Melihat foto-foto cosplay jaman sekarang, aku pasti terkenang masa kecil di desa Ngunut, selalu menanti-natikan cara KARNAVAL 17 AGUSTUSAN! Ya, setiap tahun acara ini diadakan.
Karnaval diikuti oleh : seluruh TK, sekolah dasar, SMP, instansi2 pemerintah. Dan suasana pasti sangat ramai! Jalan raya dipenuhi banyak sekali warga dari desa sekitar berbaur dengan penduduk. Mereka sudah berkerumun beberapa jam sebelumnya untuk mencari tempat yang strategis. Tua-muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul di pinggir jalan raya.
Yang paling menarik adalah sekelompok orang yang merelakan mencat tubuhnya dengan warna hitam, untuk menarikan tarian 'Irian Jaya' (kata mereka).
Sangat menyenangkan!
Semua catatan dan kenanganku tentang tempat kelahiranku (1968), sebuah desa kecamatan bernama : Desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. (All my memories about my village, where I was born 43 years ago : Ngunut, Tulungagung, East Java, Indonesia)
Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Jumat, 25 Februari 2011
Minggu, 20 Februari 2011
Alumni SMPP Tulungagung di facebook.
Yess temukan Alumni SMPP Tulungagung di Facebook... seneng banget!
Perjalanan ke sekolah
Blog tentang Tulungagung
Pagi ini menemukan blog yang dibuat oleh seorang tentang kota Tulungagung.. di sini.
Sabtu, 12 Februari 2011
Lapangan PEMA
Di desaku, ada lapangan tempat biasanya diadakan pertandingan bola, kalau tidak salah ingat, namanya 'Lapangan PEMA'.
Nonton TV
Di desa kami waktu aku masih SD (1974-1980) hanya beberapa warga yang punya televisi hitam-putih. Di sanalah kami nonton televisi.
Yang paling dekat, temanku bernama Agus Iswahyudi (kalau ga salah ingat), dia punya televisi yg cukup besar, dan jaraknya cuma bbrp langkah dari rumahku, sebelah kanan rumahku.
1. Rumahku - ke kanan
2. Toko Subur - Reparasi radio / tape
3. Toko kue -
4. lupa?
5. Toko Peralatan sepeda
6. Rumah Agus ini (biasa dipanggil Nyo Bie)
Resiko yg dihadapi, mereka punya banyak anjing herder!
Yang paling dekat, temanku bernama Agus Iswahyudi (kalau ga salah ingat), dia punya televisi yg cukup besar, dan jaraknya cuma bbrp langkah dari rumahku, sebelah kanan rumahku.
1. Rumahku - ke kanan
2. Toko Subur - Reparasi radio / tape
3. Toko kue -
4. lupa?
5. Toko Peralatan sepeda
6. Rumah Agus ini (biasa dipanggil Nyo Bie)
Resiko yg dihadapi, mereka punya banyak anjing herder!
Jumat, 11 Februari 2011
Pesawat Terbang
Setiap kali melihat pesawat terbag di udara : ingat waktu SD (1974-1980), kalau ada pesawat terbang lewat di atas sekolah kami, semua murid keluar kelas dan melihatnya serta berteriak "Montor mabur-montor mabur" (= pesawat terbang..)
Rabu, 26 Januari 2011
SD Ngunut 3

Ini foto perpisahan waktu aku kelas 6 SD (tahun 1980-an). Aku duduk jongkok. Berfoto bersama teman-teman dan guru-guru dan wali murid.
Ini foto alm. Papaku, bersama para wali murid lainnya.
Ini fotoku masih umur 12 tahun.
Artikel juga kumuat di blog untuk almarhum orang tuaku di BLOGGER. dan juga blogku di WORDPRESS.
Kamis, 13 Januari 2011
Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)
Nah, rawon ini sangat terkenal di desa Ngunut, letakkan dekat sekolahku SD Ngunut III, dan dekat stasiun kereta api.
Biasanya jam istirahat, aku dan anak-anak lain sering beli nasi rawon di sini. Kadang lauknya daging empal... sedaph...
Biasanya jam istirahat, aku dan anak-anak lain sering beli nasi rawon di sini. Kadang lauknya daging empal... sedaph...
Blog SMAku
Hari ini mencari-cari teman2 lama semasa sekolah SMA di SMPP BEJI BOYOLANGU, Tulungagung. Temukan blog mereka di sini.
Selasa, 11 Januari 2011
Foto Pdt. S. Sadrach dan istri

Foto ini kudapat dari FACEBOOK, saat keluarga alm. Pdt. S. Sadrach menampilkan di salah satu accountnya. Saya sudah minta ijin, dan menampilkan di sini, sebagai penghormatan dan penghargaan saya kepada pelayanan beliau sekeluarga, selama saya tinggal di desa Ngunut, Tulungagung. Sejak kelas 2 SD (+/- 1975) saya sudah ke gereja mereka, ikut sekolah minggu. Dan, sampai SMP dan SMA tetap beribadah di sana, melayani paduan suara dan musik.
Saya bersyukur kepada Tuhan, yang telah memakai beliau sekeluarga untuk mendidik dan mengawasi pertumbuhan kerohanian saya.
Semua kepujian dan kemuliaan hanya saya persembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus! Amin!
SD Ngunut III
SD Ngunut III adalah tempatku bersekolah, waktu SD dulu (1974-1980an). Waktu itu, aku ingat bahwa kami mendapat giliran untuk 'kerja bakti', misalnya tiap pagi menyapu halaman sekolahan, menyapu kelas, dst.
Sesuai jadwal, kami menyapu, membersihkan kelas.
Pernah, suatu hari karena aku tidak terbiasa menyapu dengan sapu lidi, Bapak Kepala Sekolah, waktu itu bernama pak Domo, gemas dan mengambil sapu lidiku. Kemudian beliau memberi contoh dengan menyapu halaman! Wah, seharusnya aku malu . . .
Sesuai jadwal, kami menyapu, membersihkan kelas.
Pernah, suatu hari karena aku tidak terbiasa menyapu dengan sapu lidi, Bapak Kepala Sekolah, waktu itu bernama pak Domo, gemas dan mengambil sapu lidiku. Kemudian beliau memberi contoh dengan menyapu halaman! Wah, seharusnya aku malu . . .
Senin, 10 Januari 2011
Jenang-Dawet Sor Ringin
Jenang ini terbuat dari tepung beras yang diproses. Trus dilengkapi dengan dawet, dan jenang dari ketan hitam. Selain diberi santan, juga diberi gula cair (= juruh - bhs. Jawa) dan dimakan di dalam satu mangkok.
Biasanya, pulang sekolah (SD) aku beli jenang ini...
Biasanya, pulang sekolah (SD) aku beli jenang ini...
Punten-Kuning
Punten, adalah sejenis nasi tapi yang diolah dengan cara lain. Dan, biasanya dimakan dengan pecel. Jadi, saya ingat ini namanya 'Pecel Punten'....
Sedaphhhh
Sedaphhhh
Sumpil (Mamahe Gempur)
Sumpil berbentuk sayur lodeh, yang dilengkapi dengan lontong (sejenis lontong), kemudian ditaburi dengan gilingan / bubuk kacang .... dan biasanya dimakan di atas piring dari daun pisang.
Arghhh enaknya...
Arghhh enaknya...
Bakso pak Bakar
Penjual bakso ini berjualan sore hari, dengan mendorong gerobaknya. Yang kuingat, rasa baksonya sangat enak, dan gorengannya juga gurih. Di mana dia sekarang berada?
Anda, warga Ngunut yang punya kenangan tentang bakso pak Bakar, silakan komen di sini...
Anda, warga Ngunut yang punya kenangan tentang bakso pak Bakar, silakan komen di sini...
Jumat, 07 Januari 2011
Chatting dengan warga Ngunut
Siang tadi di kantor, sambil bekerja, chatting dengan warga Ngunut, namanya di facebook : Yongky H. Suarsono.
Trus, memang sudah lupa siapa dia,tapi obrolan nyambung waktu aku bilang aku kangen makanan2 di Ngunut. Kuberi foto waktu tahun 2009 silam aku ke pasar Ngunut dan makan nasi pecel lodeh dan ikan sungai 'iwak bethik', dan waktu dia sebutkan makanan2 di sana, maka kubuat daftar ini yang paling aku pengin :
1. Gempol
2. Remes
3. Tiwul
4. Cenil
5. Sumpil
6. Botok Ontong-Luntas-Mlandingan
7. Rondhene pak Gales
8. Sego gorenge Tumbrong
9. Becek
10. Tebu sing disundhuki ndik pring
11. Kikil wedhus
trus ditambahi oleh nya :
12.Bakso (Pak) Bakar
13.Sumpil (Mamahe Gempur)
14. Punten-Kuning
15.Gatot-Mbak Djiah
16.Jenang-Dawet Sor Ringin (Biyen ngarep omahmu)
17.Pecele-Mbah Usrek (sg warunge awakmu tau tggal ng kono)
18. Sego Bungkus-Beguk (Kulon Reco Barong)
19.Sate Kambing-Surip
20.Soto Daging-Masraf
21.Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)
22. Brem Lotrene Pak Bagong (Biyen Mangkal ng SDN III)
23.Opak sambel+Glali (Iki biasane gandeng karo tebu sundukmu kui)
arggahhhhhh.........(dowo tenan daftare)
Menurut profilnya di facebook, dia tinggal di "Waingapu", Sumba! Jauh bangetss..
Ini profilnya per 26 Maret 2011 yang ku-capture :
Trus, memang sudah lupa siapa dia,tapi obrolan nyambung waktu aku bilang aku kangen makanan2 di Ngunut. Kuberi foto waktu tahun 2009 silam aku ke pasar Ngunut dan makan nasi pecel lodeh dan ikan sungai 'iwak bethik', dan waktu dia sebutkan makanan2 di sana, maka kubuat daftar ini yang paling aku pengin :
1. Gempol
2. Remes
3. Tiwul
4. Cenil
5. Sumpil
6. Botok Ontong-Luntas-Mlandingan
7. Rondhene pak Gales
8. Sego gorenge Tumbrong
9. Becek
10. Tebu sing disundhuki ndik pring
11. Kikil wedhus
trus ditambahi oleh nya :
12.Bakso (Pak) Bakar
13.Sumpil (Mamahe Gempur)
14. Punten-Kuning
15.Gatot-Mbak Djiah
16.Jenang-Dawet Sor Ringin (Biyen ngarep omahmu)
17.Pecele-Mbah Usrek (sg warunge awakmu tau tggal ng kono)
18. Sego Bungkus-Beguk (Kulon Reco Barong)
19.Sate Kambing-Surip
20.Soto Daging-Masraf
21.Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)
22. Brem Lotrene Pak Bagong (Biyen Mangkal ng SDN III)
23.Opak sambel+Glali (Iki biasane gandeng karo tebu sundukmu kui)
arggahhhhhh.........(dowo tenan daftare)
Menurut profilnya di facebook, dia tinggal di "Waingapu", Sumba! Jauh bangetss..
Ini profilnya per 26 Maret 2011 yang ku-capture :
Kamis, 11 November 2010
Main di rel, kaki kena duri
Ini peristiwa yang tak bisa kulupakan. Biasanya kalau habis hujan, maka di daerah rel kereta api, kami punya permainan menarik. Selain bermain layang-layang, aku suka main 'plorotan gedebok pisang'.
Cara mainnya :
1. Kami memotong batang pisang (= itulah disebut gedebog).
2. Gedebog itu kami naikkan ke atas (dekat rel). Di bagian sisi lain, ada tanah yang menurun ke bawah. Di bagian bawah ada genangan air - bekas hujan.
3. Kami ber 2 atau ber 3, naik di atas gedebog itu.
4. Kemudian kami berteriak, dan menerjunkan gedebog itu ke bawah, hingga kena air. Muncrat, kami tertawa-tawa.
5. Setelah puas, gedebog tadi kami angkut ke atas, dan mengulangi lagi urutan nomor 3.
Demikian seterusnya berulang-ulang.

(Aku cari di Google, "Prosotan pisang" gak ada, adanya "Prosotan biasa", akhirnya aku teringat : ini gambar mainan orang2 jaman sekarang - namanya "banana boat", memang lebih canggih, tapi punya kami tak kalah asyikkk...)
Tetapi naas, pada hari itu, karena kami kurang bisa mengendalikan 'kendaraan' kami, maka terjadi suatu belokan mendadak. Dan, kaki kiriku (lupa) terkena duri yang cukup banyak. Aku pulang ke rumah sambil menahan sakit. Sesampai di rumah, aku dibantu papaku mencabuti duri-duri itu dari kakiku, satu demi satu. Sambil diomeli / dimarahi tentunya.
Itu yang kuingat hari ini, dan kutulis juga di blog khusus untuk almarhum papa dan mamaku di sini. Juga blog Yossusansammy di Wordpress.
Cara mainnya :
1. Kami memotong batang pisang (= itulah disebut gedebog).
2. Gedebog itu kami naikkan ke atas (dekat rel). Di bagian sisi lain, ada tanah yang menurun ke bawah. Di bagian bawah ada genangan air - bekas hujan.
3. Kami ber 2 atau ber 3, naik di atas gedebog itu.
4. Kemudian kami berteriak, dan menerjunkan gedebog itu ke bawah, hingga kena air. Muncrat, kami tertawa-tawa.
5. Setelah puas, gedebog tadi kami angkut ke atas, dan mengulangi lagi urutan nomor 3.
Demikian seterusnya berulang-ulang.

(Aku cari di Google, "Prosotan pisang" gak ada, adanya "Prosotan biasa", akhirnya aku teringat : ini gambar mainan orang2 jaman sekarang - namanya "banana boat", memang lebih canggih, tapi punya kami tak kalah asyikkk...)
Tetapi naas, pada hari itu, karena kami kurang bisa mengendalikan 'kendaraan' kami, maka terjadi suatu belokan mendadak. Dan, kaki kiriku (lupa) terkena duri yang cukup banyak. Aku pulang ke rumah sambil menahan sakit. Sesampai di rumah, aku dibantu papaku mencabuti duri-duri itu dari kakiku, satu demi satu. Sambil diomeli / dimarahi tentunya.
Itu yang kuingat hari ini, dan kutulis juga di blog khusus untuk almarhum papa dan mamaku di sini. Juga blog Yossusansammy di Wordpress.
Nama Gerejaku
Waktu di Ngunut, aku sejak kelas 2 SD sudah ke gereja. Nama gerejaku adalah "Gereja Pantekosta Tabernakel - Kristus Bintang Fajar", di jalan Waluyo 7, Ngunut.
Langganan:
Postingan (Atom)
