Waktu aku kecil, aku tidak suka main layang-layang. Kakak laki-lakiku (Slamet Kurniadi), jagoan main layang-layang.
Biasanya, mereka main layang-layang di tempat yang luas, di lapangan Pema (untuk sepak bola), atau di lokasi Stasiun Kereta Api Ngunut.
Semua catatan dan kenanganku tentang tempat kelahiranku (1968), sebuah desa kecamatan bernama : Desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. (All my memories about my village, where I was born 43 years ago : Ngunut, Tulungagung, East Java, Indonesia)
Desaku yang kucinta - pujaan hatiku - tempat ayah dan bunda - dan handai taulanku - tak mudah kulupakan - tak mudah bercerai - selalu kurindukan - desaku yang permai . . .
Selasa, 22 Maret 2011
Jumat, 18 Maret 2011
Saminem
Apa arti nama 'Saminem' bagi kita?
Mungkin dia hanya seorang wanita desa biasa, yang hidup di sebuah tempat, di sebuah desa, dan melakukan hal-hal yang biasa (normal).
Namun, pagi ini, nama itu sangat berarti bagiku. Pagi ini, adikku perempuan yang tinggal di kota Blitar, Jawa Timur, meneleponku, mengabarkan bahwa 'Saminem' telah meninggal dunia.
Aku ikut berduka cita, sebab, bagiku nama itu adalah nama seorang yang pernah mengasuhku semasa aku masih balita, di desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, sekitar 41 tahun yang lalu.
Aku tidak mungkin melupakan ibu ini, walau sedikit sekali kenangan yang bisa kubongkar dari memoriku. Waktu itu, aku masih sangat kecil. Tapi, beberapa tahun yg lalu aku sempat ke rumahnya, di Talun, Blitar. Aku datang bersama istri dan anakku dan keluarga adikku di Blitar.
Terima kasih ibu Saminem, aku doakan semoga ibu menerima yang terbaik dari Sang Pencipta kita!

Mungkin dia hanya seorang wanita desa biasa, yang hidup di sebuah tempat, di sebuah desa, dan melakukan hal-hal yang biasa (normal).
Namun, pagi ini, nama itu sangat berarti bagiku. Pagi ini, adikku perempuan yang tinggal di kota Blitar, Jawa Timur, meneleponku, mengabarkan bahwa 'Saminem' telah meninggal dunia.
Aku ikut berduka cita, sebab, bagiku nama itu adalah nama seorang yang pernah mengasuhku semasa aku masih balita, di desa Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, sekitar 41 tahun yang lalu.
Aku tidak mungkin melupakan ibu ini, walau sedikit sekali kenangan yang bisa kubongkar dari memoriku. Waktu itu, aku masih sangat kecil. Tapi, beberapa tahun yg lalu aku sempat ke rumahnya, di Talun, Blitar. Aku datang bersama istri dan anakku dan keluarga adikku di Blitar.
Terima kasih ibu Saminem, aku doakan semoga ibu menerima yang terbaik dari Sang Pencipta kita!

Senin, 14 Maret 2011
Mencuri tebu
Dulu, waktu kecil, aku sering diajak teman-teman mencuri tebu di kebun. Tapi aku orangnya (waktu itu anak-anak) yang penakut. Jadi, sementara teman2 mencuri tebu, aku cuma menjadi 'penjaga' saja. Kalau mereka sudah mendapatkan tebu2 itu, aku diberi bagian...
Ya, semoga pemilik kebun tebu yang membaca ini (atau keturunannya) memaafkan kenakalan kami waktu itu...
Ya, semoga pemilik kebun tebu yang membaca ini (atau keturunannya) memaafkan kenakalan kami waktu itu...
Jumat, 25 Februari 2011
Karnaval 17 Agustusan
Melihat foto-foto cosplay jaman sekarang, aku pasti terkenang masa kecil di desa Ngunut, selalu menanti-natikan cara KARNAVAL 17 AGUSTUSAN! Ya, setiap tahun acara ini diadakan.
Karnaval diikuti oleh : seluruh TK, sekolah dasar, SMP, instansi2 pemerintah. Dan suasana pasti sangat ramai! Jalan raya dipenuhi banyak sekali warga dari desa sekitar berbaur dengan penduduk. Mereka sudah berkerumun beberapa jam sebelumnya untuk mencari tempat yang strategis. Tua-muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul di pinggir jalan raya.
Yang paling menarik adalah sekelompok orang yang merelakan mencat tubuhnya dengan warna hitam, untuk menarikan tarian 'Irian Jaya' (kata mereka).
Sangat menyenangkan!
Karnaval diikuti oleh : seluruh TK, sekolah dasar, SMP, instansi2 pemerintah. Dan suasana pasti sangat ramai! Jalan raya dipenuhi banyak sekali warga dari desa sekitar berbaur dengan penduduk. Mereka sudah berkerumun beberapa jam sebelumnya untuk mencari tempat yang strategis. Tua-muda, laki-laki perempuan, semua berkumpul di pinggir jalan raya.
Yang paling menarik adalah sekelompok orang yang merelakan mencat tubuhnya dengan warna hitam, untuk menarikan tarian 'Irian Jaya' (kata mereka).
Sangat menyenangkan!
Minggu, 20 Februari 2011
Alumni SMPP Tulungagung di facebook.
Yess temukan Alumni SMPP Tulungagung di Facebook... seneng banget!
Perjalanan ke sekolah
Blog tentang Tulungagung
Pagi ini menemukan blog yang dibuat oleh seorang tentang kota Tulungagung.. di sini.
Sabtu, 12 Februari 2011
Lapangan PEMA
Di desaku, ada lapangan tempat biasanya diadakan pertandingan bola, kalau tidak salah ingat, namanya 'Lapangan PEMA'.
Nonton TV
Di desa kami waktu aku masih SD (1974-1980) hanya beberapa warga yang punya televisi hitam-putih. Di sanalah kami nonton televisi.
Yang paling dekat, temanku bernama Agus Iswahyudi (kalau ga salah ingat), dia punya televisi yg cukup besar, dan jaraknya cuma bbrp langkah dari rumahku, sebelah kanan rumahku.
1. Rumahku - ke kanan
2. Toko Subur - Reparasi radio / tape
3. Toko kue -
4. lupa?
5. Toko Peralatan sepeda
6. Rumah Agus ini (biasa dipanggil Nyo Bie)
Resiko yg dihadapi, mereka punya banyak anjing herder!
Yang paling dekat, temanku bernama Agus Iswahyudi (kalau ga salah ingat), dia punya televisi yg cukup besar, dan jaraknya cuma bbrp langkah dari rumahku, sebelah kanan rumahku.
1. Rumahku - ke kanan
2. Toko Subur - Reparasi radio / tape
3. Toko kue -
4. lupa?
5. Toko Peralatan sepeda
6. Rumah Agus ini (biasa dipanggil Nyo Bie)
Resiko yg dihadapi, mereka punya banyak anjing herder!
Jumat, 11 Februari 2011
Pesawat Terbang
Setiap kali melihat pesawat terbag di udara : ingat waktu SD (1974-1980), kalau ada pesawat terbang lewat di atas sekolah kami, semua murid keluar kelas dan melihatnya serta berteriak "Montor mabur-montor mabur" (= pesawat terbang..)
Rabu, 26 Januari 2011
SD Ngunut 3

Ini foto perpisahan waktu aku kelas 6 SD (tahun 1980-an). Aku duduk jongkok. Berfoto bersama teman-teman dan guru-guru dan wali murid.
Ini foto alm. Papaku, bersama para wali murid lainnya.
Ini fotoku masih umur 12 tahun.
Artikel juga kumuat di blog untuk almarhum orang tuaku di BLOGGER. dan juga blogku di WORDPRESS.
Kamis, 13 Januari 2011
Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)
Nah, rawon ini sangat terkenal di desa Ngunut, letakkan dekat sekolahku SD Ngunut III, dan dekat stasiun kereta api.
Biasanya jam istirahat, aku dan anak-anak lain sering beli nasi rawon di sini. Kadang lauknya daging empal... sedaph...
Biasanya jam istirahat, aku dan anak-anak lain sering beli nasi rawon di sini. Kadang lauknya daging empal... sedaph...
Blog SMAku
Hari ini mencari-cari teman2 lama semasa sekolah SMA di SMPP BEJI BOYOLANGU, Tulungagung. Temukan blog mereka di sini.
Selasa, 11 Januari 2011
Foto Pdt. S. Sadrach dan istri

Foto ini kudapat dari FACEBOOK, saat keluarga alm. Pdt. S. Sadrach menampilkan di salah satu accountnya. Saya sudah minta ijin, dan menampilkan di sini, sebagai penghormatan dan penghargaan saya kepada pelayanan beliau sekeluarga, selama saya tinggal di desa Ngunut, Tulungagung. Sejak kelas 2 SD (+/- 1975) saya sudah ke gereja mereka, ikut sekolah minggu. Dan, sampai SMP dan SMA tetap beribadah di sana, melayani paduan suara dan musik.
Saya bersyukur kepada Tuhan, yang telah memakai beliau sekeluarga untuk mendidik dan mengawasi pertumbuhan kerohanian saya.
Semua kepujian dan kemuliaan hanya saya persembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus! Amin!
SD Ngunut III
SD Ngunut III adalah tempatku bersekolah, waktu SD dulu (1974-1980an). Waktu itu, aku ingat bahwa kami mendapat giliran untuk 'kerja bakti', misalnya tiap pagi menyapu halaman sekolahan, menyapu kelas, dst.
Sesuai jadwal, kami menyapu, membersihkan kelas.
Pernah, suatu hari karena aku tidak terbiasa menyapu dengan sapu lidi, Bapak Kepala Sekolah, waktu itu bernama pak Domo, gemas dan mengambil sapu lidiku. Kemudian beliau memberi contoh dengan menyapu halaman! Wah, seharusnya aku malu . . .
Sesuai jadwal, kami menyapu, membersihkan kelas.
Pernah, suatu hari karena aku tidak terbiasa menyapu dengan sapu lidi, Bapak Kepala Sekolah, waktu itu bernama pak Domo, gemas dan mengambil sapu lidiku. Kemudian beliau memberi contoh dengan menyapu halaman! Wah, seharusnya aku malu . . .
Senin, 10 Januari 2011
Jenang-Dawet Sor Ringin
Jenang ini terbuat dari tepung beras yang diproses. Trus dilengkapi dengan dawet, dan jenang dari ketan hitam. Selain diberi santan, juga diberi gula cair (= juruh - bhs. Jawa) dan dimakan di dalam satu mangkok.
Biasanya, pulang sekolah (SD) aku beli jenang ini...
Biasanya, pulang sekolah (SD) aku beli jenang ini...
Punten-Kuning
Punten, adalah sejenis nasi tapi yang diolah dengan cara lain. Dan, biasanya dimakan dengan pecel. Jadi, saya ingat ini namanya 'Pecel Punten'....
Sedaphhhh
Sedaphhhh
Sumpil (Mamahe Gempur)
Sumpil berbentuk sayur lodeh, yang dilengkapi dengan lontong (sejenis lontong), kemudian ditaburi dengan gilingan / bubuk kacang .... dan biasanya dimakan di atas piring dari daun pisang.
Arghhh enaknya...
Arghhh enaknya...
Bakso pak Bakar
Penjual bakso ini berjualan sore hari, dengan mendorong gerobaknya. Yang kuingat, rasa baksonya sangat enak, dan gorengannya juga gurih. Di mana dia sekarang berada?
Anda, warga Ngunut yang punya kenangan tentang bakso pak Bakar, silakan komen di sini...
Anda, warga Ngunut yang punya kenangan tentang bakso pak Bakar, silakan komen di sini...
Jumat, 07 Januari 2011
Chatting dengan warga Ngunut
Siang tadi di kantor, sambil bekerja, chatting dengan warga Ngunut, namanya di facebook : Yongky H. Suarsono.
Trus, memang sudah lupa siapa dia,tapi obrolan nyambung waktu aku bilang aku kangen makanan2 di Ngunut. Kuberi foto waktu tahun 2009 silam aku ke pasar Ngunut dan makan nasi pecel lodeh dan ikan sungai 'iwak bethik', dan waktu dia sebutkan makanan2 di sana, maka kubuat daftar ini yang paling aku pengin :
1. Gempol
2. Remes
3. Tiwul
4. Cenil
5. Sumpil
6. Botok Ontong-Luntas-Mlandingan
7. Rondhene pak Gales
8. Sego gorenge Tumbrong
9. Becek
10. Tebu sing disundhuki ndik pring
11. Kikil wedhus
trus ditambahi oleh nya :
12.Bakso (Pak) Bakar
13.Sumpil (Mamahe Gempur)
14. Punten-Kuning
15.Gatot-Mbak Djiah
16.Jenang-Dawet Sor Ringin (Biyen ngarep omahmu)
17.Pecele-Mbah Usrek (sg warunge awakmu tau tggal ng kono)
18. Sego Bungkus-Beguk (Kulon Reco Barong)
19.Sate Kambing-Surip
20.Soto Daging-Masraf
21.Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)
22. Brem Lotrene Pak Bagong (Biyen Mangkal ng SDN III)
23.Opak sambel+Glali (Iki biasane gandeng karo tebu sundukmu kui)
arggahhhhhh.........(dowo tenan daftare)
Menurut profilnya di facebook, dia tinggal di "Waingapu", Sumba! Jauh bangetss..
Ini profilnya per 26 Maret 2011 yang ku-capture :
Trus, memang sudah lupa siapa dia,tapi obrolan nyambung waktu aku bilang aku kangen makanan2 di Ngunut. Kuberi foto waktu tahun 2009 silam aku ke pasar Ngunut dan makan nasi pecel lodeh dan ikan sungai 'iwak bethik', dan waktu dia sebutkan makanan2 di sana, maka kubuat daftar ini yang paling aku pengin :
1. Gempol
2. Remes
3. Tiwul
4. Cenil
5. Sumpil
6. Botok Ontong-Luntas-Mlandingan
7. Rondhene pak Gales
8. Sego gorenge Tumbrong
9. Becek
10. Tebu sing disundhuki ndik pring
11. Kikil wedhus
trus ditambahi oleh nya :
12.Bakso (Pak) Bakar
13.Sumpil (Mamahe Gempur)
14. Punten-Kuning
15.Gatot-Mbak Djiah
16.Jenang-Dawet Sor Ringin (Biyen ngarep omahmu)
17.Pecele-Mbah Usrek (sg warunge awakmu tau tggal ng kono)
18. Sego Bungkus-Beguk (Kulon Reco Barong)
19.Sate Kambing-Surip
20.Soto Daging-Masraf
21.Rawon-Tuminah (Kidul Stasiun)
22. Brem Lotrene Pak Bagong (Biyen Mangkal ng SDN III)
23.Opak sambel+Glali (Iki biasane gandeng karo tebu sundukmu kui)
arggahhhhhh.........(dowo tenan daftare)
Menurut profilnya di facebook, dia tinggal di "Waingapu", Sumba! Jauh bangetss..
Ini profilnya per 26 Maret 2011 yang ku-capture :
Langganan:
Postingan (Atom)
