itu (walau aku mendapatkannya di Surabaya, waktu hunting buku-buku dan majalah2 loakan). Ini gambar film SUPERMAN III, tahun 1981 di Surabaya.

Tampak depannya (sorry sudah sobek, tapi kulaminating)

Browsing di GOOGLE dengan kata "Bioskop Misbar", temukan artikel ini :
Apa film pertama yang Anda tonton di bioskop? Kalau saya, berhubung masa kecil saya dihabiskan di desa pantai utara yang jauh timana timendi, alias jauh dari kota, membuat saya tergolong manusia yang amat telat mengenal yang namanya bioskop. Bioskop yang bagus maksudnya. Kalau BSS alias Bioskop Sangat Sederhana sih ya tidak bisa dibilang telat. Rasanya sewaktu kecil pun saya jarang menonton TV malah. Gara-gara TV hitam putih kami tersambar petir, dan entah kenapa ibu saya ogah-ogahan sekali membeli yang baru. Saya sedih sekali waktu TV kami gosong itu, karena menganggap Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, dan Ira Maya Sopha bertempat tinggal di tabung-tabung kecil aneh dan lucu yang berada di belakang layar TV itu (saya suka berdiam di belakang lemari tempat TV diletakkan, dan mencari-cari darimana orang-orang di layar TV itu muncul). Untunglah ternyata para bintang cilik itu ternyata selamat sampai besar, tidak ikut gosong bersama TV kami.
Film produksi bule yang pertama saya tonton adalah Flash Gordon. Saya menonton di bioskop kecil di kota Karawang bersama orang tua saya. Sepertinya waktu itu umur saya 5 atau 6 tahun. Karawang adalah kota terdekat dari kampung saya. Kampung saya itu di pantai utara, ditengah-tengah perjalanan antara Karawang dan Cirebon. Saya sangat terimpresi dengan film itu. Terutama oleh Kaisar Ming yang saya pikir-pikir sekarang mirip Dedy Corbuzier, lagu Flash-nya yang dilengkingkan Freddie Mercury, dan bulu ketiak Flash Gordon yang lebat banget, terlihat jelas sewaktu tangannya diikat ke atas gara-gara ditawan oleh pasukan kerajaan Kaisar Ming. Hal-hal aneh memang biasa diingat oleh anak umur segitu mungkin ya?. Tidak banyak yang bisa saya ingat sih soal bioskop dimana film itu diputar, kecuali gelapnya. Tapi saya tenang menonton dalam gelap karena diapit oleh ibu bapak saya. Tapi sampai saya besar tidak pernah namanya nonton bareng ibu saya berlangsung aman nyaman dan tenang. Pasti kena sensor manual. Saya ingat pernah menonton film Basic Instinct bareng ibu saya pas saya sudah di bangku SMU, hampir setengah film muka saya ditutup oleh sweater oleh ibu saya.
Film Indonesia yang pertama saya tonton adalah: SANGKURIANG. Huehehehehehe. Bintang filmnya adalah Suzanna dan Clif Sangra. Saya menontonnya waktu saya SD. Bersama sepupu saya yang jauh lebih tua, di sebuah bioskop yang bangunannya dari bilik dan tiang bambu. Tanpa atap. Alias Misbar. Kalau gerimis ya ditanggung bubar. Kecuali yang menonton bawa payung mungkin. Misbar disini ya bioskop sederhana dimana kita bayar karcis masuk, bukan layar tancap yang dipasang di lapangan itu.
Lihat selanjutnya di blog ibu Mira Marsellia di sini.
(Setelah cari di internet, temukan di ARTI KATA DOT COM, arti kata 'LEDANG' ini adalah : memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang... ohhh gitu tohhh...)
Untuk mempromosikan film yang diputar, mereka menggunakan mobil pick-up, dan sekelilingnya diberi bambu / besi. Kemudian gambar (poster) film yang sedang diputar, dipasang di rangka itu. Nah, mobil ini berkeliling ke desa-desa, dengan mewartakan film yang akan diputar lewat loud-speaker yang dipasang.
"Mari saksikan nanti malam! Pertarungan pendekar-pendekar Shaolin dengan jurus-jurus maut mereka! Drama percintaan, Kungfu, dibintangi oleh bintang-bintang film terkenal saat ini : Fu Shen, David Chiang, Yastaki Kurata, Lo Lieh, Ti Lung, dan lain-lain!"
Lalu, sambil berbicara demikian, si penyiar membagikan kertas yang kami sebut 'Koran', biasanya bergambar film yang diputar, tanggal ditayangkan, dsb.
Pernah, satu kali saya ikut teman-teman untuk duduk di mobil itu, istilahnya "Ikut Ledang" (sorry kalau salah ingat istilah ini). Senang sekali, berkeliling desa (walau agak mabuk - aku suka mabuk waktu kecil kalau naik mobil).
Ini contoh satu lembar 'kertas koran bioskop' yang disebarkan itu (walau aku mendapatkannya di Surabaya, waktu hunting buku-buku dan majalah2 loakan). Ini gambar film SUPERMAN III, tahun 1981 di Surabaya.

Tampak depannya (sorry sudah sobek, tapi kulaminating)

Browsing di GOOGLE dengan kata "Bioskop Misbar", temukan artikel ini :
Apa film pertama yang Anda tonton di bioskop? Kalau saya, berhubung masa kecil saya dihabiskan di desa pantai utara yang jauh timana timendi, alias jauh dari kota, membuat saya tergolong manusia yang amat telat mengenal yang namanya bioskop. Bioskop yang bagus maksudnya. Kalau BSS alias Bioskop Sangat Sederhana sih ya tidak bisa dibilang telat. Rasanya sewaktu kecil pun saya jarang menonton TV malah. Gara-gara TV hitam putih kami tersambar petir, dan entah kenapa ibu saya ogah-ogahan sekali membeli yang baru. Saya sedih sekali waktu TV kami gosong itu, karena menganggap Chicha Koeswoyo, Adi Bing Slamet, dan Ira Maya Sopha bertempat tinggal di tabung-tabung kecil aneh dan lucu yang berada di belakang layar TV itu (saya suka berdiam di belakang lemari tempat TV diletakkan, dan mencari-cari darimana orang-orang di layar TV itu muncul). Untunglah ternyata para bintang cilik itu ternyata selamat sampai besar, tidak ikut gosong bersama TV kami.
Film produksi bule yang pertama saya tonton adalah Flash Gordon. Saya menonton di bioskop kecil di kota Karawang bersama orang tua saya. Sepertinya waktu itu umur saya 5 atau 6 tahun. Karawang adalah kota terdekat dari kampung saya. Kampung saya itu di pantai utara, ditengah-tengah perjalanan antara Karawang dan Cirebon. Saya sangat terimpresi dengan film itu. Terutama oleh Kaisar Ming yang saya pikir-pikir sekarang mirip Dedy Corbuzier, lagu Flash-nya yang dilengkingkan Freddie Mercury, dan bulu ketiak Flash Gordon yang lebat banget, terlihat jelas sewaktu tangannya diikat ke atas gara-gara ditawan oleh pasukan kerajaan Kaisar Ming. Hal-hal aneh memang biasa diingat oleh anak umur segitu mungkin ya?. Tidak banyak yang bisa saya ingat sih soal bioskop dimana film itu diputar, kecuali gelapnya. Tapi saya tenang menonton dalam gelap karena diapit oleh ibu bapak saya. Tapi sampai saya besar tidak pernah namanya nonton bareng ibu saya berlangsung aman nyaman dan tenang. Pasti kena sensor manual. Saya ingat pernah menonton film Basic Instinct bareng ibu saya pas saya sudah di bangku SMU, hampir setengah film muka saya ditutup oleh sweater oleh ibu saya.
Film Indonesia yang pertama saya tonton adalah: SANGKURIANG. Huehehehehehe. Bintang filmnya adalah Suzanna dan Clif Sangra. Saya menontonnya waktu saya SD. Bersama sepupu saya yang jauh lebih tua, di sebuah bioskop yang bangunannya dari bilik dan tiang bambu. Tanpa atap. Alias Misbar. Kalau gerimis ya ditanggung bubar. Kecuali yang menonton bawa payung mungkin. Misbar disini ya bioskop sederhana dimana kita bayar karcis masuk, bukan layar tancap yang dipasang di lapangan itu.
Lihat selanjutnya di blog ibu Mira Marsellia di sini.
Label:
Bioskop,
Blog Teman,
Kenangan,
Masa kecil
Jumat, 25 Maret 2011
Nonton Akrobat
Dulu, waktu kecil (SD - 1974-1980an), aku sering nonton pertunjukan 'Akrobat' di Lapangan Pema. Mereka biasanya menampilkan atraksi-atraksi yang seperti ditampilkan di acara televisi 'THE MASTER' :
- orang naik sepeda motor dengan mata tertutup
- orang tidur di tanah, dilindas sepeda motor,
dsb...
Cukup mendebarkan waktu itu....
- orang naik sepeda motor dengan mata tertutup
- orang tidur di tanah, dilindas sepeda motor,
dsb...
Cukup mendebarkan waktu itu....
Selasa, 22 Maret 2011
Main Layang-layang
Waktu aku kecil, aku tidak suka main layang-layang. Kakak laki-lakiku (Slamet Kurniadi), jagoan main layang-layang.
Biasanya, mereka main layang-layang di tempat yang luas, di lapangan Pema (untuk sepak bola), atau di lokasi Stasiun Kereta Api Ngunut.
Biasanya, mereka main layang-layang di tempat yang luas, di lapangan Pema (untuk sepak bola), atau di lokasi Stasiun Kereta Api Ngunut.
Jumat, 18 Maret 2011
Saminem
Apa arti nama 'Saminem' bagi kita?
Mungkin dia hanya seorang wanita desa biasa, yang hidup di sebuah tempat, di sebuah desa, dan melakukan hal-hal yang biasa (normal).
Namun, pagi ini, nama itu sangat berarti bagiku. Pagi ini, adikku perempuan yang tinggal di kota Blitar, Jawa Timur, meneleponku, mengabarkan bahwa 'Saminem' telah meninggal dunia.
Aku ikut berduka cita, sebab, bagiku nama itu adalah nama seorang yang pernah mengasuhku semasa aku masih balita, di desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, sekitar 41 tahun yang lalu.
Aku tidak mungkin melupakan ibu ini, walau sedikit sekali kenangan yang bisa kubongkar dari memoriku. Waktu itu, aku masih sangat kecil. Tapi, beberapa tahun yg lalu aku sempat ke rumahnya, di Talun, Blitar. Aku datang bersama istri dan anakku dan keluarga adikku di Blitar.
Terima kasih ibu Saminem, aku doakan semoga ibu menerima yang terbaik dari Sang Pencipta kita!

Mungkin dia hanya seorang wanita desa biasa, yang hidup di sebuah tempat, di sebuah desa, dan melakukan hal-hal yang biasa (normal).
Namun, pagi ini, nama itu sangat berarti bagiku. Pagi ini, adikku perempuan yang tinggal di kota Blitar, Jawa Timur, meneleponku, mengabarkan bahwa 'Saminem' telah meninggal dunia.
Aku ikut berduka cita, sebab, bagiku nama itu adalah nama seorang yang pernah mengasuhku semasa aku masih balita, di desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, sekitar 41 tahun yang lalu.
Aku tidak mungkin melupakan ibu ini, walau sedikit sekali kenangan yang bisa kubongkar dari memoriku. Waktu itu, aku masih sangat kecil. Tapi, beberapa tahun yg lalu aku sempat ke rumahnya, di Talun, Blitar. Aku datang bersama istri dan anakku dan keluarga adikku di Blitar.
Terima kasih ibu Saminem, aku doakan semoga ibu menerima yang terbaik dari Sang Pencipta kita!

Senin, 14 Maret 2011
Mencuri tebu
Dulu, waktu kecil, aku sering diajak teman-teman mencuri tebu di kebun. Tapi aku orangnya (waktu itu anak-anak) yang penakut. Jadi, sementara teman2 mencuri tebu, aku cuma menjadi 'penjaga' saja. Kalau mereka sudah mendapatkan tebu2 itu, aku diberi bagian...
Ya, semoga pemilik kebun tebu yang membaca ini (atau keturunannya) memaafkan kenakalan kami waktu itu...
Ya, semoga pemilik kebun tebu yang membaca ini (atau keturunannya) memaafkan kenakalan kami waktu itu...
Langganan:
Postingan (Atom)
